Pukat UGM: Pelaporan Ahmad Basarah soal Dugaan Penghinaan Soeharto Tidak Tepat

Kompas.com - 06/12/2018, 18:57 WIB
Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM), Oce Madril ketika ditemui di Hotel Aston Jember, Jawa Timur, Minggu (12/11/2017).KOMPAS.com/ MOH NADLIR Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM), Oce Madril ketika ditemui di Hotel Aston Jember, Jawa Timur, Minggu (12/11/2017).

JEMBER, KOMPAS.com - Pelaporan sejumlah pihak terhadap Ahmad Basarah kepada kepolisian terkait pernyataan Soeharto guru korupsi dinilai tidak tepat.

Hal itu disampaikan Ketua Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gajah Mada (UGM), Oce Madril, usai menghadiri acara konferensi hukum nasional, yang diselenggarakan Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (Puskapsi) Fakultas Hukum Universitas Jember, Jawa Timur, Kamis (6/12/2018).

“Menurut saya itu tidak perlu, karena apa yang disampaikan Ahmad Basarah, itu bagian menyampaikan pendapat,” kata Oce kepada Kompas.com, Kamis.

Menurut Oce, pendapat Ahmad Basarah tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, banyak hasil penelitian yang dilakukan akademisi yang menyatakan bahwa presiden yang tidak memiliki komitmen anti-korupsi itu Soeharto.


“Termasuk penelitian saya yang berkesimpulan demikian. Dan saya bukan satu-satunya peneliti yang mengatakan demikian, banyak penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya,” tegasnya.

Baca juga: Wasekjen PDI-P Dilaporkan ke Bawaslu atas Tuduhan Menghina Soeharto

Oce menyarankan, jika memang tidak setuju dengan pernyataan Ahmad Basarah, semestinya dibantah dengan argumen. Namun, argumen tersebut harus memiliki landasan dan disertai data.

“Saya khawatir kalau pendapat itu kemudian dikriminalkan, ada berapa banyak peneliti seperti saya ini yang kemudian akan bernasib serupa,” tambahnya.

Oce menambahkan, dari hasil penelitiannya selama lima tahun, dari rezim orde lama, orde baru, dan reformasi, dapat disimpulkan bahwa rezim orde baru lah yang paling korup.

“Ada banyak indikator yang bisa dilihat, salah satunya adalah sistem kekuasaan Soeharto, dibangun dengan cara korupsi. Banyak keputusan yang dikeluarkan rezim orde baru, yang justru menguntungkan keluarga dan kroni- kroninya,” terangnya.

Seperti diberitakan, Wakil Sekretaris Jenderal PDI-P Ahmad Basarah dilaporkan ke Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Senin (3/11/2018) malam.

Baca juga: Partai Berkarya Berencana Polisikan Ahmad Basarah Gara-gara Soeharto Guru Korupsi

Pelapor diketahui atas nama Anhar. Basarah dilaporkan atas dugaan tindak pidana penghinaan dan penyebaran berita bohong (hoaks). Basarah dianggap menghina mantan Presiden Soeharto dengan sebutan guru korupsi.



Terkini Lainnya

Seorang Ibu Rumah Tangga Tewas di Teras Rumah, Diduga Korban Perampokan

Seorang Ibu Rumah Tangga Tewas di Teras Rumah, Diduga Korban Perampokan

Regional
Dianggap Banyak Kecurangan, Massa Usul tes Urine untuk Komisioner KPU dan Bawaslu

Dianggap Banyak Kecurangan, Massa Usul tes Urine untuk Komisioner KPU dan Bawaslu

Regional
Asyik Ngopi di Halaman Rumah, Seorang Warga Diserang Harimau

Asyik Ngopi di Halaman Rumah, Seorang Warga Diserang Harimau

Regional
Terkait Tewasnya Anggota TNI, Polres Jayapura Kota Tetapkan Tiga Tersangka

Terkait Tewasnya Anggota TNI, Polres Jayapura Kota Tetapkan Tiga Tersangka

Regional
Selama Masa Lebaran, Peserta BPJS Kesehatan Bebas Berobat di Mana Saja

Selama Masa Lebaran, Peserta BPJS Kesehatan Bebas Berobat di Mana Saja

Regional
Di Aceh, Kereta Perintis Jadi Wisata Transportasi untuk Anak

Di Aceh, Kereta Perintis Jadi Wisata Transportasi untuk Anak

Regional
22 Titik Jalur Mudik Rawan Macet di Jatim, 6 Titik Ada di Tol

22 Titik Jalur Mudik Rawan Macet di Jatim, 6 Titik Ada di Tol

Regional
Rumah Sakit Jiwa Bengkulu Benarkan Rawat Pasien Stres karena Pemilu

Rumah Sakit Jiwa Bengkulu Benarkan Rawat Pasien Stres karena Pemilu

Regional
7 Fakta Siswa Tak Lulus Karena Kritisi Kepsek, Ingin Kuliah Hukum hingga Berpelukan dengan Kepsek

7 Fakta Siswa Tak Lulus Karena Kritisi Kepsek, Ingin Kuliah Hukum hingga Berpelukan dengan Kepsek

Regional
Begal di Jalur Mudik Aceh-Medan Libatkan Siswa SMA

Begal di Jalur Mudik Aceh-Medan Libatkan Siswa SMA

Regional
Antraks di Gunungkidul Yogyakarta Belum Menular ke Manusia

Antraks di Gunungkidul Yogyakarta Belum Menular ke Manusia

Regional
Melaut untuk Belikan Baju Lebaran Anak Istri, Nelayan Ini Hilang Terseret Gelombang

Melaut untuk Belikan Baju Lebaran Anak Istri, Nelayan Ini Hilang Terseret Gelombang

Regional
Seragam Mirip TNI Diamankan dari Lokasi Perusakan Kantor Polsek di Sampang

Seragam Mirip TNI Diamankan dari Lokasi Perusakan Kantor Polsek di Sampang

Regional
 Sebarkan Ujaran Kebencian Kepada Kepala Negara, PNS di Aceh Ditangkap

Sebarkan Ujaran Kebencian Kepada Kepala Negara, PNS di Aceh Ditangkap

Regional
Sempat Meroket, Harga Cabai Rawit di Timika Kembali Turun

Sempat Meroket, Harga Cabai Rawit di Timika Kembali Turun

Regional

Close Ads X