Kuasa Hukum Nuril Tuding Hakim MA Keliru Memutuskan Kliennya Bersalah

Kompas.com - 08/12/2018, 07:37 WIB
Mataram,  Kompas. com Tim kuasa hukum Nuril berdiskusi terkait upaya kukum yang  akan mereka lakukan  paska salinan putusan  atau PK ke Mahkamah Agung Kompas. Com/fitriMataram, Kompas. com Tim kuasa hukum Nuril berdiskusi terkait upaya kukum yang akan mereka lakukan paska salinan putusan atau PK ke Mahkamah Agung


MATARAM, KOMPAS.com - Tim kuasa hukum Baiq Nuril Maknun, Jumat (7/11/2018), menyiapkan upaya peninjauan kembali (PK) atas putusan hakim Mahkamah Agung ( MA) terhadap kasus kliennya.

PK segera diajukan setelah surat salinan putusan MA yang menyebutkan Nuril bersalah karena melanggar Pasal 27 Ayat 1 UU ITE, dan harus menjalani hukuman 6 bulan penjara serta denda Rp 500 juta rupiah, mereka terima.

Dalam proses menyusun PK itu, Joko Jumadi, kuasa hukum Nuril mengatakan, pihaknya menilai hakim MA keliru membuat keputusan atas kasus Nuril.

Baca juga: 5 Fakta Baru Kasus Baiq Nuril, Komentar Eks Kepala SMA Muslim hingga Imbauan Menkominfo

"Kami melihat bahwa ada kekeliruan hakim dalam memutus perkara ini, kekeliruannya yang ingin kita angkat adalah kekeliruan cara berpikir hakim melihat kronologis kasus Nuril ini. Kalau cara berpikir hakim seperti yang terjadi saat sekarang ini, maka akan banyak korban korban berikutnya," kata Joko.

Menurut Joko dan anggota tim kuasa hukum lain, putusan hakim MA tidak terlalu mengejutkan dan tak ada hal baru.

"Buat kami, keputusan hakim sangat normatif sehingga kami rencanakan alasan untuk PK itu tidak dalam bentuk novum (bukti baru), tapi lebih banyak menyoroti putusan hakim yang keliru," ujar dia.

Beberapa kekeliruan hakim MA yang dibeberkan tim kuasa hukum, di antaranya hakim mengatakan bahwa Nuril telah melakukan proses menyebarkan rekaman percakapan mantan atasannya.

"Nuril kan tidak menyebar, tapi ada pihak lain yang merekam dan memindahkannya ke laptop, saksi IM misalnya. Hakim tidak melihat fakta persidangan ini, semua yang diputuskannya berdasarkan pengetahuan hukum secara normatif saja," kata Joko.

Baca juga: Diperiksa 8 Jam, Muslim Mengaku Mengantuk dan Bantah Semua Tuduhan Baiq Nuril

Sementara itu, tim kuasa hukum yakin Nuril tidak akan ditahan. Sebab, Kejaksaan Negeri Mataram disebut sudah memberikan tenggat waktu 1 bulan untuk mengajukan PK.

"Kita berbaik sangka saja kejaksaan tidak akan melakukan eksekusi," ujar dia.

Nuril merupakan terpidana kasus pelanggaran Undang-Undang ITE, yang diputus bersalah oleh Mahkamah Agung, lantaran dituduh menyebar percakapan asusila mantan Kepala Sekolah SMA 7 Mataram yang merupakan atasannya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

127 Anak Positif Covid-19 di Surabaya, Terpapar dari Orangtua

127 Anak Positif Covid-19 di Surabaya, Terpapar dari Orangtua

Regional
Sebelum Tewas, Penyerang Polsek Daha Selatan Terlebih Dahulu Bakar Mobil Patroli lalu Serang Polisi

Sebelum Tewas, Penyerang Polsek Daha Selatan Terlebih Dahulu Bakar Mobil Patroli lalu Serang Polisi

Regional
Unggah Postingan Bernada Kebencian pada Institusi Polisi, Ibu Rumah Tangga Ditahan

Unggah Postingan Bernada Kebencian pada Institusi Polisi, Ibu Rumah Tangga Ditahan

Regional
Mobil Polisi yang Dibakar Pelaku Penyerangan Mapolsek di Kalsel Sempat Meledak

Mobil Polisi yang Dibakar Pelaku Penyerangan Mapolsek di Kalsel Sempat Meledak

Regional
Nihil Kasus Corona, 12 Kabupaten di NTT Siap Terapkan 'New Normal'

Nihil Kasus Corona, 12 Kabupaten di NTT Siap Terapkan "New Normal"

Regional
Sepeda Motor Terbakar Usai Kecelakaan di Depan SPBU, Pelajar SMA Tewas

Sepeda Motor Terbakar Usai Kecelakaan di Depan SPBU, Pelajar SMA Tewas

Regional
Sejumlah Pantai di Bali Dibuka untuk Turis Asing, Warga Lokal Belum Diizinkan Masuk

Sejumlah Pantai di Bali Dibuka untuk Turis Asing, Warga Lokal Belum Diizinkan Masuk

Regional
Pendaftaran PPDB Surabaya Dapat Diakses lewat Aplikasi Android

Pendaftaran PPDB Surabaya Dapat Diakses lewat Aplikasi Android

Regional
Sebelum Meninggal, Polisi di Kalsel Sempat Berikan Perlawanan pada Pelaku Penyerangan

Sebelum Meninggal, Polisi di Kalsel Sempat Berikan Perlawanan pada Pelaku Penyerangan

Regional
Fakta Mapolsek Daha Selatan Diserang OTK, Anggota Polisi Tewas dan Ditemukan Dokumen ISIS

Fakta Mapolsek Daha Selatan Diserang OTK, Anggota Polisi Tewas dan Ditemukan Dokumen ISIS

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 1 Juni 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 1 Juni 2020

Regional
Tak Pakai Masker, Warga Dihukum Menghafal Pancasila

Tak Pakai Masker, Warga Dihukum Menghafal Pancasila

Regional
Jajarannya Nekat Korupsi Saat Pandemi, Ganjar Langsung Seret ke KPK

Jajarannya Nekat Korupsi Saat Pandemi, Ganjar Langsung Seret ke KPK

Regional
Sambut 'New Normal' di Babel, 6 Sekolah Dibuka, Kecuali di Pangkalpinang

Sambut "New Normal" di Babel, 6 Sekolah Dibuka, Kecuali di Pangkalpinang

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Juni 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Juni 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X