Kemendikbud Matangkan Rencana Penerapan Pelajaran PMP - Kompas.com

Kemendikbud Matangkan Rencana Penerapan Pelajaran PMP

Kompas.com - 30/11/2018, 19:15 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy usai menghadiri talkshow di Hall Dome UMM Jumat (30/11/2018)KOMPAS.com/ANDI HARTIK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy usai menghadiri talkshow di Hall Dome UMM Jumat (30/11/2018)

MALANG, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) terus mematangkan rencana penerapan pelajaran Pendidikan Moral Pancasila ( PMP) di bangku sekolah pada 2019.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, rencana penerapan PMP untuk siswa itu sudah final.

Selanjutnya, pihaknya akan merumuskan rencana itu melalui pengkajian di sejumlah perguruan tinggi.

"Sudah final tapi harus ada diseminasi. Karena itu akan kami adakan rangkaian seminar dengan perguruan tinggi yang kami anggap memiliki sumber pakar Pancasila termasuk yang akan kami realisasi bekerja sama dengan Pancasila Universitas Negeri Malang untuk merumuskan secara detil. Supaya betul - betul sesuai dengan maksud disempurnakannya mata pelajaran pendidikan Pancasila," kata dia usai menghadiri talkshow di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Jumat (30/11/2018).

Baca juga: Rencana Menghidupkan PMP Jangan Demi Dapatkan Suara Pecinta Pak Harto...

Mantan Rektor UMM itu mengatakan, ada perbedaan porsi antara Taman Kanak - kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam penerapan pelajaran PMP itu.

Untuk tingkat TK hingga SMP, pelajaran PMP lebih pada penanaman nilai Pancasila. Sedangkan untuk tingkat SMA mulai mengarah ke kewarganegaraan.

"Porsinya mungkin akan kami bedakan. Porsi terbesar untuk TK, SD, SMP itu Pancasila penanaman nilai. Untuk SMA, SMK sudah pada level kewarganegaraannya," katanya.

Sebelumnya, Muhadjir menyatakan keinginannya supaya PMP bisa diterapkan pada tahun 2019.

PMP yang sedang dikaji ini direncanakan akan lebih konkret dalam hal penanaman nilai-nilai ke-Indonesia-an.

Penerapan penanaman nilai itu yakni mengajarkan etika. Kemudian, diturunkan lagi menjadi norma, dan diturunkan lagi menjadi perilaku.


Terkini Lainnya

Tebing Longsor, Seorang Penambang Pasir Tewas, Empat Lainnya Terluka

Tebing Longsor, Seorang Penambang Pasir Tewas, Empat Lainnya Terluka

Regional
6 Fakta Beredarnya Tabloid Indonesia Barokah di Ciamis, 2 Karung Terlanjur Beredar hingga Kagetkan Pimpinan Ponpes

6 Fakta Beredarnya Tabloid Indonesia Barokah di Ciamis, 2 Karung Terlanjur Beredar hingga Kagetkan Pimpinan Ponpes

Regional
Bos PT Nila Alam Mengaku Ketakutan Saat Didatangi Puluhan Anggota Kelompok Herculesa

Bos PT Nila Alam Mengaku Ketakutan Saat Didatangi Puluhan Anggota Kelompok Herculesa

Megapolitan
[HOAKS] Kapal Tenggelam di Perairan Kangean, Jawa Timur

[HOAKS] Kapal Tenggelam di Perairan Kangean, Jawa Timur

Regional
3 Faktor Penyebab Amblesnya Jalan Raya Gubeng Menurut Polda Jatim

3 Faktor Penyebab Amblesnya Jalan Raya Gubeng Menurut Polda Jatim

Regional
Bawaslu Telusuri Dana Rp 2 Miliar yang Digunakan Jokowi untuk Beli Sabun

Bawaslu Telusuri Dana Rp 2 Miliar yang Digunakan Jokowi untuk Beli Sabun

Nasional
Wali Kota Hendi Ajak Ibu-ibu Pengajian Bangun Kota Semarang

Wali Kota Hendi Ajak Ibu-ibu Pengajian Bangun Kota Semarang

Regional
Usai Diklarifikasi Inspektorat Pemprov Jatim, Wabup Trenggalek Irit Bicara

Usai Diklarifikasi Inspektorat Pemprov Jatim, Wabup Trenggalek Irit Bicara

Regional
China Tuduh AS Lakukan 'Bullying' atas Upaya Ekstradisi Bos Huawei

China Tuduh AS Lakukan "Bullying" atas Upaya Ekstradisi Bos Huawei

Internasional
Inpektorat Pemprov Jatim Temui Wabup Trenggalek, Klarifikasi soal Menghilang Hampir Sepekan

Inpektorat Pemprov Jatim Temui Wabup Trenggalek, Klarifikasi soal Menghilang Hampir Sepekan

Regional
Diminta Pihak OSO Laporkan KPU ke DKPP, Bawaslu Pikir-Pikir

Diminta Pihak OSO Laporkan KPU ke DKPP, Bawaslu Pikir-Pikir

Nasional
Kronologi Terungkapnya Identitas IA yang Dibunuh lalu Dibakar

Kronologi Terungkapnya Identitas IA yang Dibunuh lalu Dibakar

Regional
Megawati: Katanya Bu Mega Nenek-nenek, tetapi Milenial Juga Ya...

Megawati: Katanya Bu Mega Nenek-nenek, tetapi Milenial Juga Ya...

Nasional
Rusia Ungkap Detail Jarak Jangkauan Rudal yang Dipermasalahkan AS

Rusia Ungkap Detail Jarak Jangkauan Rudal yang Dipermasalahkan AS

Internasional
Wakil Ketua DPRD yang Tewas di Tol Cipularang Dikenal Suka Berbagi

Wakil Ketua DPRD yang Tewas di Tol Cipularang Dikenal Suka Berbagi

Regional

Close Ads X