Kompas.com - 03/12/2018, 18:51 WIB
Badan Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Kepri bersama BPOM Kantor Perwakilan Kota Tanjungpinang, Kepolisian, Dinas Kesehatan Kepri dan Disperindag Kepri melakukan penyisiran ke sarana distribusi kosmetika (Pusat perbelanjaan, Toko dan Counter) di wilayah Batam, Tanjungpinang dan Kabupaten Anambas, Senin (3/12/2018) DOK BPOM KEPRIBadan Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Kepri bersama BPOM Kantor Perwakilan Kota Tanjungpinang, Kepolisian, Dinas Kesehatan Kepri dan Disperindag Kepri melakukan penyisiran ke sarana distribusi kosmetika (Pusat perbelanjaan, Toko dan Counter) di wilayah Batam, Tanjungpinang dan Kabupaten Anambas, Senin (3/12/2018)

 

 

BATAM, KOMPAS.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Kepulauan Riau bersama BPOM Kantor Perwakilan Kota Tanjungpinang, Kepolisian, Dinas Kesehatan Kepri dan Disperindag Kepri melakukan penyisiran ke sarana distribusi kosmetika (pusat perbelanjaan, toko dan counter) di wilayah Batam, Tanjungpinang dan Kabupaten Anambas.

Dari penyisiran ini ditemukan kosmetik ilegal sebanyak 11.058 buah dengan total nilai ekonomi sebesar Rp 696.318.000.

"Penyisiran ini merupakan komitmen kami untuk selalu melindungi masyarakat dari obat dan makanan yang beresiko terhadap kesehatan yang senantiasa diwujudkan oleh Badan POM RI beserta jajarannya di seluruh Indonesia," kata Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irwan, Senin (3/11/2018).

Baca juga: Gelar Kampanye, BPOM Berupaya Kurangi Peredaran Kosmetik Ilegal

Yosef mengaku, salah satu wujud dari komitmen tersebut adalah dengan dilaksanakannya aksi penertiban pasar dari kosmetik ilegal dan atau mengandung bahan berbahaya ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kegiatan yang dilakukan dari tanggal 27 sampai dengan 29 November 2018 ini memeriksa sebanyak 45 sarana distribusi kosmetik. Hasilnya,12 sarana memenuhi ketentuan (MK) dan 33 sarana tidak memenuhi ketentuan (TMK).

"Terhadap temuan produk kosmetik ilegal itu dilakukan tindakan pemusnahan oleh pemilik dengan disaksikan petugas ataupun penyerahan kepada petugas untuk proses lebih lanjut," jelasnya.

Yosef juga berharap, aksi serentak ini diharapkan mampu memutus mata rantai peredaran produk kosmetik ilegal serta penelusuran sumber pengadaan kosmetik ilegal tersebut.

"Pelaku pelanggaran dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan pasal 197 yaitu pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Regional
Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Regional
PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Strategi Khusus Pemkot Madiun Tangani Covid-19

PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Strategi Khusus Pemkot Madiun Tangani Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X