Sandiaga: Kalau Anggota DPR Tak Kerja, Tak Usah Digajilah, Saya Dukung KPK

Kompas.com - 08/12/2018, 19:45 WIB
Wakil salon Presiden Sandiaga Uno ketika berkunjung di Palembang, Sumatera Selatan menghadiri acara Ngopi Bareng Bang Sandi , Jumat (7/12/2018). KOMPAS.com / Aji YK PutraWakil salon Presiden Sandiaga Uno ketika berkunjung di Palembang, Sumatera Selatan menghadiri acara Ngopi Bareng Bang Sandi , Jumat (7/12/2018).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 2 Sandiaga Uno mendukung usulan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) soal wacana anggota DPR tak digaji saat tidak bekerja.

Menurut Sandi, mekanisme dalam dunia usaha pun diterapkan hal yang sama. Setiap pekerja diupah dan menerima gaji dari jerih payah mereka.

“Kalau tidak bekerja ya enggak digajilah. Buat saya sih seperti itu. Yang enggak kerja, jangan digaji. Saya dukung usulan seperti itu (KPK),” kata Sandi saat menghadiri acara “Ngopi Bareng Bang Sandi” di Guns Cafe Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (7/12/2018) malam.


Sandi melanjutkan, persoalan bekerja atau tidaknya anggota DPR sebagai wakil rakyat harus dicari solusi dan duduk bersama. Bahkan, penggunaan key performance indicator (KPI) sangat didukung oleh mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut.

“Saya melihat bukan mencari kesalahan ya, harus duduk bersama dan cari formatnya, bagi saya sekarang bagaimana membuka lapangan kerja seluas-luasnya terutama untuk milenial. Bagi saya rakyat juga akan memantau,” ujarnya.

Selain itu, konsep bekerja dengan membayar keringat pegawai sampai saat ini pun masih diterapkan di dunia usaha. Begitu juga seharusnya yang diterapkan di DPR.

“Kami punya konsep bayarlah upah mereka sebelum keringatnya mengering. Kalau dia enggak berkeringat, masak kita kasih upah,” ucap dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang sempat mengusulkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk menyusun ukuran KPI bagi para anggotanya.

KPI, lanjut Saut, berguna untuk menilai seorang anggota dewan tersebut sudah bekerja sesuai standar atau tidak sehingga wacana tidak usah digaji bila tidak bekerja bisa diterapkan.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

Regional
Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Regional
Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Regional
Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Regional
Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Regional
Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Regional
Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X