Pembangunan Ruang Tunggu KA Bandara di Stasiun Solo Balapan Baru Capai 10 Persen

Kompas.com - 01/12/2018, 09:39 WIB
Sejumlah penumpang memadati Stasiun Solo Balapan di Solo, Jawa Tengah, Minggu (24/6/2018). KOMPAS.com/Labib ZamaniSejumlah penumpang memadati Stasiun Solo Balapan di Solo, Jawa Tengah, Minggu (24/6/2018).

SOLO, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan progres pembangunan ruang tunggu KA Bandara yang terdiri dua lantai di Stasiun Solo Balapan baru mencapai 10 persen.

"Progresnya saat ini sudah 10 persen. Diharapkan akhir Desember sebelum Nataru (Natal dan Tahun Baru) sudah mencapai 15 persen," ungkap Direktur Proyek Daop 6 Yogyakarta Hariadi di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (1/12/2018).

Ruang tunggu KA Bandara di Stasiun Solo Balapan terdiri dua lantai tersebut akan mampu menampung hingga ratusan penumpang. Pembangunan ruang tunggu KA Bandara menelan anggaran senilai Rp 40 miliar.

"Kapasistas ruang tunggu KA Bandara nanti bisa menampung hingga 200 orang penumpang," katanya.

Baca juga: KA Relasi Yogyakarta-Solo-Semarang-Purwokerto Beroperasi, Ini Rutenya

Selain itu, ruang tunggu KA Bandara akan terhubung secara langsung dengan skybridge. Hal tersebut untuk memudahkan penumpang dari Terminal Tirtonadi menuju Bandara Internasional Adi Soemarmo.

Fasilitas ruang tunggu KA Bandara lanjutnya, juga akan dibangun di kawasan Kadipiro. Ruang tunggu tersebut juga akan dijadikan sebagai stasiun untuk naik-turun penumpang KA Bandara.

Executive Vice President (EVP) Daop 6 Yogyakarta Eko Purwanto mengatakan, pembangunan ruang tunggu KA Bandara di Stasiun Solo Balapan, Solo, Jawa Tengah selesai pada April 2019 mendatang.

"April 2019, untuk ruang tunggu KA Bandara kita targetkan selesai. Nanti juga akan ada lounge khusus untuk penumpang KA Bandara," kata Eko.

Pihaknya telah menyiapkan KA Bandara yang saat ini dioperasikan sebagai KA Solo Ekspres yang melayani rute Stasiun Solo Balapan-Stasiun Kutoarjo (PP).

Kereta jenis KRDE ini terdiri dari empat gerbong dengan kapasitas 393 orang penumpang duduk dan berdiri.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Regional
Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Regional
4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

Regional
Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Regional
Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X