Kompas.com - 29/11/2018, 17:49 WIB
Warga Kelurahan Mangunharjo sukarela menutup galian jaringan gas yang amblas karena hujan. Galian tersebut amblas karena tanah penutup galian kurang padat, Kamis (29/11/2018). KOMPAS.com/A FAISOLWarga Kelurahan Mangunharjo sukarela menutup galian jaringan gas yang amblas karena hujan. Galian tersebut amblas karena tanah penutup galian kurang padat, Kamis (29/11/2018).

PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Proyek galian jaringan gas bumi di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, amblas pada Kamis (29/11/2018). Amblasnya galian jaringan gas ini membuat lubang galian terisi air hujan dan tidak diketahui warga jika galiannya dalam. 

Galian jaringan gas yang terisi air hujan tersebut memakan korban, yakni membuat kaki salah satu terluka. Warga tersebut berjualan dengan rombong bakul melewati genangan tersebut, dan terperosok ke lubang hingga rombongnya roboh dan kacanya pecah. 

Warga lain, Lukman, mengatakan, penyebab amblasnya galian jaringan gas bumi untuk saluran gas bumi tersebut karena kelalaian pihak kontraktor.

Mereka enggan melakukan pemadatan di area galian setelah menggali lubang. Galian hanya ditutup tanah seadanya setelah proyek selesai. 

Baca juga: Pemerintah Anggarkan Rp 1 Triliun untuk Pembangunan Jaringan Gas

“Akibatnya saat hujan turun galian tersebut berlubang dan terjadi genangan. Warga yang melintas pun tidak melihat dan terperosok ke dalam lubang tersebut,” katanya kepada wartawan, Kamis (29/11/2018).

Lukman menaambahkan, paving yang berada di halaman amblas sampai kedalaman 20 cm setelah diguyur hujan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dihubungi secara terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Agus Rianto meminta rekanan kontraktor agar segera memperbaiki galian jaringan gas bumi tersebut.

Menurutnya saat hujan galian tersebut menjadi genangan. Warga resah karena galian mengganggu aktivitas warga.

Baca juga: Resmikan Jaringan Gas di Mojokerto, Jonan Ditodong Dua Kepala Daerah

Siap bertanggungjawab

Kontraktor galian jaringan gas tersebut adalah PT KSO. Menurut humas PT KSO Zainul Arifin yang dikonfirmasi Kompas.com, pihaknya mengakui amblasnya galian tersebut.

“Selanjutnya kami akan melakukan pemadatan dan rekondisi agar warga tidak terganggu lagi atas kondisi tersebut,” jelasnya.

Galian jargas bumi amblas sejak dua hari terakhir. Warga yang kesal kemudian sukarela menutup galian tersebut.  

Sebagai informasi, jaringan gas merupakan program Kementerian ESDM untuk membangun jaringan gas bumi di Kota Probolinggo. Sedikitnya ada 5.026 KK yang siap teraliri jaringan gas hingga akhir tahun ini. 

Baca juga: Mengintip Cerita dari 402 Kilometer Jaringan Gas PGN di Cirebon

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.