ISNU: Hoaks Bermotif Radikalisme Agama Sangat Berbahaya

Kompas.com - 04/12/2018, 15:05 WIB
Sekretaris Umum PP ISNU M Kholid Syeirazi (kiri) saat memaparkan tentang hoaks bermotif ideologis radikalisme di Jakarta, Selasa (4/12/2018). KOMPAS.com/ ISTIMEWASekretaris Umum PP ISNU M Kholid Syeirazi (kiri) saat memaparkan tentang hoaks bermotif ideologis radikalisme di Jakarta, Selasa (4/12/2018).

KOMPAS.com - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) M. Kholid Syeirazi menilai, hoaks atau berita bohong yang bertebaran di dunia maya sangat berbahaya. Apalagi, berita hoaks tersebut bermotif ideologis, yakni radikalisme, dan itu sangat berbahaya bagi keutuhan bangsa.

“Maraknya penyebaran berita bohong (hoax atau fake news) telah secara nyata mengancam tertib sosial, tetapi yang paling berbahaya adalah yang bermotif ideologis yaitu radikalisme agama,” jelas Kholid dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (4/12/2018).

Kholid menyampaikan hal itu dalam seminar bertajuk “Peran Generasi Islam Menyambut Pemilu Damai tanpa Hoax dan Radikalisme” yang digelar di kampus PTIQ, Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, hoaks berkembang akibat revolusi digital yang membuat setiap orang dapat sekaligus menjadi produsen dan konsumen berita. Perangkat modern teknologi tanpa kultur literasi membuat orang mudah membagikan berita bahkan tanpa membaca isinya.

Baca juga: Hate Speech dan Hoaks Terkait Pilpres Jadi Hal yang Sering Direspons Generasi Milenial di Twitter

Kholid menyebutkan, Studi Central Connecticut State University tentang World’s Most Literate Nations tahun 2017 menempatkan Indonesia pada peringkat ke-2 dari bawah terkait literasi.

Dari 62 negara yang disurvei, Indonesia berada pada peringkat ke-61 di atas Botswana. Peringkat teratas ditempati negara-negara Skandinavia.

“Tidak heran kalau mayoritas penyebar hoaks adalah ibu-ibu rumah tangga. Ponselnya pintar, tetapi orangnya tidak,” katanya.

Kata Kholid, literasi digital bisa menjadi terapi untuk mengatasi masalah ini. Namun yang agak berat adalah penyebaran hoaks dengan motif komersial. Orang mencari makan dengan memproduksi konten-konten provokatif, sensasional, dan gosip murah. Tujuannya adalah demi "oplah" melalui klik dan share.

Tetapi yang paling berbahaya, menurut Kholid, adalah penyebaran hoaks yang bermotif politis ideologis, yaitu anggapan bahwa Indonesia ini kawasan perang (dâr al-harb).

“Dalam Islam, hukum perang membolehkan dusta dan tipu daya berdasarkan hadist al-harb khud’ah (perang itu tipu daya). Motif ideologis ini berakar kuat pada gerakan fundamentalisme agama yang ingin mengubah Indonesia menjadi negara Islam," jelasnya.

Kholid menjelaskan, dulu Komando Jihad, penerus gerakan DI/NII Kartosoewiryo aktif sekali menyebarkan hoaks sekitar tahun 70-an. Isunya hampir sama dengan sekarang ini, mulai masalah agama hingga komunisme.

Baca juga: Langkah Polri Respons Temuan BIN 41 Masjid Lingkungan Pemerintah Terpapar Radikalisme

Mereka dengan sadar memproduksi hoaks. Tujuannya menciptakan anomie dan seterusnya melakukan delegitimasi terhadap pemerintahan yang sah.

“Anggapan Indonesia sebagai dâr al-harb ini bahaya sekali. Bukan hanya hoaks, harta orang lain pun dianggap  fa’i yang boleh dirampok. Inilah ancaman terbesar terhadap narasi kebangsaan kita,” pungkas Kholid.
 


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Risma Akan Manfaatkan Semburan Minyak di Surabaya untuk Alat Pompa Air

Risma Akan Manfaatkan Semburan Minyak di Surabaya untuk Alat Pompa Air

Regional
Ribuan Buruh di Jatim Siap Jaga Kondisi Aman Jelang Pelantikan Presiden

Ribuan Buruh di Jatim Siap Jaga Kondisi Aman Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Setelah Cuitan Bermasalah Istri Eks Dandim Kendari, Anggota Persit Diberi Pelatihan

Setelah Cuitan Bermasalah Istri Eks Dandim Kendari, Anggota Persit Diberi Pelatihan

Regional
Pernah Berjaya Tahun 1980-an, Perahu Tambangan Mulai Ditinggalkan Warga Samarinda

Pernah Berjaya Tahun 1980-an, Perahu Tambangan Mulai Ditinggalkan Warga Samarinda

Regional
Keluhan Warga Palembang soal Kabut Asap: Dada Sesak, Abu Sampai Masuk Rumah

Keluhan Warga Palembang soal Kabut Asap: Dada Sesak, Abu Sampai Masuk Rumah

Regional
Tim Densus 88 Antiteror Sita Amunisi dan Bahan Peledak dari Satu Terduga Teroris

Tim Densus 88 Antiteror Sita Amunisi dan Bahan Peledak dari Satu Terduga Teroris

Regional
Wali Kota Hendi Ganti Rugi Alat Musik Pengamen yang Rusak Saat Penertiban

Wali Kota Hendi Ganti Rugi Alat Musik Pengamen yang Rusak Saat Penertiban

Regional
Bupati Sedih Pandeglang Sering Ditimpa Musibah, Mulai Tsunami hingga Penusukan Wiranto

Bupati Sedih Pandeglang Sering Ditimpa Musibah, Mulai Tsunami hingga Penusukan Wiranto

Regional
6 Fakta Terkini Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Akumulasi Gas hingga Hujan Abu Tipis

6 Fakta Terkini Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Akumulasi Gas hingga Hujan Abu Tipis

Regional
Belasan Penyu Dilindungi Ditangkap dan Dibunuh, Diambil Daging dan Cangkangnya

Belasan Penyu Dilindungi Ditangkap dan Dibunuh, Diambil Daging dan Cangkangnya

Regional
Sel Tahanan Polsek Peusangan Bireuen Dibobol, 7 Narapidana Kabur

Sel Tahanan Polsek Peusangan Bireuen Dibobol, 7 Narapidana Kabur

Regional
Sopir Tak Bisa Kuasai Kemudi, Gran Max Kecelakaan di Tol Boyolali-Salatiga, 1 Tewas

Sopir Tak Bisa Kuasai Kemudi, Gran Max Kecelakaan di Tol Boyolali-Salatiga, 1 Tewas

Regional
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Hujan Abu Tipis Terjadi di Boyolali

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Hujan Abu Tipis Terjadi di Boyolali

Regional
Pembunuhan Pria Dalam Plastik di Cianjur Dipicu Masalah Utang Piutang

Pembunuhan Pria Dalam Plastik di Cianjur Dipicu Masalah Utang Piutang

Regional
Gempa Magnitudo 5 Guncang Tenggara Cilacap, Terasa hingga Banjarnegara

Gempa Magnitudo 5 Guncang Tenggara Cilacap, Terasa hingga Banjarnegara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X