PPP Jabar Fokus Lawan Hoaks soal Jokowi-Ma'ruf Amin di Kalangan Santri

Kompas.com - 27/11/2018, 16:22 WIB
Uu Ruzhanul Ulum saat mendampingi Joko Widodo pada peringatam Hari Santri Nasional di Bandung beberapa waktu lalu. Dokumentasi Humas Pemprov JabarUu Ruzhanul Ulum saat mendampingi Joko Widodo pada peringatam Hari Santri Nasional di Bandung beberapa waktu lalu.


BANDUNG, KOMPAS.com - DPW Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) Jawa Barat tengah disibukan untuk mengklarifikasi informasi bohong alias hoaks yang menyerang calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Pengurus Harian DPW PPP Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, arahan tersebut sejalan dengan instruksi Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Moeldoko.

Uu mengatakan, seluruh elemen PPP terus intensif berdialog dengan kalangan ulama dan santri untuk meluruskan seluruh isu hoaks yang sudah kadung beredar di masyarakat.

Baca juga: Wagub Jabar: Sebelumnya Tidak Ada Presiden yang Menetapkan Hari Santri


"Tiap akhir pekan saya sudah mulai (berdialog) ke beberapa titik, Karawang, Majalengka, sampai Kuningan. Materinya yang disampaikan soal persatuan dan kesatuan. Tapi, kami juga menyampaikan dan menjelaskan isu yang beredar,” kata Uu, Selasa (27/11/2018).

Salah satu isu hoaks yang banyak beredar, kata Uu, soal serbuan warga negara Tiongkok sebagai tenaga kerja asing ke Indonesia. Ada juga soal kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Kami sampaikan data-data yang otentik terkait isu tersebut. Kami memiliki data, dan menyakini data yang disampaikan ini. Penjelasan ini membuat pemahaman kiai, ajengan, dan santri, terkait Pak Jokowi menjadi positif," ungkap Uu, yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat itu.

Uu menilai, kalangan pesantren di Jabar sudah cukup paham dengan informasi bermuatan politis yang kerap hadir di tahun politik.

Baca juga: Mendagri: Sampai Sekarang Ada Posisi Wagub yang Sudah Kosong 2,5 Tahun

"Mereka sudah melek informasi. Saya katakan jangan membalas. Mereka ini bilang takut perpecahan, mereka mau bisa ibadah dengan tenang dan damai, mereka jengah kalau terus dibenturkan," ucap dia.

Ia pun menyakini upaya itu bisa mengikis ketidakpercayaan kalangan pesantren pada pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Langkah itu pun akan terus dilakukan jelang pencoblosan.

"Kita akan lanjutkan terus. Saya datang ke mereka bersama tim kampanye Pilgub juga didampingi para calon legislatif dari PPP," ujar dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X