Kompas.com - 05/12/2018, 07:30 WIB

JOMBANG, KOMPAS.com - Kalangan difabel di Jombang, Jawa Timur, mengkritik cara kerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam mempersiapkan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Direktur Suara Difabel Mandiri (SDM), Achmad Fathul Iman mengatakan, sejauh ini KPU Jombang belum terlihat serius dalam mempersiapkan pelaksanaan Pemilu serentak tahun depan. Persiapan tersebut, khususnya yang menyangkut keberadaan pemilih dari kalangan difabel.

Menurut Iman, ada dua hal yang patut disoroti terkait kepedulian penyelenggara Pemilu 2019 terhadap kalangan difabel. Dua hal yang dimaksud, yakni soal data pemilih dari kalangan difabel, serta sosialisasi Pemilu kepada Difabel.

"KPU perlu segera menyampaikan berapa jumlah pemilih di Jombang yang difabel. Sampai sekarang kan belum jelas," kata Iman, Selasa (4/12/2018). 

Baca juga: Bidik Pemilih Pemula, Bawaslu dan KPU Jombang Lakukan Gerilya Kampus

Dikatakan, jumlah dan sebaran difabel di Kabupaten Jombang saat ini masih belum diketahui pasti. Namun, ujar Iman, masalah tersebut semestinya bisa segera dijawab oleh KPU Jombang.

Sebagai penyelenggara Pemilu, KPU memiliki perangkat penyelenggara sampai ke tingkat Kecamatan (PPK) hingga Desa (KPPS). Dengan SDM yang menyebar ke tingkat Kecamatan, data pemilih dari kalangan difabel seharusnya sudah dikantongi KPU Jombang.

Ditambahkan Iman, pemahaman difabel tentang bagaimana cara menggunakan hak pilih juga masih kurang. Sejauh ini, ungkapnya, KPU belum memahami bagaimana kondisi dan apa yang dibutuhkan kalangan difabel dalam Pemilu nanti.

"Kabarnya KPU pernah mengundang puluhan difabel ke KPU untuk sosialisasi Pemilu. Itu kan yang bisa datang. Lalu, bagaimana dengan yang tidak bisa datang dan memerlukan perlakuan berbeda," kritik Iman.

Baca juga: Sosialisasikan Pemilu, KPU Jombang Dekati Kelompok Khusus

Ketua Ikatan Penyandang Cacat (IPC) Jombang, Suliyono mengatakan, pihak penyelenggara Pemilu perlu segera mengantongi jumlah dan sebaran pemilih dari kalangan difabel.

Hal itu diperlukan agar nantinya tidak ada difabel yang gagal menggunakan hak pilih, gara-gara pihak penyelenggara Pemilu tidak bisa mendeteksi jumlah dan sebaran pemilih dari kalangan difabel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.