Kompas.com - 27/11/2018, 15:59 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Sebanyak 48 rumah di Kampung Cihantap RW 07 Desa Puncaksari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, rusak akibat pergeseran tanah yang terjadi pada akhir Oktober 2018 lalu.

Tiga pekan setelah kejadian, warga masih disergap rasa cemas. Terutama, saban kali hujan turun di kampung itu. Hingga kini, mereka terpaksa bertahan lantaran tak ada pilihan.

Nining (60), warga setempat, mengaku sering was-was tiap malam hari atau saat hujan turun. Ia terkadang begadang lantaran khawatir gerakan tanah kembali terjadi.

"Kalau malam saya begadang, jarang tidur, takut," ucap Nining saat ditemui Kompas.com di kediamannya, Selasa (27/11/2018) siang.

Baca juga: 48 Rumah Rusak Akibat Pergerakan Tanah, PVMBG Kirimkan Tim ke Lokasi

Indri (27), juga merasakan keresahan serupa. Tiap malam, ia kerap tinggal di rumah ibunya. Sebab, rumah yang baru ia bangun 4 tahun lalu mengalami keretakan di bagian dinding dan amblas di bagian lantai.

"Ya mau tinggal dimana lagi, di rumah sendiri sudah mau ambruk gini. Kalau hujan bocor karena plafonnya sudah retak juga," ujarnya.

Warga Cihantap memang terus meningkatkan kewaspadaan pascakejadian itu. Hampir setiap hari, tim dari BPBD dan aparat kewilayahan terus mengontrol kondisi warga. Plang bertuliskan "Kawasan Rawan Longsor" terpasang di tiap lekuk jalan perkampungan.

Indri mengatakan, BPBD sempat mengimbau warga untuk mengungsi. Namun, tak tersedianya tempat pengungsian membuat warga terpaksa bertahan di bawah ancaman bencana.

"Disuruh pindah harus mengungsi, tapi mau pindah ke mana, enggak ada lagi tempat. Enggak disediakan juga tempat mengungsinya," ucap Indri.

Hingga saat ini, belum ada bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki kerusakan rumah warga. Nining dan Indri pun berharap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberi perhatian bagi warga Cihantap.

"Pak Ridwan Kamil tolong bantu kami, kami di sini cemas karena rumah kami takut rubuh. Kami mohon perhatiannya," jelas Indri. 

Kompas TV Dalam sidang putusan sela di pengadilan negeri Jakarta Utara, hakim menolak eksepsi penasihat hukum terdakwa Tedja Widjaja karena keberatan-keberatan yang diajukan pihak terdakwa sudah masuk ranah pokok perkara. Sebelumnyam, jaksa mendakwa Tedja Widjaja telah memalsukan sertifikat tanah milik Yayasan Universitas 17 Agustus 1945 dengan memecah PBB dan menggunakan dokumen palsu. Oleh karena itu, hakim memerintahkan jaksa serta penasihat hukum terdakwa segera melengkapi bukti-bukti dan saksi-saksi untuk persidangan pembuktian pada pokok perkara yang akan digelar Rabu pekan depan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.