Lembaga Advokasi Perempuan Sayangkan Rendahnya Vonis bagi Dosen Cabul

Kompas.com - 29/11/2018, 12:07 WIB
Ilustrasi pelecehan Kompas.com/ERICSSENIlustrasi pelecehan

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Lembaga Advokasi Perempuan Damar Lampung menyayangkan rendahnya hukuman pelaku pelecehan seksual Dr Chandra Ertikanto, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung. Dosen itu hanya menerima vonis 16 bulan penjara.

Menurut tim kuasa hukum korban DCL, vonis 16 bulan sangat rendah. Mengingat pelaku adalah seorang dosen yang seharusnya menjadi panutan.

"Bahkan, pelaku melakukan pelecehan seksual kepada mahasiswinya di dalam lingkungan dunia pendidikan," kata Meda Fatmayanti pada Kompas.com, Kamis (29/11/2018)

Lebih lanjut dia mengatakan, selama proses persidangan justru terdakwa menunjukkan sikap tidak kooperatif.

"Dia terus menyangkal dan memberi keterangan palsu, baru di akhir-akhir persidangan terdakwa mengakui perbuatannya," katanya lagi.

Baca juga: Ungkap Teka-teki Kasus Pelecehan terhadap Nuril, Polisi Periksa Hotel dan SekolahBaca juga: Polisi Tangkap Pelaku Pelecehan Seksual terhadap 26 Siswa di Cilacap

Dia menambahkan, keluarga korban ada wacana akan melaporkan kembali terdakwa karena telah memberi keterangan palsu.

Pihaknya juga mengajak Unila dan seluruh dunia pendidikan khususnya di Lampung untuk mendukung perlindungan terhadap korban pelecehan seksual.

"Selama dalam proses pendampingan korban, kami mendapat dukungan dari LPSK, Kementerian PP-PA dan Komnas Perlindungan Perempuan," ujarnya.

Tetapi sayangnya, justru Unila belum pernah merespon surat yang dilayangkan oleh tim pendampingan. Bahkan, dia menambahkan, Unila justru memberi bantuan hukum terhadap pelaku.

"Dan kami juga membuka pengaduan dan pendampingan bagi korban pelecehan atau korban kekerasan terhadap perempuan," ujarnya lagi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X