Kasus Penipuan Apartemen di Surabaya, 260 Pembeli Dapat "Refund"

Kompas.com - 07/12/2018, 18:19 WIB
Proses refund pembeli apartemen Sipoa Grup di Surabaya, Jumat (7/12/2018)KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL Proses refund pembeli apartemen Sipoa Grup di Surabaya, Jumat (7/12/2018)

SURABAYA, KOMPAS.com - Sipoa Grup, pengelola sejumlah apartemen di Surabaya dan Sidoarjo mengkalim telah mengembalikan uang pembelian unit apartemen ( refund) kepada 260 pembelinya hingga saat ini.

Sebanyak 200 di antaranya adalah aset berupa 7 bidang tanah milik perusahaan senilai Rp 40 miliar yang difasilitasi kelompok pembeli yang mengatasnamakan Tim Baik-baik (TB2), dan 60 sisanya pengembalian tunai senilai Rp 23 milliar.

Jumat (7/12/2018), 14 konsumen telah menerima refund sebesar Rp 2,7 miliar yang dikirim via Bank BCA cabang Rungkut, Jalan Raya Kendangsari Industri, Surabaya.

Sugeng Teguh Santoso, kuasa hukum Sipoa Grup, mengatakan, perusahaan membuka diri jika ada pembeli yang berencana menarik kembali uangnya.


"Jika ingin prosesnya lebih cepat, bisa melalui formula yang digunakan TB2. Aset kita masih lebih dari cukup untuk mengembalikan dana pembeli," jelasnya.

Baca juga: Kasus Penipuan Apartemen di Surabaya, 2 Terdakwa Dituntut 4 Tahun Penjara

Dia mengakui, ada pihak yang tidak ingin proses refund berjalan lancar.

"Ada juga yang menghembuskan isu akan ada pemotongan 30 persen dari total yang akan dikembalikan kepada pembeli," ucapnya.

Proyek pembangunan sejumlah apartemen milik Sipoa Grup di Surabaya dan Sidoarjo diprotes pembeli, karena hingga hari penyerahan unit pada 2017, apartemen yang dibeli belum juga terwujud.

Baca juga: Diberi Jaminan Aset Rp 40 Miliar, 200 Korban Penipuan Apartemen Tak Lapor Polisi

Sebagian pembeli ada yang memilih jalur hukum, bahkan 2 direksinya, yakni Klemens Sukarno Candra dan Budi Santoso, Kamis kemarin, dituntut 4 tahun penjara oleh jaksa karena didakwa melakukan penipuan dan penggelapan.



Terkini Lainnya

Seorang Ibu Rumah Tangga Tewas di Teras Rumah, Diduga Korban Perampokan

Seorang Ibu Rumah Tangga Tewas di Teras Rumah, Diduga Korban Perampokan

Regional
Dianggap Banyak Kecurangan, Massa Usul tes Urine untuk Komisioner KPU dan Bawaslu

Dianggap Banyak Kecurangan, Massa Usul tes Urine untuk Komisioner KPU dan Bawaslu

Regional
Asyik Ngopi di Halaman Rumah, Seorang Warga Diserang Harimau

Asyik Ngopi di Halaman Rumah, Seorang Warga Diserang Harimau

Regional
Terkait Tewasnya Anggota TNI, Polres Jayapura Kota Tetapkan Tiga Tersangka

Terkait Tewasnya Anggota TNI, Polres Jayapura Kota Tetapkan Tiga Tersangka

Regional
Selama Masa Lebaran, Peserta BPJS Kesehatan Bebas Berobat di Mana Saja

Selama Masa Lebaran, Peserta BPJS Kesehatan Bebas Berobat di Mana Saja

Regional
Di Aceh, Kereta Perintis Jadi Wisata Transportasi untuk Anak

Di Aceh, Kereta Perintis Jadi Wisata Transportasi untuk Anak

Regional
22 Titik Jalur Mudik Rawan Macet di Jatim, 6 Titik Ada di Tol

22 Titik Jalur Mudik Rawan Macet di Jatim, 6 Titik Ada di Tol

Regional
Rumah Sakit Jiwa Bengkulu Benarkan Rawat Pasien Stres karena Pemilu

Rumah Sakit Jiwa Bengkulu Benarkan Rawat Pasien Stres karena Pemilu

Regional
7 Fakta Siswa Tak Lulus Karena Kritisi Kepsek, Ingin Kuliah Hukum hingga Berpelukan dengan Kepsek

7 Fakta Siswa Tak Lulus Karena Kritisi Kepsek, Ingin Kuliah Hukum hingga Berpelukan dengan Kepsek

Regional
Begal di Jalur Mudik Aceh-Medan Libatkan Siswa SMA

Begal di Jalur Mudik Aceh-Medan Libatkan Siswa SMA

Regional
Antraks di Gunungkidul Yogyakarta Belum Menular ke Manusia

Antraks di Gunungkidul Yogyakarta Belum Menular ke Manusia

Regional
Melaut untuk Belikan Baju Lebaran Anak Istri, Nelayan Ini Hilang Terseret Gelombang

Melaut untuk Belikan Baju Lebaran Anak Istri, Nelayan Ini Hilang Terseret Gelombang

Regional
Seragam Mirip TNI Diamankan dari Lokasi Perusakan Kantor Polsek di Sampang

Seragam Mirip TNI Diamankan dari Lokasi Perusakan Kantor Polsek di Sampang

Regional
 Sebarkan Ujaran Kebencian Kepada Kepala Negara, PNS di Aceh Ditangkap

Sebarkan Ujaran Kebencian Kepada Kepala Negara, PNS di Aceh Ditangkap

Regional
Sempat Meroket, Harga Cabai Rawit di Timika Kembali Turun

Sempat Meroket, Harga Cabai Rawit di Timika Kembali Turun

Regional

Close Ads X