Siswi SMK di Solo Dicabuli Pria yang Dikenalnya dari Facebook

Kompas.com - 29/11/2018, 13:13 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi


SOLO, KOMPAS.com - Seorang siswi salah satu SMK di Solo, Jawa Tengah, berinisial PA (16), diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan Su (34), warga Kecamatan Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah. Korban disetubuhi pelaku sebanyak empat kali di rumahnya.

Korban saat ini mengalami trauma berat. Bahkan, korban enggan berangkat sekolah karena malu dengan teman-temannya dan memilih untuk mengurung diri di rumahnya.

Kanit Reskrim Polsek Laweyan Iptu Salman mengungkapkan, awalnya pelaku dan korban berkenalan melalui media sosial (medsos) Facebook pada 25 Oktober 2018. Korban diminta untuk menemui pelaku di rumahnya di Baki pada 27 Oktober 2018.

Baca juga: Cabuli Keponakan Saat Tidur dengan Istri, Guru Ngaji Ditangkap

Di rumah pelaku, kata Salman, korban diajak pelaku melakukan perbuatan layaknya suami istri dengan dalih untuk mengecek keperawanan korban. Namun, sebelum perbuatan itu dilakukan, pelaku mengiming-imingi korban video mesum temannya.

"Dengan iming-iming video mesum itu korban merasa penasaran akhirnya menemui pelaku di rumahnya. Di rumah pelaku korban diberi segelas air putih dan tertidur. Setelah korban terbangun, sudah ada darah di kemaluannya," kata Salman, di Mapolsek Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (29/11/2018).

Perbuatan bejat pelaku terhadap korban tidak hanya sekali saja dilakukan. Pada 10 November 2018, pelaku kembali mengajak korban bertemu.

Pelaku mengancam korban akan menyebarkan video dan foto-fotonya jika tidak mau. Pelaku menjemput korban di depan hotel di kawasan Jalan Slamet Riyadi.

"Setengah 10 malam korban dijemput sama pelaku di depan hotel dan melakukan perbuatan yang sama di rumah pelaku sebanyak tiga kali," ungkap dia.

Perbuatan pelaku tersebut akhirnya terbongkar oleh keluarga korban. Keluarga korban ini mengetahui pelaku dan korban berboncengan di kawasan Makam Haji Sukoharjo.

Baca juga: Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur, Pemilik Kos Dijebloskan ke Penjara

"Saat dihampiri, pelaku ini melarikan diri dan menghilang. Keluarga korban melaporkan kejadian itu ke polsek," ujar dia.

Setelah dilakukan penyelidikan, lanjut Salman, pelaku diamankan di rumah korban pada 27 November 2018.

Kapolsek Laweyan Kompol Ari Sumarwono mengatakan, pelaku merupakan residivis kasus yang sama, yakni melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur dan pernah dihukum selama 7 tahun penjara.

"Pelaku dijerat Pasal 332 Ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara dan atau Pasal 81 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara," ujar Ari.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X