Keluarga Berharap Emanuel Selamat dari Pembantaian KKB di Nduga Papua

Kompas.com - 07/12/2018, 14:57 WIB
Proses evakuasi jenazah di Puncak Kabo, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga lokasi penembakan yang dilakukan kelompok KKB John Roy Purba/Istimewa Proses evakuasi jenazah di Puncak Kabo, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga lokasi penembakan yang dilakukan kelompok KKB

KEFAMENANU, KOMPAS.com - Ira Bano, keluarga dari korban pembunuhan kelompok kriminal separatis bersenjata atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, masih menunggu kepastian kabar dari Emanuel Beli Bano Naikteas.

Ira yang merupakan adik kandung Emanuel dan keluarga besarnya berharap Emanuel yang bekerja di PT Iskara Karya bisa selamat dari pembunuhan tersebut.

Emanuel diketahui merupakan satu dari 24 korban yang diduga tewas dibantai kelompok separatis OPM.

"Kami masih menunggu informasi resmi dari perusahaan tempat kakak saya bekerja," ucap Ira kepada sejumlah wartawan di Kefamenanu, Jumat (7/12/2018).


Ira menyebut, keluarga menerima informasi tentang kakaknya dari sejumlah pemberitaan di media, tetapi hanya sebatas dugaan bahwa kakaknya telah terbunuh.

"Tapi itu diduga, sehingga kita keluarga bilang kalau diduga berarti Kak Eman tidak termasuk korban," harap Ira.

Baca juga: 9 Warga yang Selamat dari Pembantaian KKB di Nduga Papua Dievakuasi ke Timika

Ira mengaku, keluarga tetap menjalin komunikasi dengan pihak perusahaan tempat Emanuel bekerja.

Keluarga, kata Ira, juga telah mengutus seorang kerabat mereka untuk bertemu dengan pihak perusahaan di Timika.

"Ada om kami yang sekarang lagi menuju Timika, sehingga nanti kabar apapun, akan kami dengar dari om kami," ucap Ira.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal (pol) Tito Karnavian mengungkapkan, berdasarkan informasi sementara, terdapat 20 yang tewas, yaitu 19 pekerja dan satu anggota TNI yang gugur, di Kabupaten Nduga, Papua.

Mereka dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak di jalur Trans Papua, Kabupaten Nduga.

Baca juga: 6 Fakta Pembantaian Pekerja di Nduga Papua, Instruksi Jokowi hingga Dalang Penembakan

Akibat kejadian tersebut, proyek Trans Papua yang dikerjakan sejak akhir 2016 dan ditargetkan selesai 2019 itu dihentikan untuk sementara waktu.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X