Risma Paparkan Perkembangan Kota Surabaya di Guangzhou International Award 2018

Kompas.com - 08/12/2018, 10:02 WIB
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menerima penghargaan Online Popular City di Guangzhou International Award 2018. Surabaya terpilih sebagai kota terpopuler di ajang itu. istimewaWali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menerima penghargaan Online Popular City di Guangzhou International Award 2018. Surabaya terpilih sebagai kota terpopuler di ajang itu.

SURABAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memaparkan perkembangan Kota Surabaya menuju kota Sustainable Development Goals di hadapan 400 juri dan 14 finalis The Guangzhou International Award 2018 di China, Kamis (6/12/2018) waktu setempat.

Menurut Risma, pada tahun 2003, Surabaya mengalami masalah besar terkait sampah.

Saat itu, Surabaya dikenal sebagai kota yang panas, kering, dan sering banjir ketika musim hujan. Hampir 50 persen dari total wilayah Surabaya banjir kala itu.

Baca juga: Surabaya Raih Penghargaan Online Popular City di Guangzhou International Award 2018

"Mengatasi masalah ini, kami mengajak partisipasi masyarakat yang kuat untuk bekerja bahu membahu dengan pemerintah kota melakukan pengelolaan limbah. Karena kami memiliki masalah besar untuk diselesaikan, tetapi dengan anggaran terbatas yang tersedia," kata Risma, dalam rilis resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (7/12/2018).

Melihat kondisi tersebut, Risma kemudian berinisiatif menciptakan berbagai program dan kebijakan utanpa membebani anggaran lokal yang terbatas.

Cara yang dilakukannya dengan mengajak masyarakat bergerak bersama pemerintah mengatasi permasalahan sampah.

Saat itu, kata Risma, warga mulai diajarkan bagaimana mengelolah sampah secara mandiri, yang berkonsep 3R (Reuse, Reduce dan Recycle).

"Partisipasi publik yang kuat menjadi faktor utama keberhasilan Kota Surabaya dalam mengatasi permasalahan sampah," ujarnya. 

Risma menjelaskan, metode pengomposan sederhana dengan biaya rendah juga diperkenalkan ke masyarakat dengan menggunakan keranjang Takakura di setiap rumah.

Bahkan, warga mulai diajak mendirikan bank sampah, di mana orang dapat menjual sampah anorganik mereka secara teratur dan menarik uang ketika membutuhkannya.

Menurut Risma, banyak bahan dari sampah yang dapat digunakan kembali sebagai dekorasi kampung, pot bunga, pohon natal, dan sebagainya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akibat Hujan Deras di Tanjung Raya Agam, 1 Tewas, 13 Rumah Rusak, Akses Jalan Lumpuh

Akibat Hujan Deras di Tanjung Raya Agam, 1 Tewas, 13 Rumah Rusak, Akses Jalan Lumpuh

Regional
Buntut Konflik Tanah di Flores Timur: Polisi dan Istri Disandera, Rumah Rohaniawan Dirusak, 7 Orang Ditangkap

Buntut Konflik Tanah di Flores Timur: Polisi dan Istri Disandera, Rumah Rohaniawan Dirusak, 7 Orang Ditangkap

Regional
Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Regional
Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Regional
Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Regional
Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Pengangguran Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Pengangguran Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Regional
Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Regional
Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

Regional
Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Regional
Waspada, 'The Silent Killer' Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Waspada, "The Silent Killer" Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Regional
Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Regional
Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Regional
Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Regional
Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta 'Saranghae' hingga 2,5 Tahun Menunggu

Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta "Saranghae" hingga 2,5 Tahun Menunggu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X