Menunggak, Listrik Dinas Kesehatan Parepare Disegel - Kompas.com

Menunggak, Listrik Dinas Kesehatan Parepare Disegel

Kompas.com - 07/12/2018, 17:13 WIB
Menunggak, Listrik Dinas Kesehatan Parepare DisegelSuddin Syamsuddin / Kompas. Com Menunggak, Listrik Dinas Kesehatan Parepare Disegel


PAREPARE, KOMPAS.com – Karena telat membayar dua bulan, pihak PLN Kota Parepare, Sulawesi Selatan, memutuskan listrik kantor Dinas Kesehatan Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Akibatnya, aktivitas pelayanan terganggu dan faksin dalam gudang obat terancam rusak.

“Sudah dua hari ini listrik kantor disegel karena tidak membayar tunggakan selama dua bulan. Hal ini diakibatkan karena pihak badan keuangan daerah tidak mencairkan anggaran kami, “ kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Parepare, Yamin, Jumat (7/12/2018).

Baca juga: 200 Desa di Maluku Utara akan Teraliri Listrik pada 2019

Akibat pemutusan listrik itu, aktivitas di kantor dinkes tersebut berkurang. Sejumlah pegawai bahkan Kadis Kesehatan, melaksanakan aktivitas di luar kantor.

“Aktivitas kami terganggu dengan pemutusan listrik ini. Selain itu, vaksin yang berada di gudang obat dinas kesehatan terancam rusak. Kami berharap agar pihak Badan Keuangan Daerah, segera mencairkan anggaran agar dapat membayar listrik," kata Yamin.

Sementara itu, sejumlah pegawai Dinas Kesehatan Kota Parepare mengaku, bekerja tidak maksimal akibat listrik padam.

Sebelum ke kantor, sejumlah pegawai urusan administrasi harus mengecas laptop mereka.

Baca juga: PLN Timika Kembali Lakukan Pemadaman Listrik Total

“Kami bekerja hanya sebatas kemampuan baterai laptop kami. Jika sudah lowbat, kami terpaksa berhenti bekerja. Selain itu, vaksin juga terancam rusak karena membutuhkan suhu khusus di dalam lemari pendingin," ujar Dian, Staf Instalasi Farmasi, Dinas Kesehatan Kota Parepare.

Kota Parepare sendiri telah meraih ratusan penghargaan, sejumlah penghargaan di bidang kesehatan juga telah diraihnya termasuk Top 40 Inovasi Pelayanan Publik.


Terkini Lainnya

Bareskrim Ungkap Jaringan Pemalsu Kartu Kredit

Bareskrim Ungkap Jaringan Pemalsu Kartu Kredit

Nasional
Tahun Ini, China Selesaikan Pembangunan 88 Gedung Pencakar Langit Baru

Tahun Ini, China Selesaikan Pembangunan 88 Gedung Pencakar Langit Baru

Internasional
Pria Spanyol Simpan Jenazah Ibunya di Dalam Rumah selama Setahun

Pria Spanyol Simpan Jenazah Ibunya di Dalam Rumah selama Setahun

Internasional
Dikira Anjing Liar, Pemilik Toko Hewan Ternyata Selamatkan Rubah Perak

Dikira Anjing Liar, Pemilik Toko Hewan Ternyata Selamatkan Rubah Perak

Internasional
Ada Gelaran Semarang 10K, Perhatikan Penutupan Ruas-Ruas Jalan Ini

Ada Gelaran Semarang 10K, Perhatikan Penutupan Ruas-Ruas Jalan Ini

Regional
Polisi Tetapkan 2 Tersangka Pesta Seks di Sleman

Polisi Tetapkan 2 Tersangka Pesta Seks di Sleman

Regional
Cegah Jajanan Terkontaminasi E-Coli, Dinkes Depok Imbau Warga Bawa Tempat Makan dan Minum Sendiri

Cegah Jajanan Terkontaminasi E-Coli, Dinkes Depok Imbau Warga Bawa Tempat Makan dan Minum Sendiri

Megapolitan
Sekjen PAN Menduga Kader Palsu PAN Ingin Cari Keuntungan dari Tim Jokowi-Ma'ruf

Sekjen PAN Menduga Kader Palsu PAN Ingin Cari Keuntungan dari Tim Jokowi-Ma'ruf

Nasional
PAN: Mereka Bukan Kader, Mungkin Orang yang Disewa, Dipakaikan Baju PAN untuk Foto

PAN: Mereka Bukan Kader, Mungkin Orang yang Disewa, Dipakaikan Baju PAN untuk Foto

Nasional
Keluarga Korban Lion Air JT 610 Dilarang Gugat Boeing

Keluarga Korban Lion Air JT 610 Dilarang Gugat Boeing

Regional
Bersiap, 'Agen-agen KPK' akan Sambangi Sekolah!

Bersiap, "Agen-agen KPK" akan Sambangi Sekolah!

Edukasi
Kementerian ESDM Pastikan Izin Lingkungan Pertambangan Jadi Kewenangan Pemda

Kementerian ESDM Pastikan Izin Lingkungan Pertambangan Jadi Kewenangan Pemda

Regional
KPAI: Putusan MK Beri Ruang untuk Kesempatan Pendidikan 12 Tahun

KPAI: Putusan MK Beri Ruang untuk Kesempatan Pendidikan 12 Tahun

Nasional
Ada Kasus E-coli, Dinkes Depok Tingkatkan Pengawasan Jajanan Sekolah

Ada Kasus E-coli, Dinkes Depok Tingkatkan Pengawasan Jajanan Sekolah

Megapolitan
Maleo dan Satwa Endemik Jadi Magnet Ekowisata 6 Desa di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Maleo dan Satwa Endemik Jadi Magnet Ekowisata 6 Desa di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Regional

Close Ads X