Atasi Sampah, Kota Bandung Terapkan Teknologi “Peuyeumisasi”

Kompas.com - 07/12/2018, 18:25 WIB
Tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di Kota Bandung mencoba menggunakan teknologi “peuyemisasi” untuk mengatasi penumpukan sampah.KOMPAS.com/RENI SUSANTI Tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di Kota Bandung mencoba menggunakan teknologi “peuyemisasi” untuk mengatasi penumpukan sampah.

BANDUNG, KOMPAS.comTempat pembuangan sampah sementara (TPS) di Kota Bandung, Jawa Barat, mencoba menggunakan teknologi “peuyemisasi” untuk mengatasi penumpukan sampah.

Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung mencatat, produksi sampah di Kota Bandung tahun ini setiap harinya mencapai 1.500 ton. Untuk hari besar keagamaan bisa mencapai 1.800 ton per hari.

“Beberapa waktu lalu, Pak Yana (Wakil Wali Kota Bandung) tertarik dengan teknologi ' peuyeumisasi' dan meminta kami untuk membuatnya,” ujar Direktur Utama PT Hariff Daya Tunggal Engeneering, Budi Permana di Bandung, Jumat (7/12/2018).

Rencananya, sebagai tahap awal, teknologi ini diterapkan di 5 TPS di Kota Bandung, di antaranya Taman Regol dan Jalan Indramayu, Kota Bandung.


Teknologi "peuyemisasi" merupakan hasil penelitian Sonny Djatnika Sunda Djaja yang kemudian dikembangkan bersama Sekolah Tinggi Teknik (STT) PLN di Bandung.

Baca juga: Pemkot Bandung Ambil Alih Pengelolaan Pasar Baru

Ketua STT PLN Supriadi Legino mengatakan, dengan teknologi ini, seseorang tidak perlu memilah sampah. Sampah ditumpuk di kotak-kota dari bambu.

“Bambu ini bisa disimpan di pinggiran jalan di pasar, terminal, atau TPS, tergantung kebutuhan,” ungkapnya.

Selama 5-10 hari, sampah tersebut disiram bioaktivator YATOSS setiap hari. Pada hari ketiga, sampah sudah tidak berbau, dan pada hari kelima atau ke-10, sampah sudah bisa dicacah menjadi pelet.

Pelet ini nantinya bisa diubah menjadi energi listrik ataupun gas. Untuk daerah terpencil biasanya diubah ke listrik dan di perkotaan ke gas.

Sebelumnya, teknologi ini sukses digunakan di Klungkung, Bali. Bahkan mereka menutup tempat pembuangan akhir (TPA) sampahnya karena pengelolaan sampah dilakukan di tingkat warga.

“Investasinya juga rendah. Untuk produksi sampah 3 ton per hari, investasi yang dibutuhkan Rp 200 juta,” tuturnya.

Baca juga: Motif Bunga Jadi Pilihan Perajin dari Kampung Batik Cigadung Bandung

Apalagi pelet sampah ini bisa dijadikan energi. Bahkan Indonesia Power (IP) sudah membeli untuk kebutuhan mereka.

Begitupun warga bisa memanfaatkan hasil energi yang dihasilkan untuk pabrik kerupuk, pabrik batu bata, dan lainnya.



Terkini Lainnya

Dianggap Banyak Kecurangan, Massa Usul tes Urine untuk Komisioner KPU dan Bawaslu

Dianggap Banyak Kecurangan, Massa Usul tes Urine untuk Komisioner KPU dan Bawaslu

Regional
Asyik Ngopi di Halaman Rumah, Seorang Warga Diserang Harimau

Asyik Ngopi di Halaman Rumah, Seorang Warga Diserang Harimau

Regional
Terkait Tewasnya Anggota TNI, Polres Jayapura Kota Tetapkan Tiga Tersangka

Terkait Tewasnya Anggota TNI, Polres Jayapura Kota Tetapkan Tiga Tersangka

Regional
Selama Masa Lebaran, Peserta BPJS Kesehatan Bebas Berobat di Mana Saja

Selama Masa Lebaran, Peserta BPJS Kesehatan Bebas Berobat di Mana Saja

Regional
Di Aceh, Kereta Perintis Jadi Wisata Transportasi untuk Anak

Di Aceh, Kereta Perintis Jadi Wisata Transportasi untuk Anak

Regional
22 Titik Jalur Mudik Rawan Macet di Jatim, 6 Titik Ada di Tol

22 Titik Jalur Mudik Rawan Macet di Jatim, 6 Titik Ada di Tol

Regional
Rumah Sakit Jiwa Bengkulu Benarkan Rawat Pasien Stres karena Pemilu

Rumah Sakit Jiwa Bengkulu Benarkan Rawat Pasien Stres karena Pemilu

Regional
7 Fakta Siswa Tak Lulus Karena Kritisi Kepsek, Ingin Kuliah Hukum hingga Berpelukan dengan Kepsek

7 Fakta Siswa Tak Lulus Karena Kritisi Kepsek, Ingin Kuliah Hukum hingga Berpelukan dengan Kepsek

Regional
Begal di Jalur Mudik Aceh-Medan Libatkan Siswa SMA

Begal di Jalur Mudik Aceh-Medan Libatkan Siswa SMA

Regional
Antraks di Gunungkidul Yogyakarta Belum Menular ke Manusia

Antraks di Gunungkidul Yogyakarta Belum Menular ke Manusia

Regional
Melaut untuk Belikan Baju Lebaran Anak Istri, Nelayan Ini Hilang Terseret Gelombang

Melaut untuk Belikan Baju Lebaran Anak Istri, Nelayan Ini Hilang Terseret Gelombang

Regional
Seragam Mirip TNI Diamankan dari Lokasi Perusakan Kantor Polsek di Sampang

Seragam Mirip TNI Diamankan dari Lokasi Perusakan Kantor Polsek di Sampang

Regional
 Sebarkan Ujaran Kebencian Kepada Kepala Negara, PNS di Aceh Ditangkap

Sebarkan Ujaran Kebencian Kepada Kepala Negara, PNS di Aceh Ditangkap

Regional
Sempat Meroket, Harga Cabai Rawit di Timika Kembali Turun

Sempat Meroket, Harga Cabai Rawit di Timika Kembali Turun

Regional
Jenazah Bupati Ende Diterbangkan dengan Jet Pribadi, Gubernur NTT: Bantu Orang itu Wajar

Jenazah Bupati Ende Diterbangkan dengan Jet Pribadi, Gubernur NTT: Bantu Orang itu Wajar

Regional

Close Ads X