Muncul Genangan Saat Hujan di Semarang, Wali Kota Awasi Pemberian IMB

Kompas.com - 06/12/2018, 10:25 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berswafoto dengan para santriwati usai upacara peringatan Hari Santri Nasional Kota Semarang di halaman Balai Kota, Semarang, Minggu (22/10/2018). Dok Humas Pemerintah Kota SemarangWali Kota Semarang Hendrar Prihadi berswafoto dengan para santriwati usai upacara peringatan Hari Santri Nasional Kota Semarang di halaman Balai Kota, Semarang, Minggu (22/10/2018).

SEMARANG, KOMPAS.comWali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta pihak pengembang perumahan atau developer untuk ikut membangun wilayah serapan air di tempat yang sedang dikerjakan.

Para developer juga diminta memperhatikan saluran pembuangan air agar tidak terjadi genangan.

“Ke depan, kami akan awasi secara ketat penetapan IMB terhadap developer. Saya ingin secara profesioal bahwa izin itu tidak hanya dilihat dari rumah yang akan dibangun melainkan juga dampaknya,” ujar Hendrar, Kamis (6/12/2018).

Baca juga: Menangkap Kembali Harimau yang Lepas di Kebun Binatang Semarang, dari Harimau Berontak hingga Ditembak Bius

Beberapa hari belakangan, sejumlah jalan protokoler di Kota Semarang tergenang banjir saat hujan. Sejumlah jalan yang tergenang antara lain Jalan Pahlawan, Jalan Depok, Jalan Imam Bonjol, serta jalan protokol lain.

Selain itu, di tanjakan Unnes beberapa hari lalu air hujan tidak mengalir ke saluran air, melainkan di jalanan. Akibatnya, banyak pengendara yang terjebak dengan arus deras di jalan. Video itu melawan arus air di Unnes bahkan sempat viral di media sosial.

Dijelaskan Hendrar, kontur wilayah Semarang cukup unik karena ada bukit, dataran rendah dan wilayah pantai. Oleh karena itu, hal-hal seperti banjir, longsor bisa saja terjadi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kisah Profesor Unnes, Ubah Daun jadi Lukisan Bernilai Jutaan Rupiah

Oleh karena itu, pihaknya ingin agar di wilayah hulu atau di sekitar Gunungpati, Mijen, Banyumanik, dan Tembalang memperhatikan pelestarian lingkungan. Caranya dengan membentuk hutan, menanam pohon atau membuat ruang terbuka hijau.

“Air hujan harus ditahan dengan cara pelestarian lingkungan. Ruang terbuka hijau harus berfungsi dengan semestinya, atau alternatif lainnya di wilayah atas diberi tambahan embung agar air tidak langsung ke bawah,” katanya.

Sementara terkait banjir di wilayah Semarang bagian Timur ditangani dengan penyedotan pompa. Berbarengan dengan itu, di wilayah terkait juga sedang dikerjakan normalisasi Kanal Banjir Timur, normalisasi Kali Seringin, normalisasi Kali Babon, dan Kali Tenggang.

“Namun masalahnya hujan datang lebih dulu sehingga proyek yang saat ini dikerjakan terkesan tidak dapat mengcover curah hujan dan rob,” tambahnya.

Hendrar optimis ketika semua proyek tuntas dibangun, serta semua pompa terpasang, ia yakin banjir dan rob di Semarang Timur, Kaligawe akan terkendali. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X