Upaya Gubernur Ganjar Pranowo Atasi Banjir di Semarang

Kompas.com - 04/12/2018, 20:39 WIB
Banjir di Kaligawe, Semarang, Selasa (4/12/2018)Dok. Humas Provinsi Jateng Banjir di Kaligawe, Semarang, Selasa (4/12/2018)


SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyiapkan langkah darurat untuk mengatasi banjir dan rob di Kota Semarang.

Salah satu yang dilakukan dengan memperbanyak pompa untuk menyedot air di jalanan.

"Sekarang dilakukan tindakan darurat. Kami sudah sediakan enam pompa baru di daerah Kaligawe ini, yang mudah-mudahan bisa membantu menyelesaikan," kata Ganjar, seusai meninjau lokasi banjir, Selasa (4/12/2018).

Banjir di jalanan, terutama di Pantura Kaligawe, kerap membuat akses transportasi tersendat.

Baca juga: Ganjar Pranowo Tinjau Lokasi Banjir di Semarang

Tidak jarang kendaraan yang terkena air juga mogok di tengah jalan. Hal itu menambah kemacetan lalu lintas.

Ganjar pun meminta agar disediakan mobil derek di dekat lokasi banjir. Jika sewaktu mogok, mobil derek bisa segera melakukan tindakan.

"Mobil derek perlu standby di lokasi. Itu bantu mereka yang mogok," ucap dia.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana Ruhban Ruzziyatno menyatakan, pihaknya telah mengirim 2 unit pompa mobile untuk membantu mengatasi banjir dan rob di wilayah Kaligawe, Semarang.

2 pompa mobile itu masing-masing kapasitas 2.000 kubik perdetik.

"Untuk di Kaligawe kemarin sudah ada 3 pompa kapasitas 600 kubik perdetik dari Pemkot Semarang, lalu disusulkan lagi dua pompa mobil dari kami," ucap Ruhban.

Total, ada 5 pompa yang bekerja di sekitar Kaligawe, atau di sekitar bawah jalan Tol Kaligawe. Rinciannya, 3 pompa ukuran 600 kubik perdetik dan 2 mobil pompa 2000 kubik perdetik.

Penanganan genangan di Kaligawe pada Senin (3/12/2018) lalu, sempat terkendala pemadaman listrik. Selian itu, air pasang juga sedang dalam kondisi yang tinggi.

Alhasil, genangan di sepanjang Jalan Pantura Kaligawe, belum berhasil diatasi.

Baca juga: Ridwan Kamil Buat Baju Kerja, Ganjar Pranowo Buat Kaus Taubat

"Saat ini, air sudah mulai berkurang. Itu karena seluruh pompa telah bekerja," ujar dia.

Sementara, di wilayah Genuk, 5 pompa juga telah difungsikan untuk menyedot genangan di jalanan. 5 pompa berjalan tanpa menunggu fungsi rumah pompa di Banjardowo.

"Saya sudah perintahkan agar 5 pompa difungsikan di Genuk. Jadi, tidak perlu menunggu rumah pompa, mudah-mudahan debitnya tidak kalah dengan hujan," ujar dia.



Terkini Lainnya


Close Ads X