Banjir Melanda Kota Semarang, Drainase Tersumbat hingga Permintaan Maaf Ganjar

Kompas.com - 05/12/2018, 10:58 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengecek lansung banjir yang terjadi di Kaligawe, Kota Semarang, Selasa (4/12/2018). Dok. Humas Pemprov JatengGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengecek lansung banjir yang terjadi di Kaligawe, Kota Semarang, Selasa (4/12/2018).

KOMPAS.com - "... Semarang kaline banjir Jo semelang rak dipikir Jangkrik upo sobo ning tonggo Melumpat ning tengah jogan...". (..Semarang sungainya banjir, jangan khawatir tidak dipikirkan, Belalang bermain di rumah tetangga, melompat di tengah lantai rumah..)

Penggalan lirik lagu Jangkrik Genggong yang dinyanyikan Waldjinah tersebut sesuai dengan kondisi Kota Semarang saat ini.

Sejumlah wilayah di Kota Lumpia tersebut tergenang banjir. Aktivitas warga terganggu dan sejumlah warga khawatir kapan banjir akan surut.

Berikut ini fakta di balik musibah banjir di Kota Semarang:

1. Sejumlah jalan protokoler tergenang banjir

Banjir di Kaligawe, Semarang, Selasa (4/12/2018)Dok. Humas Provinsi Jateng Banjir di Kaligawe, Semarang, Selasa (4/12/2018)

Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, segera memperbaiki saluran drainase di jalan protokoler di kota tersebut.

Hal itu dilakukan karena banyak jalan protokoler saat hujan mengalami genangan.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, genangan air akan diatasi dengan perbaikan drainase.

"Kami fokus perbaiki saluran gendong. Dengan begitu, genangan air di jalan raya dapat tertampung masuk ke saluran," ucap Hendrar, saat dikonfirmasi, Selasa (4/12/2018).

Sejumlah jalan protokoler yang tergenang banjir saat hujan antara lain, Jalan Pahlawan, Jalan Depok, Jalan Imam Bonjol, Jalan Ranggawarsita, hingga sejumlah jalan protokol lain.

Baca Juga: Jalan Protokoler Tergenang Saat Hujan, Ini Upaya Pemkot Semarang

2. Drainase tersumbat menyebabkan banjir di Semarang

Ilustrasi banjirTOTO SIHONO Ilustrasi banjir

Banjir yang melanda Kota Semarang diyakini karena masalah drainase yang tersumbat. Pemerintah Kota Semarang diminta segera menangani masalah tersebut.

"Berdasar pengalaman tahun-tahun lalu, genangan di jalanan itu karena drainase yang tersumbat," kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, Ruhban Ruzziyatno, saat dihubungi, Selasa (4/12/2018).

Ruhban menjelaskan, genangan yang terjadi karena drainase yang ada di sisi jalan tertutup, baik oleh sampah maupun toko. Ketika terjadi hujan, air yang ada di jalanan tidak dapat mengalir ke drainase.

"Saat hujan seperti kemarin, sungai itu masih kosong. Airnya tidak banyak mengalir ke drainase. Artinya itu banyak yang ketutup," tambahnya.

Baca Juga: 5 Bencana Banjir di Sejumlah Daerah, Pengungsi Gempa Terkena Banjir hingga 7 Desa Terendam

3. Ini kata Ganjar terkait banjir di Semarang

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkomentar singkat atas penggeledahan ruang kerja Bupati Jepara, Jateng, Ahmad Marzuki, Selasa (4/12/2018) petang.KOMPAS.com/NAZAR NURDIN Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkomentar singkat atas penggeledahan ruang kerja Bupati Jepara, Jateng, Ahmad Marzuki, Selasa (4/12/2018) petang.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau langsung daerah yang terkena banjir, antara lain di Kaligawe, Kota Semarang, Selasa (4/12/2018).

Ganjar berkeliling lokasi dan melihat langsung dampak banjir. Banjir ternyata tidak hanya di jalanan, namun telah merambah ke pemukiman penduduk.

"Saya meminta maaf kepada warga atas ketidaknyamanan ini. Saya merasa bertanggung jawab, makanya saya hari ini langsung meninjau kondisi banjir ini," kata Ganjar.

Pemerintah, sambung dia, tidak akan diam melihat banjir yang terjadi. Pemerintah mengupayakan agar jalanan dan rumah warga secepatnya bisa kering.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Tinjau Lokasi Banjir di Semarang

4. Langkah Ganjar atasi banjir

Dua pompa air mobile yang dipasang oleh Sudin SDA Jakarta Timur untuk mengantisipasi banjir di wilayah Cakung, Selasa (4/12/2018)KOMPAS.com/Ryana Aryadita Dua pompa air mobile yang dipasang oleh Sudin SDA Jakarta Timur untuk mengantisipasi banjir di wilayah Cakung, Selasa (4/12/2018)

Salah satu yang dilakukan adalah dengan memperbanyak pompa untuk menyedot air di jalanan.

"Sekarang dilakukan tindakan darurat. Kami sudah sediakan enam pompa baru di daerah Kaligawe ini, yang mudah-mudahan bisa membantu menyelesaikan," kata Ganjar, seusai meninjau lokasi banjir, Selasa (4/12/2018).

Banjir di jalanan, terutama di Pantura Kaligawe, kerap membuat akses transportasi tersendat. Tidak jarang kendaraan yang terkena air juga mogok di tengah jalan. Hal itu menambah kemacetan lalu lintas.

Ganjar pun meminta agar disediakan mobil derek di dekat lokasi banjir. Jika sewaktu mogok, mobil derek bisa segera melakukan tindakan.

"Mobil derek perlu standby di lokasi. Itu bantu mereka yang mogok," ucap dia.

Baca Juga: Upaya Gubernur Ganjar Pranowo Atasi Banjir di Semarang 

5. BBWS Pemali Juwana kerahkan pompa mobile untuk atasi banjir

ilustrasi hujanshutterstock ilustrasi hujan

Dua unit pompa mobile dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana diperbantukan untuk mengatasi banjir dan rob di wilayah Kaligawe, Semarang.

Dua pompa mobile tersebut memiliki kapasitas 2000 kubik per detik. Sebelumnya di lokasi tersebut sudah ada pompa kecil.

"Untuk di Kaligawe kemarin sudah ada 3 pompa kapasitas 600 kubik per detik dari Pemkot Semarang, lalu disusulkan lagi dua pompa mobile dari kami," ucap Kepala BBWS Pemali Juwana Kementerian PUPR Ruhban Ruzziyatno, ketika dihubungi, Selasa (4/12/2018).

Total, ada 5 pompa yang bekerja di sekitar Kaligawe atau di sekitar bawah jalan tol Kaligawe.

Rinciannya, 3 pompa ukuran 600 kubik per detik dan 2 mobil pompa 2000 kubik per detik. Sementara itu, di wilayah Genuk ada 5 pompa untuk menyedot genangan di jalanan.

"Saya sudah perintahkan agar 5 pompa difungsikan di Genuk. Jadi tidak perlu menunggu rumah pompa, mudah-mudahan debitnya tidak kalah dengan hujan," kata Ruhban.

Baca Juga: Mobile Pompa Sedot Banjir di Pantura Semarang

Sumber: KOMPAS.com (Nazar Nurdin)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasangan Suami Istri Tewas Usai Pesta Minuman Keras Setelah Lebaran

Pasangan Suami Istri Tewas Usai Pesta Minuman Keras Setelah Lebaran

Regional
Sebelum New Normal, Malang Raya Jalani Masa Transisi Selama 7 Hari

Sebelum New Normal, Malang Raya Jalani Masa Transisi Selama 7 Hari

Regional
Kasus Anak Positif Covid-19 di NTB Didominasi Bayi dan Balita

Kasus Anak Positif Covid-19 di NTB Didominasi Bayi dan Balita

Regional
Saat Warga di Papua Berkebun Massal Saat Pendemi, Rawan Kelaparan dan Cegah Kesulitan Pangan

Saat Warga di Papua Berkebun Massal Saat Pendemi, Rawan Kelaparan dan Cegah Kesulitan Pangan

Regional
Seorang Pria di Blitar Tercebur ke Sumur dan Terjebak Selama 2 Hari

Seorang Pria di Blitar Tercebur ke Sumur dan Terjebak Selama 2 Hari

Regional
Update Covid-19 Mimika: Total 205 Kasus Positif, 122 Pasien Masih Dirawat

Update Covid-19 Mimika: Total 205 Kasus Positif, 122 Pasien Masih Dirawat

Regional
Knalpot Blong Picu Keributan Antarwarga di Tapanuli Selatan, 1 Orang Tewas

Knalpot Blong Picu Keributan Antarwarga di Tapanuli Selatan, 1 Orang Tewas

Regional
Ombudsman Sumsel Investigasi Pemecatan 109 Tenaga Medis Ogan Ilir

Ombudsman Sumsel Investigasi Pemecatan 109 Tenaga Medis Ogan Ilir

Regional
Update Covid-19 NTB: Bayi 9 Bulan Meninggal, Tambah 25 Kasus Positif Baru

Update Covid-19 NTB: Bayi 9 Bulan Meninggal, Tambah 25 Kasus Positif Baru

Regional
Selama 5 Hari Gunungkidul Nihil Kasus Baru VIrus Corona

Selama 5 Hari Gunungkidul Nihil Kasus Baru VIrus Corona

Regional
Seekor Dugong Diselamatkan Setelah Terjerat Pukat Nelayan di Ketapang

Seekor Dugong Diselamatkan Setelah Terjerat Pukat Nelayan di Ketapang

Regional
Khofifah: Malang Raya Penuhi 6 Syarat Transisi Menuju Fase New Normal

Khofifah: Malang Raya Penuhi 6 Syarat Transisi Menuju Fase New Normal

Regional
Kapalnya Tenggelam, 6 ABK Terapung 3 Hari di Lautan hingga Ditolong Kapal Tangker

Kapalnya Tenggelam, 6 ABK Terapung 3 Hari di Lautan hingga Ditolong Kapal Tangker

Regional
Kronologi Bentrok Warga Dua Desa di Tapanuli Selatan: Dipicu Tembakan dari Senjata Mainan hingga Massa Bakar Rumah dan Motor

Kronologi Bentrok Warga Dua Desa di Tapanuli Selatan: Dipicu Tembakan dari Senjata Mainan hingga Massa Bakar Rumah dan Motor

Regional
'Surabaya Bisa Jadi Wuhan kalau Warganya Tidak Disiplin'

"Surabaya Bisa Jadi Wuhan kalau Warganya Tidak Disiplin"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X