Hina Kapolres di Facebook, Suleman Langsung Minta Maaf

Kompas.com - 05/12/2018, 06:00 WIB
Suleman Hi Hafel, terduga pelaku penyebar konten hoaks terhadap kapolres Ternate, Maluku Utara, melalui facebook, resmi meminta maaf, Selasa (4/12/2018)KOMPAS.com/YAMIN ABD HASAN Suleman Hi Hafel, terduga pelaku penyebar konten hoaks terhadap kapolres Ternate, Maluku Utara, melalui facebook, resmi meminta maaf, Selasa (4/12/2018)

TERNATE, KOMPAS.com - Suleman Hi Hafel alias Eman (46) terpaksa berurusan dengan polisi.

Suleman adalah pelaku penyebar konten berita hoaks pengancaman atau penghinaan pencemaran nama baik, melalui akun sosmed media sosial Facebook (FB) terhadap Polres Ternate.

Wakapolres Ternate Kompol Jufri Dukomalamo dalam keterangan persnya, Selasa (04/12/2018) mengatakan, pelaku dengan sengaja mengunggah dan menyebarluaskan konten-konten negatif berupa ujaran kebencian dan berita hoaks terhadap lnstansi Polri khususnya Polres Ternate.

Pelaku juga dengan sengaja membuat dan mengupload tulisan-tulisan konten negative yang disertai dengan pengancaman, penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap korban Azhari Juanda S.l.K. selaku Kapolres Ternate.


Baca juga: Polisi Tangkap Tersangka Penyebar Hoaks, Jokowi Bilang Itu yang Namanya Nabok

Adapun cara pelaku melakukan aksinya yaitu awalnya membuka atau login melalui akun facebooknya atas nama "Suleman HI Hafel Suleman" dari handphone miliknya, kemudian pelaku mencari foto korban melalui akun facebook.

Setelah menemukan foto korban, selanjutnya pelaku dengan menggunakan aplikasi "No Crop" mengedit foto korban serta diberikan konten tulisan yang memuat pengancaman, penghinaan serta pencemaran nama baik.

"Selanjutnya pelaku meng-upload hasil editan ke dalam akun facebook miliknya agar dapat dilihat atau diakses oleh siapa saja yang berteman atau melihat postingan dari pelaku tersebut,” kata Jufri.

Adapun barang bukti yang diamankan yaitu berupa satu unit HP merek OPPO warna hitam kombinasi biru dan konten-konten postingan yang telah di-upload ke akun facebooknya.

Baca juga: Polisi Butuh Waktu 1 Tahun Lacak Pemilik Akun Penyebar Hoaks dan Ujaran Kebencian

Atas perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 45 Ayat (3) dan Ayat (4) Jo Pasal 27 Ayat (3) dan Ayat (4) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tetang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang lnformasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman penjara paling lama 4 tahun atau denda paling banyak Rp. 750.000.000.

Kemudian Pasal 45 ayat (4) Jo pasal 27 ayat (4) Undang Undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dengan penjara paling lama 6 tahun atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Sementara itu, pelaku Suleman Hi Hafel Suleman mengaku penyampaian konten itu sebagai bentuk aspirasi bagi dirinya. Hanya saja diakuinya dengan bahasa yang kurang bagus serta bernada menghakimi kapolres maupun institusi polri.

“Saya melihat ada hal-hal yang terjadi di daerah ini namun saya menyampaikan dengan bahasa yang kurang bagus yang menghakimi kepada pak kapolres maupun lembaga institusi polri, dengan ini saya pun merasa bersalah dan meminta maaf dan menerima keselahan saya," ujarnya. 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Kisah Pasangan Suami-Istri Patah Kaki asal Flores yang Disantuni Jokowi

Kisah Pasangan Suami-Istri Patah Kaki asal Flores yang Disantuni Jokowi

Regional
Syukur Warga Samosir yang Anak-anaknya Masih Belajar Pakai Lampu Teplok

Syukur Warga Samosir yang Anak-anaknya Masih Belajar Pakai Lampu Teplok

Regional
Akun Lisa Marlina Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa, Ni Luh Djelantik Lapor Polisi

Akun Lisa Marlina Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa, Ni Luh Djelantik Lapor Polisi

Regional
Preman Tewas Ditembak setelah Palak Truk, Sopirnya Ternyata Polisi

Preman Tewas Ditembak setelah Palak Truk, Sopirnya Ternyata Polisi

Regional
Didi Kempot, The Godfather of Broken Heart Asal Solo yang Ciptakan 800 Lagu

Didi Kempot, The Godfather of Broken Heart Asal Solo yang Ciptakan 800 Lagu

Regional
Cerita Lilik Gantikan Nazar Amien Rais, Idolakan Wayang Sengkuni hingga Hati Geram

Cerita Lilik Gantikan Nazar Amien Rais, Idolakan Wayang Sengkuni hingga Hati Geram

Regional
Jenazah Perempuan yang Diduga Korban Pembunuhan di Sukabumi Tiba di Rumah Duka

Jenazah Perempuan yang Diduga Korban Pembunuhan di Sukabumi Tiba di Rumah Duka

Regional
[POPULER NUSANTARA] Lilik Gantikan Nazar Amien Rais | Viral Kicauan Lisa Marlina tentang Bali

[POPULER NUSANTARA] Lilik Gantikan Nazar Amien Rais | Viral Kicauan Lisa Marlina tentang Bali

Regional
Upaya Menyelamatkan Anisa, TKW yang Disiksa Majikan Malaysia hingga Gigi Rontok

Upaya Menyelamatkan Anisa, TKW yang Disiksa Majikan Malaysia hingga Gigi Rontok

Regional
Ditemukan Reruntuhan Diduga Ruang Tamu Istana Kesultanan Banten

Ditemukan Reruntuhan Diduga Ruang Tamu Istana Kesultanan Banten

Regional
Keluarga Nunung di Solo: Tak Sangka Orang Sebaik Mama Nunung Pakai Sabu...

Keluarga Nunung di Solo: Tak Sangka Orang Sebaik Mama Nunung Pakai Sabu...

Regional
Kisah Pilu TKW Turini, Tak Digaji 21 Tahun hingga 'Dipenjara' Dalam Rumah

Kisah Pilu TKW Turini, Tak Digaji 21 Tahun hingga "Dipenjara" Dalam Rumah

Regional
Harapan Sang Taruna yang Berujung Maut di Sekolah Impian

Harapan Sang Taruna yang Berujung Maut di Sekolah Impian

Regional
6 Fakta Baru Kebakaran Hutan Gunung Panderman, 60 Hektar Dilalap Api hingga Semua Pendaki Selamat

6 Fakta Baru Kebakaran Hutan Gunung Panderman, 60 Hektar Dilalap Api hingga Semua Pendaki Selamat

Regional
Ini Nama 50 Anggota DPRD Kota Bandung 2019-2024

Ini Nama 50 Anggota DPRD Kota Bandung 2019-2024

Regional
Close Ads X