Menhub: Pesawat Lion Air PK-LQP Layak Terbang

Kompas.com - 30/11/2018, 18:04 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat menghadiri talk show di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang, Jumat (30/11/2018)KOMPAS.com/ANDI HARTIK Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat menghadiri talk show di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang, Jumat (30/11/2018)


MALANG, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan ( Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada 29 Oktober 2018, layak terbang.

Meskipun, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan bahwa dalam tiga hari sebelum jatuh, ada enam masalah yang dialami pesawat itu.

Budi Karya mengatakan, ada salah persepsi saat KNKT merilis temuan awal jatuhnya pesawat.

Menurut dia, KNKT tidak menyebutkan bahwa pesawat itu tidak layak terbang. Sebaliknya, pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 itu dinilai layak terbang.


Baca juga: Klarifikasi, KNKT Nyatakan Lion Air PK-LQP Layak Terbang

"Jadi, saya juga kan mengikuti apa yang direkomendasikan oleh KNKT. Kemarin saya mendengar bahwa, sebenarnya menurut KNKT, hari pertama itu salah pengertian, yang dinyatakan tidak layak. Jadi, pada dasarnya, dari pengamatan sampai sejauh ini, penerbangan itu laik. Jadi, itu koreksi dari KNKT, saya tidak menambahi dan tidak mengurangi," kata Budi, usai menghadiri talkshow di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kota Malang, Jumat (30/11/2018).

Sementara itu, sanksi untuk maskapai penerbangan Lion Air dipastikan tidak akan dikeluarkan dalam waktu dekat ini. Sebab, Budi Karya mengaku masih menunggu cockpit data recorder (CDR) ditemukan.

"Jadi, kan ini masih proses, masih ada 5 bulan lagi. Upaya mencari hasil yang sebenarnya, kita akan melakukan pencarian CDR yang ada. Hari-hari ini ada satu kapal dari Singapur yang kehandalannya lebih tinggi akan melakukan. Harapan kita, dalam 10 hari kedepan CDR itu ketemu," kata dia.

Dia mengatakan, data yang terdapat di dalam CDR itu akan menambah akurasi penyebab jatuhnya pesawat tersebut. "Kalau ketemu, akurasi tentang berbagai fakta itu lebih tinggi," kata dia.

Baca juga: Kemenhub Kawal 2 Rekomendasi KNKT soal Jatuhnya Pesawat Lion Air

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat dengan tipe Boeing 737 MAX 8 milik Lion Air terbang dari Bandar Udara Soekarno-Hatta, hendak menuju Bandar Udara Depati Amir, di Pangkal Pinang, pada 29 Oktober 2018 lalu.

Pesawat dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 06.33 WIB. Pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP itu dilaporkan terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S-107 07.16 E.

Total terdapat 189 penumpang dalam pesawat nahas tersebut.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

5 Hektare Ladang Ganja Ditemukan di Tengah Hutan Aceh

5 Hektare Ladang Ganja Ditemukan di Tengah Hutan Aceh

Regional
Gempa Maluku Utara Rusak Jaringan Listrik di Halmahera Selatan

Gempa Maluku Utara Rusak Jaringan Listrik di Halmahera Selatan

Regional
Sebelum Ditangkap, Ayah yang Aniaya Anak Gizi Buruk Ancam Polisi

Sebelum Ditangkap, Ayah yang Aniaya Anak Gizi Buruk Ancam Polisi

Regional
Terekam CCTV, Pengendara BMW Curi Tong Sampah Seharga Rp 70.000

Terekam CCTV, Pengendara BMW Curi Tong Sampah Seharga Rp 70.000

Regional
Kasus 'Bupati Biadab', Bupati Aceh Tengah Siap Bersumpah di Bawah Al Quran

Kasus "Bupati Biadab", Bupati Aceh Tengah Siap Bersumpah di Bawah Al Quran

Regional
Momen Polisi Misterius Gendong Calon Haji Tertua Saat Rekan Se-Kloter Berdesakan Masuk Bus

Momen Polisi Misterius Gendong Calon Haji Tertua Saat Rekan Se-Kloter Berdesakan Masuk Bus

Regional
Jalur Pendakian Gunung Slamet via Bambangan Ditutup Mulai 22 Juli 2019

Jalur Pendakian Gunung Slamet via Bambangan Ditutup Mulai 22 Juli 2019

Regional
Cerita Adilta, Merintis Usaha di Balik Musik Cadas Kota Medan

Cerita Adilta, Merintis Usaha di Balik Musik Cadas Kota Medan

Regional
Seorang Kuli Panggul Ditemukan Meninggal di Roda Bakso Pasar Tasik

Seorang Kuli Panggul Ditemukan Meninggal di Roda Bakso Pasar Tasik

Regional
Di Anambas, Menteri Susi Minta Warga Tidak Buang Sampah di Kolong Rumah

Di Anambas, Menteri Susi Minta Warga Tidak Buang Sampah di Kolong Rumah

Regional
Menteri Susi Larang Tangkap Ikan Napoleon Seberat 4 Kg, Ini Alasannya...

Menteri Susi Larang Tangkap Ikan Napoleon Seberat 4 Kg, Ini Alasannya...

Regional
BNN Cari Mobil Ferrari Milik Petani yang Jadi Bandar Narkoba

BNN Cari Mobil Ferrari Milik Petani yang Jadi Bandar Narkoba

Regional
Berbahaya, Sumur Bor yang Semburkan Lumpur dan Gas di Cilacap Ditutup

Berbahaya, Sumur Bor yang Semburkan Lumpur dan Gas di Cilacap Ditutup

Regional
Menteri Susi: Berada di Perbatasan, Anambas Punya Peran Penting Bagi NKRI

Menteri Susi: Berada di Perbatasan, Anambas Punya Peran Penting Bagi NKRI

Regional
Pelempar Molotov di Rumah Dinas Tertangkap, Ini Kata Ketua DPRD Kota Magelang

Pelempar Molotov di Rumah Dinas Tertangkap, Ini Kata Ketua DPRD Kota Magelang

Regional
Close Ads X