Ridwan Kamil Sebut Anggaran untuk Penataan Sungai Citarum Masih Kurang

Kompas.com - 05/12/2018, 15:47 WIB
Menkomaritim Luhut Binsar Pandjaitan bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Bupati Bandung Dadang Naser saat menggelar rapat membahas Sungai Citarum, di Sektor 8 Jalan Cicukang, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu (5/12/2018). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIMenkomaritim Luhut Binsar Pandjaitan bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Bupati Bandung Dadang Naser saat menggelar rapat membahas Sungai Citarum, di Sektor 8 Jalan Cicukang, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu (5/12/2018).


BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, anggaran untuk penataan Sungai Citarum masih kurang.

Sebelumnya, pemerintah pusat memberikan dana sekitar Rp 640 miliar untuk proyek penataan Sungai Citarum.

Hal itu dikatakan Ridwan, usai menghadiri rapat terbuka membahas masalah Citarum bersama Menkomaritim Luhut Binsar Pandjaitan, di Sektor 8 Citarum, Jalan Cicukang, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu (5/12/2018).

"Dana dari pusat Rp 600 miliar, dari Pempov Jabar Rp 100 miliar. Itu masih kurang karena butuhnya triliunan untuk Citarum mah," ungkap Emil, sapaan akrabnya.

Baca juga: Soal Penataan Citarum, Menko Luhut Sebut Akan Dukung Habis-habisan

Ia mengatakan, anggaran itu akan dialokasikan untuk membeli berbagai alat seperti ekskavator dan pengeruk sampah. Dana itu juga akan dipakai untuk membeli lahan dalam proyek kolam retensi.

"Tahun 2019, kita ajukan Rp 600 miliar untuk beli ekskavator, penampungan sampah dan pembebasan lahan untuk danau retensi. Karena masalahnya ada sedimen, sampah, dan banjir, semuanya dapat anggaran," tutur dia.

Emil menuturkan, program penataan Sungai Citarum akan segera dirapatkan untuk dieksekusi mulai awal tahun depan.

"Akan dirapatkan secepatnya. Alhamdulillah, progres dari hulu ke hilirnya luar biasa, jadi kita optimis dalam 5 tahun ini selesai," ucap dia.

Baca juga: Ini Solusi untuk Sungai Citarum yang Dipaparkan Ridwan Kamil di Depan Menteri Luhut

Dalam sesi rapat, Emil sempat mendapat keluhan soal sulitnya mengajukan penggunaan lahan milik BBWS untuk dijadikan tempat pembuangan sampah sementara.

Ia mengatakan, masalah itu akan segera dilaporkan kepada Menteri PUPR.

"Ini hanya masalah diskresi bahwa di bantaran harus ada izin menteri dan itu diselesaikan oleh level Pak Menteri. Saya kira dua hari selesai," ujar Emil.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengamat: Menteri Agama Dijabat Purnawirawan TNI, Wajar Kiai NU Kecewa

Pengamat: Menteri Agama Dijabat Purnawirawan TNI, Wajar Kiai NU Kecewa

Regional
Duduk Perkara Kasus Penusukan Mata 12 Kucing, Pelaku Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa

Duduk Perkara Kasus Penusukan Mata 12 Kucing, Pelaku Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kiai Protes Jabatan Menteri Agama ke PBNU | Risma Akui Rugi Tolak Jadi Menteri

[POPULER NUSANTARA] Kiai Protes Jabatan Menteri Agama ke PBNU | Risma Akui Rugi Tolak Jadi Menteri

Regional
Pasien Demam Berdarah di Cianjur Bertambah Jadi 22 Orang

Pasien Demam Berdarah di Cianjur Bertambah Jadi 22 Orang

Regional
Puslabfor Ambil Sampel di Lokasi Kebakaran Pipa Pertamina Cimahi

Puslabfor Ambil Sampel di Lokasi Kebakaran Pipa Pertamina Cimahi

Regional
Ganjar Apresiasi Terpilihnya Tito Karnavian Sebagai Mendagri

Ganjar Apresiasi Terpilihnya Tito Karnavian Sebagai Mendagri

Regional
Surabaya Bakal Punya Layanan Kedokteran Nuklir, Warga Tak Perlu Terapi ke Luar Kota

Surabaya Bakal Punya Layanan Kedokteran Nuklir, Warga Tak Perlu Terapi ke Luar Kota

Regional
Pilkada Surabaya, Risma Akui Diminta Pendapat Megawati Soal Calon Wali Kota dari PDIP

Pilkada Surabaya, Risma Akui Diminta Pendapat Megawati Soal Calon Wali Kota dari PDIP

Regional
Dalam 7 Bulan, 186 Orang Meninggal karena Kecelakaan di Banyumas

Dalam 7 Bulan, 186 Orang Meninggal karena Kecelakaan di Banyumas

Regional
Bersembunyi 2 Tahun dengan Nama Palsu, Buronan Koruptor Ini Akhirnya Ditangkap

Bersembunyi 2 Tahun dengan Nama Palsu, Buronan Koruptor Ini Akhirnya Ditangkap

Regional
Api di Gunung Tampomas Masih Menyala, Luas Lahan yang Terbakar Capai 154 Hektare

Api di Gunung Tampomas Masih Menyala, Luas Lahan yang Terbakar Capai 154 Hektare

Regional
Asosiasi Tradisi Lisan Gelar Munas dan Seminar Internasional di Makassar

Asosiasi Tradisi Lisan Gelar Munas dan Seminar Internasional di Makassar

Regional
Kepala Daerah di Maluku Diminta Tak Takut dengan KPK

Kepala Daerah di Maluku Diminta Tak Takut dengan KPK

Regional
Tak Ingin Ada OTT, Wakil Ketua KPK Minta Kepala Daerah di Maluku Tak Berbuat Tercela

Tak Ingin Ada OTT, Wakil Ketua KPK Minta Kepala Daerah di Maluku Tak Berbuat Tercela

Regional
Dalam Sepekan Terjadi 3 Kecelakaan di Lampung, 12 Orang Tewas

Dalam Sepekan Terjadi 3 Kecelakaan di Lampung, 12 Orang Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X