5 Fakta Kisah Jimmi Usai Disandera KKB, Dihujani Tembakan hingga Penyerangan Pos TNI

Kompas.com - 06/12/2018, 08:55 WIB
Lokasi pembantaian 31 pekerja oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua.KOMPAS.com/ DOKUMEN KEMENTERIAN PUPR Lokasi pembantaian 31 pekerja oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua.

KOMPAS.com - Para pekerja dijemput paksa oleh Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB) di camp pekerja di Ndago. Lalu, puluhan pekerja tersebut digiring menuju Puncak Kabo dengan kondisi tangan terikat.

Ditengah perjalanan, para anggota KKB menari-nari dan sambil berteriak-teriak. Tiba-tiba suara letusan senjata api menggelegar bersahut-sahutan dari moncong senjata anggota KKB. 

Satu demi satu para pekerja bergelimpangan ke tanah. Saat itu, Jimmi Aritonang memilih menjatuhkan tubuhnya dan berpura-pura mati.


Cara tersebut ternyata berhasil menyelamatkan nyawa Jimmi. Saat ini Jimmi sedang dirawat dan mendapat pendampingan petugas medis di Wamena.

Berikut ini fakta kesaksian Jimmi lolos dari aksi brutal KKB di Puncak Kabo.

1. KKB mendatangi camp pekerja saat para pekerja libur

Jimmi Aritonang (baju hitam) salah satu pekerja pembangunan jembatan yang berhasil dievakuasi ke Wamena. Dok. Istimewa Jimmi Aritonang (baju hitam) salah satu pekerja pembangunan jembatan yang berhasil dievakuasi ke Wamena.

Jimmi Aritonang adalah salah satu pekerja PT Istaka Karya yang berhasil selamat dari aksi pembantaian KKB di Nduga.

Dari keterangan Jimmi kepada aparat penegak hukum, pada tanggal 1 Desember 2018 seluruh karyawan PT Istaka Karya memutuskan untuk libur.

Alasannya, pada hari itu ada upacara peringatan yang diklaim sebagai HUT Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPNOPM).

Upacara tersebut dilaksanakan kelompok KKB dan dimeriahkan dengan upacara bakar batu bersama masyarakat.

Saat para pekerja menikmati hari libur, camp para pekerja didatangi KKB dengan menyandang senjata lengkap.

“Sekira pukul 15.00 WIT, kelompok KKB mendatangai Kamp PT Istaka Karya dan memaksa seluruh karyawan berjumlah 25 orang keluar, selanjutnya digiring menuju kali Karunggame dalam kondisi tangan terikat dan dikawal sekitar 50 orang KKB bersenjata campuran standar militer,” kata Kepala Penerangan Kodam XVII/ Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi.

Baca Juga: Pengakuan Korban Selamat Pembantaian Pekerja di Nduga Papua, 19 Orang Dipastikan Dibunuh

Halaman Berikutnya
Halaman:


Terkini Lainnya


Close Ads X