Sempat Kritis, Oknum TNI Diduga Pelaku Penembakan 3 Warga Prabumulih Akhirnya Meninggal - Kompas.com

Sempat Kritis, Oknum TNI Diduga Pelaku Penembakan 3 Warga Prabumulih Akhirnya Meninggal

Kompas.com - 07/12/2018, 12:40 WIB
Salah satu korban penembakan yang diduga dilakukan oleh oknum TNI Serka KC saat dilakukan evakuasi oleh pihak kepolisian. Dalam peristiwa tersebut tiga orang dinyatakan tewas.ISTIMEWA Salah satu korban penembakan yang diduga dilakukan oleh oknum TNI Serka KC saat dilakukan evakuasi oleh pihak kepolisian. Dalam peristiwa tersebut tiga orang dinyatakan tewas.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Oknum angora TNI yang diduga pelaku penembakan terhadap tiga warga kota Prabumulih, Sumatera Selatan, dinyatakan meninggal usai mengalami perawatan di rumah sakit AR Bunda.

Serka KC yang sebelumnya disebut sebagai pelaku, mengalami luka tembak di bagian kepala setelah mencoba melakukan aksi bunuh diri usai membunuh ketiga korban yakni Deny Faisal (44), Zainal Imron (45) dan Luken (30) dengan menggunakan senjata api.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, Serka KC dikabarkan tewas sekitar pukul 03.30 WIB, Jumat (7/12/2018), setelah luka tembak di bagian kepala menjadi semakin parah.

"Iya betul, subuh tadi dikabarkan meninggal,” kata Zulkarnain saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat.

Baca juga: Tiga Warga Prabumulih Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak di Kepala  

Zulkarnain menyebutkan, kasus ini masih dalam proses penyelidikan begitu juga dengan keterlibatan Serka KC dalam peristiwa tersebut.

“Dugaannya memang begitu (pelaku) tapi masih kita kembangkan, saksi-saksi masih kita lakukan pemeriksaan," lanjutnya. 

Kapendam II Sriwijaya  Kolonel Djohan Darmawan sebelumnya membenarkan salah satu anggota mereka hendak melakukan aksi bunuh diri dengan menemba kepala sendiri.  

Namun, Djohan belum bisa memberikan keterangan jelas keterkaitan Serka KC. 

Baca juga: Polisi Telusuri Dugaan Oknum TNI Jadi Pelaku Penembakan 3 Warga Prabumulih 

"Benar ada anggota TNI Serka KC mencoba bunuh diri. Tapi kita belum ketahui korelasinya seperti apa," kata Djohan saat dikonfirmasi, Kamis (6/12/2018). 

Djohan melanjutkan, saat ini kasus tersebut masih dilakukan pendalaman oleh Denpom II Sriwijaya. 

"Tidak tahu bunuh diri apa motifnya, ini yang masih didalami," ujarnya. 



Close Ads X