Kasus Pencabulan Siswi SMK di Solo, Polisi Duga Korban Lebih dari 1 Orang

Kompas.com - 29/11/2018, 15:57 WIB
Pelaku Su (baju oranye) diamankan bersama barang bukti di Mapolsek Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (29/11/2018). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIPelaku Su (baju oranye) diamankan bersama barang bukti di Mapolsek Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (29/11/2018).

SOLO, KOMPAS.com - Jajaran Polsek Laweyan, Solo, Jawa Tengah masih terus mengembangkan kasus pencabulan dengan tersangka Su (34), warga Kecamatan Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Polisi menduga korban pencabulan yang dilakukan oleh pelaku lebih dari satu orang.

"Untuk korban masih satu. Cuma kalau dilihat dari ponselnya (pelaku) ada beberapa video orang lain," kata Kanit Reskrim Polsek Laweyan Iptu Salman di Mapolsek Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (29/11/2018).

Oleh karena itu, lanjut Salman, apabila ada yang merasa menjadi korban dugaan pencabulan pelaku diminta untuk segera melaporkannya ke Polsek Laweyan.

"Kalau memang merasa menjadi korban, monggo ke sini (polsek) membuat laporan ke sini. Kami tampung. Kami akan telusuri lanjut prosesnya," tambah Salman.

Baca juga: Siswi SMK di Solo Dicabuli Pria yang Dikenalnya dari Facebook

Diungkapkannya, korban pencabulan pelaku tidak hanya anak-anak di bawah umur. Melainkan wanita yang mau dirayu untuk melayani syahwat pelaku.

"Dalam penyelidikan kami, korbannya ini tidak hanya anak di bawah umur. Karena saya lihat profil di Facebook maupun di ponselnya itu siapa pun wanita yang mau dirayu pelaku," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Su (34) diamankan polisi diduga setelah mencabuli seorang siswi salah satu SMK di Solo berinisial PA (16) di rumahnya. Su pertama kali mencabuli PA tiga hari setelah berkenalan melalui Facebook.

Su dan PA berkenalan melalui Facebook pada 25 Oktober 2018. Korban diminta untuk menemui pelaku di rumahnya di Kecamatan Baki pada 27 Oktober 2018.

Korban diajak pelaku melakukan perbuatan layaknya suami istri dengan dalih untuk mengecek keperawanan korban.

Namun, sebelum perbuatan itu dilakukan, pelaku mengiming-imingi korban video mesum yang ada di ponselnya.

" Pelaku merupakan residivis kasus yang sama pencabulan dengan anak di bawah umur dan pernah dihukum selama 7 tahun penjara," kata Kapolsek Laweyan Kompol Ari Sumarwono.

Pelaku dijerat Pasal 332 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara dan atau Pasal 81 UU No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak denan ancaman paling lama 15 tahun penjara.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita Pemandu Karaoke Tewas Dibekap Selimut, 11 Saksi Termasuk Pemilik Indekos Diperiksa

Wanita Pemandu Karaoke Tewas Dibekap Selimut, 11 Saksi Termasuk Pemilik Indekos Diperiksa

Regional
Menag Fachrul Razi Berharap Penghentian Visa Arab Saudi Tak Berlanjut ke Musim Haji

Menag Fachrul Razi Berharap Penghentian Visa Arab Saudi Tak Berlanjut ke Musim Haji

Regional
Seorang Pelajar SMK di Jayapura Perkosa dan Bunuh Seorang Wanita, Barang Korban Dibawa Kabur

Seorang Pelajar SMK di Jayapura Perkosa dan Bunuh Seorang Wanita, Barang Korban Dibawa Kabur

Regional
Cerita Jemaah Batal Berangkat Umrah, Telanjur Gelar Syukuran hingga Sempat Transit di Singapura

Cerita Jemaah Batal Berangkat Umrah, Telanjur Gelar Syukuran hingga Sempat Transit di Singapura

Regional
Kronologi Istri Bunuh Suami dengan Sadis Setelah Tak Menyahut 5 Kali Dipanggil

Kronologi Istri Bunuh Suami dengan Sadis Setelah Tak Menyahut 5 Kali Dipanggil

Regional
Lagi, Semarang Jadi Kota Pembangunan Manusia Terbaik di Jawa Tengah

Lagi, Semarang Jadi Kota Pembangunan Manusia Terbaik di Jawa Tengah

Regional
Menjaga Roh Kesetaraan Gender Lewat Pentas Wayang Orang di Semarang

Menjaga Roh Kesetaraan Gender Lewat Pentas Wayang Orang di Semarang

Regional
Antisipasi Dampak Corona, Ganjar Pranowo Siapkan Strategi Ekonomi dan Kesehatan

Antisipasi Dampak Corona, Ganjar Pranowo Siapkan Strategi Ekonomi dan Kesehatan

Regional
Kisah Diana Kartika, Guru Besar Bahasa Jepang Pertama Se-Sumatera yang Jadi Pengusaha Sukses

Kisah Diana Kartika, Guru Besar Bahasa Jepang Pertama Se-Sumatera yang Jadi Pengusaha Sukses

Regional
Pengakuan Istri yang Bunuh dan Potong Kemaluan Suami: Dipanggil 5 Kali Tak Nyahut

Pengakuan Istri yang Bunuh dan Potong Kemaluan Suami: Dipanggil 5 Kali Tak Nyahut

Regional
Selidiki Perumahan Syariah Ilegal, Polisi Periksa 9 Saksi dari Dinas Perizinan, Dinas PU, dan BPN

Selidiki Perumahan Syariah Ilegal, Polisi Periksa 9 Saksi dari Dinas Perizinan, Dinas PU, dan BPN

Regional
Sadis, Seorang Istri di Kalteng Bunuh Suami Saat Rebahan

Sadis, Seorang Istri di Kalteng Bunuh Suami Saat Rebahan

Regional
Pemerintah Akan Jemput Jemaah Umrah yang Telanjur Tiba di Arab Saudi

Pemerintah Akan Jemput Jemaah Umrah yang Telanjur Tiba di Arab Saudi

Regional
Visa Umrah Disetop Arab Saudi, Ribuan Calon Jemaah Jateng Terancam Batal Berangkat

Visa Umrah Disetop Arab Saudi, Ribuan Calon Jemaah Jateng Terancam Batal Berangkat

Regional
Kaburnya Tahanan Wanita di Bandung, Berbaur dengan Warga, Kini Diburu

Kaburnya Tahanan Wanita di Bandung, Berbaur dengan Warga, Kini Diburu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X