Satu Keluarga di Garut Akui Sensen Sebagai Rasul dan Berganti Syahadat

Kompas.com - 04/12/2018, 15:57 WIB
Ketua MUI Kecamatan Caringin dan Kepala Desa Purbayani saat ditemui di Mapolres Garut, Selasa (4/12/2018) Ari Maulana Karang/Kompas.com Ketua MUI Kecamatan Caringin dan Kepala Desa Purbayani saat ditemui di Mapolres Garut, Selasa (4/12/2018)

GARUT, KOMPAS.com - Satu keluarga yang terdiri atas ayah, ibu dan tiga orang anaknya, membuat surat pernyataan pengakuan Sensen Komara sebagai Rasul.

Surat pengakuan tersebut dikirimkan kepada aparatur negara dari mulai tingkat RT hingga Presiden RI.

Hamdani, sebagai kepala keluarga, menandatangani surat pernyataan pengakuan Sensen Komara sebagai Rasul Allah dengan materai Rp 6000 tertanggal 20 November 2018 tersebut, diikuti oleh tandatangan istri dan ketiga anaknya.

"Ashadu Anla Ilaha Illaloh Wa Ashadu Anna Bapak Drs. Sensen Komara Bin Bapak Bakar Misbah Bin Bapak KH Musni Rosulalloh," tulis Hamdani dalam suratnya.

Baca juga: Diduga Ajarkan Aliran Sesat ke Muridnya, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Garut Wahyudijaya mengakui telah menerima informasi soal surat yang dibuat keluarga Hamdani tersebut.

Menurutnya, MUI Kecamatan Caringin tempat tinggal keluarga Hamdani telah membuat laporan ke Polsek Caringin.

Hamdani sendiri merupakan warga Kampung Babakan Limus, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin. Menurut Wahyu, pihaknya saat ini terus memantau aktivitas Hamdani sekeluarga.

Selain mengakui Sensen Komara sebagai Rasul Allah, dalam suratnya Hamdani sekeluarga juga menyatakan kesiapannya menyerahkan jiwa dan raga kepada Sensen Komara yang dianggapnya sebagai Rasul Allah.

Sensen Komara sendiri bukan nama baru dalam kasus ini. Karena, pada tahun 2011 lalu, Sensen Komara juga sempat menjalani proses hukum karena mengikrarkan dirinya sebagai nabi.

Bahkan Sensen mengklaim jumlah pengikutnya mencapai ribuan orang.

Namun, proses hukum yang dijalaninya pada tahun 2012 lalu, tidak bisa berjalan meski telah divonis bersalah oleh hakim karena dari hasil pemeriksaan dokter jiwa, Sensen disebut mengalami gangguan jiwa.

Majelis hakim pun memutus agar Sensen menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa selama satu tahun.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Garut Wahyudijaya mempertanyakan hukuman yang dijalankan oleh Sensen mengingat Sensen masih bisa beraktivitas hingga ada pengikut barunya.

"Pengakuan sebagai Rasul didapat dari mimpi, makanya dinyatakan gila, tapi ternyata masih beraktivitas," katanya.

Menurut Wahyu, selain mengaku sebagai Rasul Allah, Sensen juga pernah mengaku dirinya sebagai presiden.

MUI sendiri, telah meminta Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) untuk menerbitkan rekomendasi aliran yang dianut Sensen Komara adalah sesat



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Sulut Tangkap 3 Orang Sindikat Pengedar Sabu Antar-provinsi

Polda Sulut Tangkap 3 Orang Sindikat Pengedar Sabu Antar-provinsi

Regional
Dapat Nomor Urut 2, Paslon Petahana Pilkada Trenggalek Akan Berkampanye Penuh Cinta

Dapat Nomor Urut 2, Paslon Petahana Pilkada Trenggalek Akan Berkampanye Penuh Cinta

Regional
Tracing Pegawai Dinkes DIY Meninggal karena Covid-19, Ini Hasilnya

Tracing Pegawai Dinkes DIY Meninggal karena Covid-19, Ini Hasilnya

Regional
Ini Makna Nomor Urut bagi 3 Pasangan Calon di Pilkada Jember

Ini Makna Nomor Urut bagi 3 Pasangan Calon di Pilkada Jember

Regional
Dapat Nomor Urut 3 di Pilkada Sulut, Olly: Menang Total

Dapat Nomor Urut 3 di Pilkada Sulut, Olly: Menang Total

Regional
Dapat Nomor Urut 1, Cabup Kristiana Muki Ajak Paslon Lain Tolak Kampanye Hitam

Dapat Nomor Urut 1, Cabup Kristiana Muki Ajak Paslon Lain Tolak Kampanye Hitam

Regional
Dinyatakan Tak Memenuhi Syarat, Calon Petahana di Pilkada Banggai Berencana Gugat KPU

Dinyatakan Tak Memenuhi Syarat, Calon Petahana di Pilkada Banggai Berencana Gugat KPU

Regional
Seorang Guru dan Anaknya Positif Covid-19, Tertular Suami yang Pulang dari Malang

Seorang Guru dan Anaknya Positif Covid-19, Tertular Suami yang Pulang dari Malang

Regional
Prasasti Soe Hok Gie–Idhan Lubis Dipasang di Puncak Mahameru

Prasasti Soe Hok Gie–Idhan Lubis Dipasang di Puncak Mahameru

Regional
Ada Klaster Ponpes di Purwokerto dan Kebumen, Warga Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Ada Klaster Ponpes di Purwokerto dan Kebumen, Warga Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Setelah Diisolasi 65 Hari, Nenek 70 Tahun Sembuh dari Covid-19

Setelah Diisolasi 65 Hari, Nenek 70 Tahun Sembuh dari Covid-19

Regional
Pasar Murah Bebas Ongkir, Cara Jatim Jamin Ketersediaan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19

Pasar Murah Bebas Ongkir, Cara Jatim Jamin Ketersediaan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19

Regional
Pengundian Nomor Urut 3 Paslon Pilkada Kendal, Ini Hasilnya

Pengundian Nomor Urut 3 Paslon Pilkada Kendal, Ini Hasilnya

Regional
Calon Tunggal Pilkada Ngawi Dapat Posisi Sebelah Kiri di Surat Suara

Calon Tunggal Pilkada Ngawi Dapat Posisi Sebelah Kiri di Surat Suara

Regional
Lawan Kotak Kosong, Calon Petahana di Pilkada Semarang Dapat Posisi Kiri Surat Suara

Lawan Kotak Kosong, Calon Petahana di Pilkada Semarang Dapat Posisi Kiri Surat Suara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X