Denpasar Terendam Banjir hingga 1,5 Meter, Apa Sebabnya?

Kompas.com - 08/12/2018, 21:36 WIB
Seorang warga melintasi banjir saat mengevakuasi keluarganya di kawasan perumahan jalan Pura Demak, Denpasar, Sabtu (8/12/2018). Hujan deras yang mengguyur wilayah Bali selatan pada Sabtu dinihari menyebabkan sejumlah kawasan di Denpasar terendam banjir sehingga sejumlah warga dievakuasi. ANTARA FOTO/Adhi Prayitno/nym/hp.Adhi Prayitno Seorang warga melintasi banjir saat mengevakuasi keluarganya di kawasan perumahan jalan Pura Demak, Denpasar, Sabtu (8/12/2018). Hujan deras yang mengguyur wilayah Bali selatan pada Sabtu dinihari menyebabkan sejumlah kawasan di Denpasar terendam banjir sehingga sejumlah warga dievakuasi. ANTARA FOTO/Adhi Prayitno/nym/hp.

DENPASAR, KOMPAS.comHujan deras yang mengguyur Kota Denpasar pada Sabtu (8/12/2018), menyebabkan sejumlah titik terendam banjir, antara lain di Jalan Mahendradata, Art Center–Denpasar, dan sejumlah permukiman padat penduduk.

Banjir terparah terjadi di wilayah Kelurahan Padangsambian, Denpasar Barat. Berdasarkan catatan BPBD Denpasar, selain menggenangi permukiman warga, banjir juga menyebabkan  kerusakan bangunan di daerah tersebut.

“Paling parah terjadi di sekitar Padangsambian karena dekat dengan aliran sungai,” kata Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Denpasar Gde Merdawa.

Menurut dia, banjir di Denpasar rutin terjadi tiap tahun, khususnya di bulan Desember. Apalagi jika saat curah hujan sedang tinggi.

 

Merdawa mengatakan, banjir disebabkan saluran drainase cenderung menyempit ke arah hilir. Kemiringan dan dimensi saluran tidak sesuai dengan standar PUPR Kota Denpasar. Akibatnya, setiap hujan deras turun, ketinggian air bisa mencapai 1–1,5 meter.

Kondisi ini, lanjut dia, diperparah sumbatan sampah di saluran drainase.

“Tiap tahun terjadi, terutama bulan Desember. Penyebabnya kemiringan dan dimensi saluran tidak sesuai dengan standard PUPR Kota Denpasar,” kata Merdawa.

Menurut Merdawa, untuk mengantisipasi hal serupa kembali terjadi, Pemerintah Kota Denpasar, khususnya Dinas PUPR, harus meninjau ulang perencanaan drainase di Kota Denpasar secara menyeluruh.

“Perencanaan drainase perlu di-review secara menyeluruh sehingga masterplan drainase ke depan terprogram sesuai standar PUPR Kota Denpasar,” pungkas Merdawa.



Close Ads X