Soal Penataan Citarum, Menko Luhut Sebut Akan Dukung Habis-habisan

Kompas.com - 05/12/2018, 14:20 WIB
Menkomaritim Luhut Binsar Pandjaitan saat meninjau kondisi oxbow Cicukang, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu (5/12/2018). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIMenkomaritim Luhut Binsar Pandjaitan saat meninjau kondisi oxbow Cicukang, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu (5/12/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Menko Kemaritiman Luhit Binsar Panjaitan mengaku siap pasang badan dalam pendanaan proyek penataan Sungai Citarum.

Hal itu dikatakan Luhut saat hadir dalam rapat membahas Citarum di Sektor 8, Jalan Cicukang, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu (5/12/2018).

"Pak Gubernur sebagai Dansatgas, saya akan back up habis-habisan karena pendanaan itu menjadi kunci," ujar Luhut.

Seperti diketahui, pemerintah pusat memberi anggaran sekitar Rp 640 miliar untuk penataan Sungai Citarum tahun 2019.

Ia pun mengaku sudah mengetahui berbagai program yang digagas Ridwan Kamil untuk tahun depan.

"Programnya nggak khawatir, Pak Gubernur sudah buat. Mimpi-mimpi tadi bisa kita wujudkan," ujarnya.

Baca juga: Ini Solusi untuk Sungai Citarum yang Dipaparkan Ridwan Kamil di Depan Menteri Luhut

Namun, Luhut berpesan agar eksekusi program Citarum harus terkoordinasi. Ia juga meminta agar semua elemen masyarakat turut dilibatkan dalam penataan Citarum.

"Jangan ada pengelompokan-pengelompokan. Insya Allah akan maksimum, jangan ada yang merasa paling lebih, semuanya sama saja. Semua harus berkolaborasi, yang sulit di negeri ini pengalaman saya berbelas tahun itu, semua merasa paling penting. Jadi kalau dia sudah menteri, pejabat, orang lain harus datang ke dia, enggak dong kamu juga harus turun ke bawah," tuturnya.

Luhut menilai, persoalan Citarum menjadi tanggung jawab bersama. Sebab itu, ia berharap agar ego sektoral dikesampingkan dalam program Citarum.

"Masalah Citarum kan masalah kita rame-rame, yang memutuskan ya rame-rame. Kan sekarang ada ketua Satgas Pak Gubernur, nah biarlah dia yang memutuskan. Kita memberikan masukan. Saya di Jakarta umbrella-nya saja, pokoknya hajar saja. Kepentingan nasional kata kuncinya, jangan ada ketakutan membuat keputusan yang menurut saya untuk kepentingan publik," jelasnya.

Baca juga: Soal Citarum, Ridwan Kamil Minta Seluruh Elemen Kompak



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X