Gubernur Viktor Laiskodat akan Cabut Larangan Produksi Minuman Keras Lokal di NTT

Kompas.com - 04/12/2018, 18:43 WIB
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, saat memberi kuliah umum di Universitas Nusa Cendana Kupang, Senin (3/12/2018) KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BEREGubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, saat memberi kuliah umum di Universitas Nusa Cendana Kupang, Senin (3/12/2018)


KUPANG, KOMPAS.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur ( NTT), Viktor Bungtilu Laikodat, berencana akan mencabut larangan produksi minuman keras beralkohol lokal di wilayah NTT.

Dua minuman keras lokal yang terkenal di NTT yakni moke di daratan Pulau Flores dan sopi di Pulau Timor.

Menurut Viktor, produksi minuman keras oleh warga, harus tetap berjalan dan itu adalah bagian dari kreatifitas warga.

"Sebagai gubernur, saya akan cabut itu. Di mana-mana itu distribusi minuman keras harus diatur dengan baik. Tidak semua tempat bisa jual minuman keras," ucap Viktor, saat memberi kuliah umum di Universitas Nusa Cendana Kupang, Senin (3/12/2018), kemarin.

Baca juga: Gubernur Viktor Sebut Kota Kupang dan Labuan Bajo Terkotor di NTT

Yang dilarang, lanjut Viktor, mestinya terkait penggunaan minuman keras, baik itu usia peminum dan juga kelayakan minuman tersebut.

"Kita malah melarang produksi minuman keras. Itu jelas melarang kreatifitas warga," ujar Viktor.

Viktor mengaku bangga, jika suatu saat, ketika diplomasi meja makan antara pejabat maupun pengusaha, terdapat minuman keras asal NTT berada di atas meja makan.

Viktor menyebut, untuk saat ini, saat diplomasi di meja makan, malah minuman keras yang disediakan berasal dari luar negeri.

Karena itu, kata Viktor, minuman keras asal NTT akan dikelola secara baik dan profesional sehingga kualitasnya bisa sejajar dengan minuman keras asal luar negeri.

Baca juga: Gubernur NTT: Ke Depan, Di Provinsi Ini Tidak Ada Lagi Rapat-rapat...

Viktor mengaku, beberapa saat lalu, sempat menjadi penguji (tester) minuman beralkohol yang dibuat hasil penelitian terapan dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.

Viktor mengatakan, terdapat satu produk minuman keras yang diteliti oleh pakar dari Undana Kupang, sudah layak didorong ke pasar.

"Saya ini ahli minuman keras. Saya tidak perlu coba, saya cium saja, saya langsung tahu minuman mana yang bagus. Tuhan sudah kasih saya penciuman yang luar biasa," pungkas dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X