25.000 Debitur Korban Gempa Sulteng Tuntut Penghapusan Utang

Kompas.com - 30/11/2018, 10:26 WIB
Pasca tsunami, pesisir teluk Palu yang rata  disapu gelombang, Kamis (29/11/2018). Erna Dwi LidiawatiPasca tsunami, pesisir teluk Palu yang rata disapu gelombang, Kamis (29/11/2018).

PALU, KOMPAS.com – Bencana alam yang melanda Kota Palu, Sigi dan Donggala, menyisakan banyak masalah. Salah satunya adalah para debitur di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Banyak para debitur yang bingung harus membayar angsuran bank maupun kredit pembiayaan di perusahaan finansial. Dari kredit rumah, kredit usaha termasuk juga kredit kendaraan.

Sebab, pasca-gempa, banyak rumah retak ringan hingga roboh. Belum lagi rumah hilang di telan bumi terkena likuefaksi.

Nah, kondisi inilah akhirnya memaksa para debitur korban gempa turun melakukan unjuk rasa ke kantor DPRD Sulteng dengan desakan penghapusan utang.

Jumlah debitur yang berunjuk rasa meminta penghapusan utang pun semakin bertambah. Saat ini, jumlah formulir tanda tangan yang berisi pengajuan penghapusan kredit berjumlah 25.000 orang lebih.

Saat ini, anggota DPRD Sulteng membentuk Panitia Khusus (Pansus) yang akan membawa masalah pemutihan utang ini ke DPR RI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Keuangan. Pansus itu sendiri beranggotakan gabungan dari komisi dan fraksi.

Baca juga: 2 Bulan Setelah Gempa dan Tsunami, Nelayan Palu Mulai Berbenah

Menurut koordinator para debitur, Sunardi Katili SH, pansus yang terbentuk itu bisa membawa aspirasi para debitur yang terdampak bencana.

“Semoga pansus ini bisa membawa aspirasi debitur korban bencana alam kepada Bapak Presiden Jokowi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Saya yang mewakili korban berharap keputusan yang diambil sesuai dengan harapan para debitur di Palu, Sigi dan Donggala, yaitu penghapusan atau pemutihan kredit bagi debitur," kata Sunardi, Jumat (30/11/2018).

Terkait dengan persoalan yang dihadapi para debitur, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Tengah Mohammad Syukri A Yunus telah mengeluarkan siaran pers terkait perlakuan khusus terhadap nasabah dan industri jasa keuangan yang terdampak bencana.

Ada tujuh poin yang di keluarkan dalam siaran pers tersebut. Beberapa di antaranya adalah bank dapat melakukan restrukturisasi terhadap kredit ataupun pembiayaan debitur yang terdampak bencana.

“Termasuk juga untuk kredit yang diberikan oleh lembaga jasa keuangan nonbank seperti pembiayaan atau finance, agar kebijakan diberikan untuk debitur berupa penyesuaian denda akibat keterlambatan dan penyesuaian biaya administrasi,” kata Sukri.

Menurutnya, OJK tetap menghargai aspirasi masyarakat terkait desakan penghapusan kredit bagi debitur tersebut. Namun kebijakan pemberian kebijakan kelonggaran tentunya mengacu pada ketentuan yang berlaku dan merupakan internal lembaga jasa keuangan berdasarkan hasil asesmen atas dampak bencana yang dialami debitur.

Baca juga: Pemkot Surabaya Kirim Tim Ahli Bangunan untuk Korban Gempa-Tsunami di Palu

OJK proaktif melaporkan dampak bencana yang dialami kepada lembaga jasa keuangan, sebagai bahan pertimbangan pemberian kelonggaran sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Saat ini sudah ada kebijakan yang diambil dari masing-masing perbankan. Misalnya ada yang diberikan kelonggaran dengan menunda angsuran selama tiga bulan, dan bahkan ada pula perbankan yang memberikan kebijakan dengan menunda angsuran hingga enam bulan ke depan,” jelasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Kasus Mayat Balita Tanpa Kepala, Mulai Hilang hingga Pengasuh PAUD Jadi Tersangka

Kronologi Kasus Mayat Balita Tanpa Kepala, Mulai Hilang hingga Pengasuh PAUD Jadi Tersangka

Regional
Ini Tujuan Dekranasda Jatim Gelar Lomba Desain Produk dan 3D Printing

Ini Tujuan Dekranasda Jatim Gelar Lomba Desain Produk dan 3D Printing

Regional
Longsor di Tasikmalaya, Akses Jalan Cikeusal ke Ibu Kota Singaparna Lumpuh

Longsor di Tasikmalaya, Akses Jalan Cikeusal ke Ibu Kota Singaparna Lumpuh

Regional
4 Dokter yang Tangani Lina Mantan Istri Sule Dimintai Keterangan Polisi

4 Dokter yang Tangani Lina Mantan Istri Sule Dimintai Keterangan Polisi

Regional
Jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat Ditahan Imigrasi Palangkaraya

Jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat Ditahan Imigrasi Palangkaraya

Regional
Divonis 2 Bulan, Kakek Samirin yang Pungut Getah Karet Seharga RP 17.000 Akhirnya Bebas

Divonis 2 Bulan, Kakek Samirin yang Pungut Getah Karet Seharga RP 17.000 Akhirnya Bebas

Regional
Gibran Tanggapi Pidato Megawati soal Minta Rekomendasi: Saya Tak Lewat Pintu Belakang

Gibran Tanggapi Pidato Megawati soal Minta Rekomendasi: Saya Tak Lewat Pintu Belakang

Regional
Dua Kali Kabur, Terpidana Mati yang 5 Tahun Jadi Buron Ini Ditembak Polisi

Dua Kali Kabur, Terpidana Mati yang 5 Tahun Jadi Buron Ini Ditembak Polisi

Regional
Beli Motor NMAX Pakai Uang Koin Rp 24 Juta, Pria di Banyuwangi Menabung di Kaleng Biskuit

Beli Motor NMAX Pakai Uang Koin Rp 24 Juta, Pria di Banyuwangi Menabung di Kaleng Biskuit

Regional
Melihat Batik Siswa SLB di Kendal yang Disukai Turis Asing

Melihat Batik Siswa SLB di Kendal yang Disukai Turis Asing

Regional
Risma: Saya Enggak Mau Ditanya Malaikat Kenapa Ada Warga Kelaparan

Risma: Saya Enggak Mau Ditanya Malaikat Kenapa Ada Warga Kelaparan

Regional
Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-hati

Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-hati

Regional
Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dilarung ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dilarung ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Regional
Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Regional
Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X