Polres Tasikmalaya Bongkar Jaringan Pengedar Narkotika Modus "Tempel"

Kompas.com - 07/12/2018, 11:00 WIB
Wakapolres Tasikmalaya Kota Kompol Widi Setiawan, menunjukkan barang bukti narkoba jenis sabu, ganja dan psikotropika di Mako Polres, Kamis (6/12/2018). KOMPAS. com/IRWAN NUGRAHAWakapolres Tasikmalaya Kota Kompol Widi Setiawan, menunjukkan barang bukti narkoba jenis sabu, ganja dan psikotropika di Mako Polres, Kamis (6/12/2018).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Tasikmalaya Kota berhasil mengungkap jaringan pengedar narkotika jenis sabu-sabu, ganja, dan psikotropika di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya.

Petugas berhasil menangkap para pelaku dengan modus tempel atau simpan barang setelah bertransaksi melalui ponsel tanpa mengenal satu sama lain sebelumnya.

"Untuk paket sabu saja kita dapat dari mereka 25 gram atau paket sabu yang siap edar dari pengedar. Mereka memakai modus tempal, bertransaksi lewat ponsel, transfer uang pembayaran, dan menyimpan paket sabu di tempat yang telah dijanjikan," jelas Widi saat konferensi Pers di Mako Polres Tasikmalaya Kota, Kamis (6/12/2018).

Baca juga: Jadi Kurir Ganja, Oknum Pegawai Lapas Narkotika Doyo Sentani Diciduk Polisi

Ditambahkan Widi, pengungkapan kasus jaringan ini lewat Operasi Antik menjelang tahun baru.

Para pelaku menjadikan beberapa jenis narkotika ini sebagai stok untuk perayaan tahun baru di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya.

"Kita menahan lima tersangka yang berkaitan dan memiliki peran masing-masing, ada pengedar, pemakai dan pencari konsumen untuk bertransaksi lewat ponsel," tambah Widi.

Sampai sekarang kasus ini masih dalam pengembangan penyelidikan terhadap sosok utama dalam bisnis barang haram tersebut. Soalnya, satu tersangka dengan tersangka lainnya selama ini tak mengenal dan hanya berkomunikasi lewat ponsel masing-masing.

"Biasanya media untuk menyimpan barang itu di tempat yang sepi dan jarang dilewati orang," tambah dia.

Baca juga: Pengedar Narkotika dengan Target Pelajar Dibekuk di Sumsel, Ganja 2 Kg Disita

Setelah bertransaksi dan sudah melakukan pembayaran, pengedar langsung memberitahukan kepada pembelinya akan menyimpan paket sabu di tempat sepi.

Biasanya, lokasi untuk menyimpan atau menempel paket di pohon perkotaan, tempat sampah, saluran drainase jalan, dan tempat area hijau yang banyak pengunjungnya.

"Biasanya paling sering barang disimpan di pohon dan tong sampah," tambahnya.

Kini, para pelaku mendekam di sel tahanan Polres Tasikmalaya Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Mereka di jerat Undang-undang Narkotika dengan ancaman hukuman berbeda-beda sesuai kasusnya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Kades Jadi Bandar Sabu, Tewas Ditembak Polisi hingga Punya Senjata Api Pabrikan

Mantan Kades Jadi Bandar Sabu, Tewas Ditembak Polisi hingga Punya Senjata Api Pabrikan

Regional
Penetapan Bupati dan Wabup Gresik Terpilih Digelar dengan Protokol Kesehatan, Ini Jadwalnya

Penetapan Bupati dan Wabup Gresik Terpilih Digelar dengan Protokol Kesehatan, Ini Jadwalnya

Regional
KPU Cianjur Tetapkan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Hasil Pilkada

KPU Cianjur Tetapkan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Hasil Pilkada

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 21 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 21 Januari 2021

Regional
KPU Tetapkan Sri Sumarni sebagai Bupati Grobogan Terpilih

KPU Tetapkan Sri Sumarni sebagai Bupati Grobogan Terpilih

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 21 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 21 Januari 2021

Regional
Selama 6 Bulan, Pemerintah Beri Dana Tunjangan Korban Longsor Sumedang

Selama 6 Bulan, Pemerintah Beri Dana Tunjangan Korban Longsor Sumedang

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 21 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 21 Januari 2021

Regional
Andriana Simenova, Turis Asal Slovakia Itu Tewas di Tangan Mantan Kekasihnya

Andriana Simenova, Turis Asal Slovakia Itu Tewas di Tangan Mantan Kekasihnya

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 21 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 21 Januari 2021

Regional
Curhat Dewi Digugat Anak Soal Fortuner: Saya Tak Sewa Pengacara, Allah Pembela Saya

Curhat Dewi Digugat Anak Soal Fortuner: Saya Tak Sewa Pengacara, Allah Pembela Saya

Regional
20 Hari Jalani Isolasi Mandiri, Khofifah Masih Positif Covid-19

20 Hari Jalani Isolasi Mandiri, Khofifah Masih Positif Covid-19

Regional
Gibran Rakabuming Resmi Ditetapkan sebagai Wali Kota Solo Terpilih

Gibran Rakabuming Resmi Ditetapkan sebagai Wali Kota Solo Terpilih

Regional
Tak Punya Biaya Bantu Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri, Pemkab Gunungkidul Minta Bantuan

Tak Punya Biaya Bantu Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri, Pemkab Gunungkidul Minta Bantuan

Regional
Bangkai Paus Sepanjang 13,8 Meter Terdampar di Pantai Bali

Bangkai Paus Sepanjang 13,8 Meter Terdampar di Pantai Bali

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X