Kompas.com - 27/11/2018, 17:40 WIB
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono di Dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (10/11/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DKetua KNKT Soerjanto Tjahjono di Dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (10/11/2018).

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT ), akan menyewa kapal untuk pencarian Cockpit Voice Recorder ( CVR ).

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Kapten Nur Cahyo Utomo, di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung,  Selasa ( 27/11 ) siang.

KNKT berharap, agar pencarian bisa dilakukan dalam waktu dekat ini.

"Kami berharap akan segera mendapatkan kapal, sehingga bisa melakukan pencarian CVR tersebut dalam minggu ini. Kami ( KNKT ) akan berusaha maksimal, sehingga bisa mendapatkan hal – hal atau informasi yang kita butuhkan untuk investigasi sebanyak banyaknya," ujar Nur Cahyo.

Baca juga: Penjelasan KNKT soal Pertemuan Tertutup dengan Keluarga Korban Lion Air JT 610

Ada beberapa klasifikasi kapal yang dibutuhkan KNKT dalam pencarian CVR ini. Diantaranya adalah memiliki crane dengan daya yang cukup kuat, sehingga bisa mengangkat apabila menemukan bagian pesawat yang cukup besar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Selain crane, kami juga membutuhkan kapal yang bisa berhenti di satu titik tanpa menggunakan jangkar. Karena lokasi jatuhnya pesawat berdekatan dengan pipa bahan bakar milik Pertamina. Sehingga kalau kita menurunkan jangkar, dikhawatirkan bisa mengganggu atau merusak pipa tersebut," tegas Nur Cahyo.

Selain itu, KNKT juga membutuhkan alat selam, yang penyelamnya bisa bertahan di dalam air lebih lama. Sehingga, penyelam bisa bekerja lebih maksimal.

"Kami juga membutuhkan alat sedot lumpur. Karena kami akan menyedot dan membuang lumpur tersebut sekitar 100 hingga 150 meter dari lokasi. Sehingga, lokasi ini akan lebih terbuka, jadi kami bisa menemukan bagian - bagian ( pesawat ) yang selama ini meungkin tertutup oleh lumpur. Dan kami berharap juga menemukan CVR  di lokasi tersebut," kata Nur Cahyo.

Kompas TV Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih mencari keberadaan Cockpit Voice Recorder atau (CVR). KNKT membantah bahwa posisi CVR saat ini tertimbun lumpur di dasar laut.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.