Reaktivasi Jalur Kereta, Tahun Depan Tarif Garut-Jakarta Hanya Rp 26.000

Kompas.com - 06/12/2018, 15:29 WIB
Ilustrasi kereta api KOMPAS / AGUS SUSANTOIlustrasi kereta api

BANDUNG, KOMPAS.com – Sejumlah jalur kereta tengah direaktivasi. Salah satunya jalur Garut-Cibatu.

Jalur yang terakhir dioperasikan tahun 1983 itu nantinya akan terkoneksi ke Jakarta. Sebab, saat ini jalur yang ada baru Cibatu-Purwakarta.

“Tahun depan ditargetkan selesai,” ujar Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Joni Martinus, Kamis (6/12/2018).

Joni menjelaskan, dengan reaktivasi ini, masyarakat bisa menggunakan kereta dari Garut ke Jakarta dengan tarif yang sangat murah.

Tarif Garut-Jakarta hanya Rp 26.000. Kalau tarif Garut-Cibatu sekitar Rp 5.000-an,” ungkapnya.

Dengan tarif yang murah, ia berharap, masyarakat memiliki banyak alternatif dalam menggunakan transportasi.

Baca juga: Reaktivasi Jalur Kereta Cibatu-Garut, 1.077 Bangunan Dibongkar

Sebelumnya, reaktivasi jalur Cibatu-Garut memasuki tahapan pembongkaran 1.077 bangunan di sepanjang jalur.

Setelah melakukan pembongkaran, akan dilakukan ground breaking. Kemudian penimbunan tanah dan mendatangkan berbagai material, seperti rel dan bantalan.

“Sistem persinyalannya juga dipantau. Setelah selesai semua, baru bisa dibuka,” ucapnya.

Baca juga: PKB: Reaktivasi 4 Jalur Kereta, Terobosan Baru bagi Jawa Barat

Catatan Kompas.com, tarif Garut-Jakarta Rp 26.000 menjadi yang termurah. Saat ini, ongkos termurah untuk jalur tersebut ada pada bus ekonomi dengan tarif Rp 50.000-an.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Status Bencana Naik, Gugus Tugas Covid-19 Sumut Dipimpin Gubernur dan Pangdam

Status Bencana Naik, Gugus Tugas Covid-19 Sumut Dipimpin Gubernur dan Pangdam

Regional
Satu Jemaah Tabligh Asal Lampung Positif Covid-19 di Bengkulu

Satu Jemaah Tabligh Asal Lampung Positif Covid-19 di Bengkulu

Regional
Seorang Pria di Kupang Cabuli Calon Anak Tirinya, Kepergok Ibu Korban

Seorang Pria di Kupang Cabuli Calon Anak Tirinya, Kepergok Ibu Korban

Regional
Upaya Pemkot Balikpapan Cegah Corona, Penutupan Ruas Jalan hingga Penerapan Jam Malam

Upaya Pemkot Balikpapan Cegah Corona, Penutupan Ruas Jalan hingga Penerapan Jam Malam

Regional
Rumah Zakat Kirim Paket Makanan ke Warga Terdampak Corona, Dibeli dari Warung Kecil dan Diantar Ojek Online

Rumah Zakat Kirim Paket Makanan ke Warga Terdampak Corona, Dibeli dari Warung Kecil dan Diantar Ojek Online

Regional
Fakta Karantina Wilayah Surabaya, Akses Khusus Pelat L, Orang yang Masuk Disterilkan

Fakta Karantina Wilayah Surabaya, Akses Khusus Pelat L, Orang yang Masuk Disterilkan

Regional
Khawatir Terjangkit Corona, Puluhan Warga Manggarai Timur Memilih Tinggal di Kebun

Khawatir Terjangkit Corona, Puluhan Warga Manggarai Timur Memilih Tinggal di Kebun

Regional
UPDATE: 1 PDP Corona di Batam Meninggal, Pasien Punya Riwayat Pergi ke Malaysia

UPDATE: 1 PDP Corona di Batam Meninggal, Pasien Punya Riwayat Pergi ke Malaysia

Regional
40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan 'Lockdown'

40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan "Lockdown"

Regional
Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Regional
TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain 'Lockdown' Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain "Lockdown" Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

Regional
Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Regional
Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Regional
Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Regional
Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X