Serahkan Ular Piton, Warga Berharap Gratis Masuk Kebun Binatang

Kompas.com - 28/11/2018, 18:03 WIB
Seekor ular piton sepanjang 9 meter ditangkap warga Jorong Pancuang Anam, Padang. Dok. Ronal Efendi CotoSeekor ular piton sepanjang 9 meter ditangkap warga Jorong Pancuang Anam, Padang.

PADANG, KOMPAS.com-Penemuan ular piton sepanjang 9 meter oleh warga Jorong Pacuang Anam, Nagari Tandikek Selatan, Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat Kamis (22/11/2018) lalu, sempat menjadi viral di media sosial.

Ular piton ini memang sudah lama diincar warga karena kerap memakan ternak.

Ronal Efendi Coto selaku pemilik video ular piton ini mengatakan, ular piton ini ditemukan sewaktu warga mencari ikan di persawahan dekat pemukiman warga sekitar pukul 16.00 WIB.

"Karena ular cukup besar, kami kembali ke pemukiman untuk memanggil warga. Sempat terjadi perlawanan ketika menangkap ular ini. Salah satu warga sempat terlilit," ucap Ronal, ketika dihubungi, Rabu (28/11/2018).

Baca juga: Ular Piton Raksasa Ditangkap di Kebun Karet di Riau, Diduga Sedang Cari Mangsa

Ular piton ini berhasil dilumpuhkan menjelang Maghrib. Saat ini, ular tersebut dikerangkeng dan menjadi tontonan warga.

Menurut Ronal, ular tersebut akan diserahkan ke kebun binatang dalam minggu ini.

"Harapan kami, ketika diserahkan ke kebun binatang, warga Jorong Pacuang Anam bisa gratis masuk ke sana," harap Ronal.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita Ini Jual Rumah dan Siap Dinikahi Pembelinya

Wanita Ini Jual Rumah dan Siap Dinikahi Pembelinya

Regional
Ibu-ibu Bawa Anaknya Demo Tuntut Sekolah Dibuka, Ini Tanggapan Disdik Pamekasan

Ibu-ibu Bawa Anaknya Demo Tuntut Sekolah Dibuka, Ini Tanggapan Disdik Pamekasan

Regional
Positif Corona, Sekda Grobogan: Keluhan Saya Tidak Bisa Tidur Nyenyak

Positif Corona, Sekda Grobogan: Keluhan Saya Tidak Bisa Tidur Nyenyak

Regional
Mahasiswanya Gantung Diri Diduga Depresi Skripsi Sering Ditolak Dosen, Ini Penjelasan Universitas

Mahasiswanya Gantung Diri Diduga Depresi Skripsi Sering Ditolak Dosen, Ini Penjelasan Universitas

Regional
2 Pasien Covid-19 di Riau Merasa Nyeri di Perut dan Ulu Hati

2 Pasien Covid-19 di Riau Merasa Nyeri di Perut dan Ulu Hati

Regional
Menkes Terawan Akan Pimpin Langsung Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

Menkes Terawan Akan Pimpin Langsung Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

Regional
Viral, Video Ibu-ibu Unjuk Rasa di Depan SD, Tuntut Sekolah Dibuka Kembali

Viral, Video Ibu-ibu Unjuk Rasa di Depan SD, Tuntut Sekolah Dibuka Kembali

Regional
Pejabat Desa Perkosa Bocah SD Yatim Berkali-kali, Ketahuan Saat Coba Lamar Korban

Pejabat Desa Perkosa Bocah SD Yatim Berkali-kali, Ketahuan Saat Coba Lamar Korban

Regional
19 Tenaga Medis di Samarinda Positif Corona karena Transmisi Lokal

19 Tenaga Medis di Samarinda Positif Corona karena Transmisi Lokal

Regional
Dekan UNS Surakarta: 25 Mahasiswa PPDS Positif Covid-19 Belum Ada yang Diwisuda

Dekan UNS Surakarta: 25 Mahasiswa PPDS Positif Covid-19 Belum Ada yang Diwisuda

Regional
Kasus Covid-19 di Jatim Tinggi, Menkes Terawan Berkantor di Surabaya Setiap Akhir Pekan

Kasus Covid-19 di Jatim Tinggi, Menkes Terawan Berkantor di Surabaya Setiap Akhir Pekan

Regional
Duka di Masamba, 13 Orang Tewas dan 46 Orang Hilang akibat Diterjang Banjir Bandang

Duka di Masamba, 13 Orang Tewas dan 46 Orang Hilang akibat Diterjang Banjir Bandang

Regional
Adaptasi Kebiasaan Baru, ASN Pemprov Papua Barat 'Ngantor' Mulai 15 Juli

Adaptasi Kebiasaan Baru, ASN Pemprov Papua Barat "Ngantor" Mulai 15 Juli

Regional
Serahkan Diri ke Polisi, Petugas P2TP2A yang Cabuli Korban Pemerkosaan Didampingi Keluarga

Serahkan Diri ke Polisi, Petugas P2TP2A yang Cabuli Korban Pemerkosaan Didampingi Keluarga

Regional
Bikin Resah, Pasien Covid-19 Tolak Karantina, Malah Santai Keluyuran dan Beli Sayuran

Bikin Resah, Pasien Covid-19 Tolak Karantina, Malah Santai Keluyuran dan Beli Sayuran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X