Jalan Nasional Padang-Kerinci Tertimbun Longsoran

Kompas.com - 08/12/2018, 11:22 WIB

PADANG, KOMPAS.com - Akses lalu lintas yang menghubungkan Kota Padang, Sumatera Barat, dengan Kabupaten Kerinci, Jambi terganggu karena longsoran material menimbun jalan nasional di Cubadak, Kabupaten Solok.

"Longsor terjadi sekitar jam 22. 00 WIB Jumat (7/12)," ujar Yanto (51), warga Solok Selatan yang melakukan perjalanan ke Padang, Sabtu (8/12/2018), seperti dikutip Antara.

Longsoran tanah bercampur bebatuan itu, kata dia, menyebabkan antrean panjang kendaraan bermotor baik dari arah Kerinci atau Solok Selatan menuju Padang atau dari Padang menuju Solok Selatan.

"Tadi pagi antrean mencapai lima kilometer," katanya.

Menurut dia, sepeda motor terpaksa harus diangkat yang dibantu oleh warga setempat karena tidak bisa melintas.

"Harus bayar Rp 10.000 per motor," ujarnya.

Jalan nasional Padang-Kerinci, merupakan akses utama dan satu satunya bagi warga Solok Selatan dan sebagian warga Kabupaten Solok di Kecamatan Pantai Cermin menuju Kota Padang.

Sementara itu, pengantar koran salah satu media massa di Padang, Zul (48), saat dihubungi mengatakan, petugas mulai menyingkir material longsor menggunakan alat berat.

"Kendaraan sudah mulai jalan satu-satu dengan buka tutup. Kendaraan yang jalan kini dari arah Solok Selatan," sebutnya.

Mengingat jalan nasional Padang-Kerinci rawan tertimbun longsor dan longsor, ia berharap pemerintah menambah alat berat yang disiagakan.

"Mulai Lubuk Selasih hingga Solok Selatan, jalan rawan longsor. Agar penanganan cepat alat berat yang disiagakan harus ditambah," ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11.000 Sajian Bandeng Presto di Surabaya Memecahkan Rekor Muri

11.000 Sajian Bandeng Presto di Surabaya Memecahkan Rekor Muri

Regional
Menhub Kumpulkan Semua Pengelola Transportasi Online Terkait Bom di Medan

Menhub Kumpulkan Semua Pengelola Transportasi Online Terkait Bom di Medan

Regional
Iuran BPJS Akan Naik 100 Persen, Warga Padang Ramai-ramai Turun Kelas

Iuran BPJS Akan Naik 100 Persen, Warga Padang Ramai-ramai Turun Kelas

Regional
Kemensos Menaikkan Indeks Bantuan Non Tunai pada 2020

Kemensos Menaikkan Indeks Bantuan Non Tunai pada 2020

Regional
Mengidap Jantung, Satu Warga Meninggal Dunia Setelah Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Mengidap Jantung, Satu Warga Meninggal Dunia Setelah Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Regional
Menhub Apresiasi Pengembangan Pelabuhan Benoa

Menhub Apresiasi Pengembangan Pelabuhan Benoa

Regional
Tumpahan Minyak Mentah Kembali Muncul di Pesisir Karawang

Tumpahan Minyak Mentah Kembali Muncul di Pesisir Karawang

Regional
Demo Mahasiswa yang Menuntut Pemekaran Wilayah Dibubarkan Paksa oleh Warga

Demo Mahasiswa yang Menuntut Pemekaran Wilayah Dibubarkan Paksa oleh Warga

Regional
Curhatan Driver Online Mamuju: Kami Pejuang Keluarga, Bukan Teroris

Curhatan Driver Online Mamuju: Kami Pejuang Keluarga, Bukan Teroris

Regional
BPBD NTB Akan Kumpulkan Kepala Daerah Terkait Perpanjangan Masa Transisi Pasca Gempa

BPBD NTB Akan Kumpulkan Kepala Daerah Terkait Perpanjangan Masa Transisi Pasca Gempa

Regional
Percepat Pembangunan, Sulsel Buat Rancangan Anggaran Sebelum Penyerahan DIPA

Percepat Pembangunan, Sulsel Buat Rancangan Anggaran Sebelum Penyerahan DIPA

Regional
Khawatir Jatuh Korban, Warga Bongkar Atap Sekolah yang Nyaris Ambruk

Khawatir Jatuh Korban, Warga Bongkar Atap Sekolah yang Nyaris Ambruk

Regional
BPBD Maluku Utara: Gempa Magnitudo 7,1 Rusak 15 Rumah dan 3 Gereja, 2 Warga Terluka

BPBD Maluku Utara: Gempa Magnitudo 7,1 Rusak 15 Rumah dan 3 Gereja, 2 Warga Terluka

Regional
Kereta yang Terbakar di Konservasi Subang Berumur Lebih dari 30 Tahun

Kereta yang Terbakar di Konservasi Subang Berumur Lebih dari 30 Tahun

Regional
Mahasiswa UMI Diserang, 3 Pelaku Dikeluarkan hingga UKM Mapala Dibekukan

Mahasiswa UMI Diserang, 3 Pelaku Dikeluarkan hingga UKM Mapala Dibekukan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X