Kalapas Sukamiskin: Sekarang Tidak Ada Bilik Cinta, Dulu Saya Tidak Tahu

Kompas.com - 07/12/2018, 18:14 WIB
Kalapas Sukamiskin Tejo Herwanto bantah adanya bilik cinta di Lapas Sukamiskin saat ini. KOMPAS.com/AGIEPERMADIKalapas Sukamiskin Tejo Herwanto bantah adanya bilik cinta di Lapas Sukamiskin saat ini.

BANDUNG, KOMPAS.com - "Bilik cinta" yang dibuat terpidana Fahmi Darmawansyah terungkap dalam sidang dakwaan mantan Lapas Sukamiskin Klas I Bandung Wahid Husein, beberapa waktu lalu.

Ruangan sebesar 2x3 meter itu bahkan disewakan Fahmi dengan harga Rp 650 ribu.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Tejo Herwanto mengaku, sejak menjabat, dirinya tak menemukan adanya ruangan yang digunakan untuk berhubungan suami istri tersebut.

"Jadi sejak saya datang, yang dimaksud bilik asmara itu di mana saya tidak tahu. Jadi yang dianggap dulu saung itu, kan sudah dibongkar. Saung yang di belakang juga sudah dibongkar, jadi persepsi itu enggak ada. Akses tempat mereka keluar masuk atau saung sudah digunakan ruang kunjungan. Jadi, apa yang disampaikan jaksa, sekarang sudah tidak ada lagi," ujar Tejo di Lapas Sukamiskin, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/12/2018).

Baca juga: Izin Keluar Lapas Sukamiskin, Wawan Malah ke Hotel Bersama Teman Wanita

Pihaknya juga sudah memeriksa ruangan tiga terpidana korupsi di Lapas Sukamiskin yang menyuap Wahid. Namun, tak ditemukan fasilitas mewah saat ini.

Seperti diketahui sebelumnya, dalam dakwaan Jaksa KPK, Wahid menerima sejumlah uang dan barang dari Fahmi Darmawansyah, TB Chaeri Wardana, dan Fuad Amin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ruangannya biasa saja, tidak mewah. Mereka di dalam kooperatif, setiap ada program pembinaan mereka jalani, tidak ada konflik dengan petugas," ujarnya.

Meski begitu, Tejo menegaskan, ruangan yang digunakan untuk berhubungan suami istri itu tidak ada saat ini.

"Kalau dulu saya kurang tahu, pas saya masuk sudah seperti itu, jadi ada tim sebelum saya sudah membersihkan," ujarnya.

"Kamar bilik cinta tidak ada, peruntukannya sesuai dengan peruntukannya dan itu saya kontrol terus," tuturnya.

Kompas TV Sidang kasus suap perizinan mantan Kalapas Sukamiskin, Wahid Husein, di Bandung, Jawa Barat,mengungkap adanya bilik asmara pribadi di lapas khusus koruptor.<br /> <br /> Berdasarkan dakwaan yang dibacakan jaksa, bilik asmarainiadalah milik terpidana kasus Bakamla, yakni suamiselebritasInneke Kosherawati, Fahmi Darmansyah.<br /> <br /> Bilikitu dibuat oleh Fahmi agar dapat digunakan saat mendapat kunjungan dari istrinya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.