Polisi Telusuri Dugaan Oknum TNI Jadi Pelaku Penembakan 3 Warga Prabumulih 

Kompas.com - 06/12/2018, 22:02 WIB
Lokasi rumah milik Deni Faisal yang ditemukan tewas bersama dua rekannya di Jalan Aroe RT 05 RW 03 Keluragan Gunung Ibul Barat, Kecamatan Prabumulih kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (6/12/2018). ISTIMEWA Lokasi rumah milik Deni Faisal yang ditemukan tewas bersama dua rekannya di Jalan Aroe RT 05 RW 03 Keluragan Gunung Ibul Barat, Kecamatan Prabumulih kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (6/12/2018).

PRABUMULIH,KOMPAS.com - Munculnya dugaan pelaku pembunuhan tiga warga Prabumulih adalah seorang anggota TNI berinisial Serka KC saat ini masih dikembangkan polisi.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk mengatakan, Serka KC ditemukan dalam kondisi sekarat tak jauh dari lokasi kejadian dengan luka tembak di bagian kepala

Setelah itu, mereka langsung melakukan pertolongan dengan membawanya ke rumah sakit AR Bunda Prabumulih. 

"Sudah kami identifikasi, dugaannya salah satu korban yang sekarat itu ada keterlibatan atau tidak. Dugaannya memang yang bersangkutan (pelaku). Tapi masih kami cek,"kata Tito, Kamis (6/12/2018). 

Soal senjata yang digunakan, sambung Tito, pihaknya masih melakukan penyelidikan apakah rakitan atau organik. 

"Nanti akan dicek dulu, senjata apa," ujarnya.

Baca juga: Pengakuan Tetangga Soal 3 Warga Tewas dengan Luka Tembak di Kepala  

Kapendam II Sriwijaya Kolonel Djohan Darmawan sebelumnya membenarkan salah satu anggota mereka hendak melakukan aksi bunuh diri dengan menembak kepala sendiri.  

Namun, Djohan belum bisa memberikan keterangan jelas keterkaitan Serka KC. 

"Benar, ada anggota TNI Serka KC mencoba bunuh diri. Tapi kami belum ketahui korelasinya seperti apa," kata Djohan saat dikonfirmasi, Kamis (6/12/2018). 

Djohan melanjutkan, saat ini kasus tersebut masih dildalami oleh Denpom II Sriwijaya. 

"Tidak tahu bunuh diri apa motifnya, ini yang masih didalami," ujarnya. 


Terkini Lainnya

Potensi Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno Dinilai Belum Dioptimalkan

Potensi Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno Dinilai Belum Dioptimalkan

Nasional
Ganjar Pranowo Pastikan UNBK Hari Pertama Berjalan Lancar

Ganjar Pranowo Pastikan UNBK Hari Pertama Berjalan Lancar

Regional
Kronologi Kecelakaan Maut di Jambi, 5 Pegawai Bank Tewas Terjebak di Mobil yang Terbakar

Kronologi Kecelakaan Maut di Jambi, 5 Pegawai Bank Tewas Terjebak di Mobil yang Terbakar

Regional
Pentagon Sepakat Kucurkan Dana Rp 14 Triliun untuk Bangun Tembok Perbatasan

Pentagon Sepakat Kucurkan Dana Rp 14 Triliun untuk Bangun Tembok Perbatasan

Internasional
Ketika Jokowi dan Prabowo Mengaku Kerap Dihina dan Difitnah...

Ketika Jokowi dan Prabowo Mengaku Kerap Dihina dan Difitnah...

Nasional
Masih Bingung Pilih Calon Pemimpin? Saksikan 'KandidatFest'!

Masih Bingung Pilih Calon Pemimpin? Saksikan "KandidatFest"!

Nasional
26 Maret 1885, Kremasi Dilegalkan di Inggris

26 Maret 1885, Kremasi Dilegalkan di Inggris

Internasional
Tak Laporkan Dana Kampanye, 4 Parpol di Ngada Flores Didiskualifikasi dari Pileg 2019

Tak Laporkan Dana Kampanye, 4 Parpol di Ngada Flores Didiskualifikasi dari Pileg 2019

Regional
Ini Tarif Baru Ojek Online di Sumatera, Jawa dan Bali Mulai Mei 2019

Ini Tarif Baru Ojek Online di Sumatera, Jawa dan Bali Mulai Mei 2019

Regional
Transjakarta ke Pondok Cabe dan UI Diminati Masyarakat, tapi Terkendala Macet

Transjakarta ke Pondok Cabe dan UI Diminati Masyarakat, tapi Terkendala Macet

Megapolitan
Ratna Sarumpaet Keluhkan Kondisi Tahanan Polda Metro Jaya

Ratna Sarumpaet Keluhkan Kondisi Tahanan Polda Metro Jaya

Megapolitan
Mulai April 2019, Alat Perekam Transaksi 'Online' Digunakan di Kepulauan Riau

Mulai April 2019, Alat Perekam Transaksi "Online" Digunakan di Kepulauan Riau

Nasional
MRT Sasar Pekerja di Sudirman-Thamrin

MRT Sasar Pekerja di Sudirman-Thamrin

Megapolitan
Ayah Korban Penembakan Massal SD Sandy Hook Tewas, Diduga Bunuh Diri

Ayah Korban Penembakan Massal SD Sandy Hook Tewas, Diduga Bunuh Diri

Internasional
Moeldoko Sebut Bencana di Lombok dan Papua Masih Jadi Urusan Pemerintah Daerah

Moeldoko Sebut Bencana di Lombok dan Papua Masih Jadi Urusan Pemerintah Daerah

Regional

Close Ads X