DVI dan INAFIS Identifikasi Korban yang Ditemukan di Selat Malaka

Kompas.com - 07/12/2018, 23:41 WIB
Keterangan pers disampaikan tim DVI dan Humas Polda Riau terkait proses identifikasi terhadap jenazah yang ditemukan di perairan Selat MalakaKOMPAS.com/ CITRA INDRIANI Keterangan pers disampaikan tim DVI dan Humas Polda Riau terkait proses identifikasi terhadap jenazah yang ditemukan di perairan Selat Malaka

PEKANBARU, KOMPAS.com - Hingga Jumat (7/12/2018) sudah 4 korban ditemukan di Perairan Selat Malaka, Kabupaten Bengkalis, Riau yang teridentifikasi. Sementara enam lainnya masih belum diketahui identitasnya.

Untuk mengidentifikasi  jenazah ini, Tim Disaster Victim Investigation (DVI) bekerja sama dengan INAFIS Polda Riau.

"Kami bekerja sama dengan Tim INAFIS Polda Riau untuk melakukan identifikasi, karena ada korban yang masih bisa dilakukan sidik jari," ungkap Kabid Dokkes RS Bhayangkara Polda Riau Kombes Pol Adang Azhar pada Kompas.com, Jumat.

Baca juga: 11 Keluarga Datangi RS Bhayangkara Polda Riau Cek Jenazah yang Ditemukan di Selat Malaka

Adang berharap, jenazah yang bisa dilakukan sidik jari ini dapat segera diketahui identitasnya.

Adang mengaku, cukup sulit untuk mengidentifikasi  jenazah tersebut karena kondisi tubuh korban sudah membusuk lanjut.

"Ada yang sudah terhitung 21 hari korban meninggal. Semakin hari akan sulit diidentifikasi. Tapi kami bersyukur, (korban) masih bisa ditemukan. Sehingga kami terus berupaya mencari identitasnya dengan melakukan tes DNA," kata Adang.

Empat dari sebelas jenazah yang ditemukan di Perairan Selat Malaka, Bengkalis, Riau, sudah ditemukan identitasnya.

Korban, yakni Mimi Dewi, Ujang Chaniago, Marian Suhadi dan Faisal Ardiyanto. Keempatnya sudah diserahkan ke pihak keluarganya. Sementara masih ada enam jenazah lagi yang belum diketahui identitasnya.

"Namun demikian, dari 11 jenazah yang ditemukan, sudah ada 11 warga yang merasa kehilangan anggota keluarga datang melapor ke kita. Saat ini kami masih mencocokkan data properties, medis serta antemortem dan postmortem," tambah Adang.



Close Ads X