Puluhan Dokter Demo di Kejari Pekanbaru, Protes Tuduhan Korupsi Alkes 3 Rekannya

Kompas.com - 27/11/2018, 15:34 WIB
Puluhan dokter RSUD Arifin Ahmad Provinsi Riau melakukan aksi demo di Kejari Pekanbaru pasca penahanan tiga dokter bedah dalam dugaan kasus korupsi alkes, Selasa (27/11/2018). KOMPAS.com/IDON TANJUNGPuluhan dokter RSUD Arifin Ahmad Provinsi Riau melakukan aksi demo di Kejari Pekanbaru pasca penahanan tiga dokter bedah dalam dugaan kasus korupsi alkes, Selasa (27/11/2018).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Puluhan dokter RSUD Arifin Ahmad Provinsi Riau melakukan aksi unjuk rasa di ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru di Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (27/11/2018).

Aksi unjuk rasa ini buntut dari tiga orang rekan sesama dokter, drg Masrial, dr Kuswan Ambar Pamungkas dan dr Wili Yulifar, ditahan Kejari Riau, Senin (26/11/2018) kemarin, atas dugaan kasus korupsi alat kesehatan ( alkes).

Puluhan dokter berunjuk rasa ini tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia (IKABI) Koordinator Wilayah Riau dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Riau.

Mereka datang ke kantor Kejari Pekanbaru tampak mengenakan baju dinasnya. Aksi dokter ini mengganggu pelayanan bedah di RSUD Arifin Ahmad dan mereka juga mengancam akan mogok kerja.

Baca berita sebelumnya: Kejari Tahan 5 Terdakwa Korupsi Alkes Rumah Sakit, 3 di Antaranya Dokter

Dalam keterangan resmi IKABI Korwil Riau yang diterima wartawan, menyatakan, dua orang dokter anggota IKABI, dr Kuswan Ambar Pamungkas dan dr Wili Yulifar merupakan korban dalam kasus ini.

Disebutnya, keduanya dijerumuskan oleh sistem sehingga dituduh melakukan korupsi. Sedangkan yang membuat kebijakan tidak disentuh hukum.

Lalu kemudian dengan dilakukannya penahanan ini, telah menyakiti dan membahayakan pihaknya sebagai ahli bedah, sehingga IKABI perlu menunda pelayanan bedah di Riau sebagai bentuk solidaritas atas desakan seluruh anggota

Selain itu, anggota IKABI Korwil Riau tetap melakukan pelayanan emergensi dan mengunjungi pasien-pasien yang telah dirawat.

Baca juga: 5 Fakta Kasus Dokter YS di Tanjungpinang, Bidan W Disuntik 56 Kali hingga Pingsan 3 Jam

Kemudian meminta kepada instansi terkait yaitu, Kejari Pekanbaru tidak menahan rekannya. Karena diluar tahanan mereka tetap bisa melakukan pelayanan kepada masyarakat.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien Covid-19 Tertua di Indonesia Sembuh, Kuncinya Disiplin

Pasien Covid-19 Tertua di Indonesia Sembuh, Kuncinya Disiplin

Regional
Nenek Berusia 100 Tahun Asal Surabaya Sembuh dari Covid-19, Bagaimana Bisa?

Nenek Berusia 100 Tahun Asal Surabaya Sembuh dari Covid-19, Bagaimana Bisa?

Regional
Kisruh Bantuan Mobil PCR, Saling Klaim dan Amukan Risma, Ini Akhir Ceritanya

Kisruh Bantuan Mobil PCR, Saling Klaim dan Amukan Risma, Ini Akhir Ceritanya

Regional
[POPULER NUSANTARA] Wali Kota Risma Tersulut Emosi | Kerangka Diduga Berusia Ratusan Tahun

[POPULER NUSANTARA] Wali Kota Risma Tersulut Emosi | Kerangka Diduga Berusia Ratusan Tahun

Regional
Saat Dosen Unpad Masuk Data Penerima Dana Bansos Rp 600 Ribu Per Bulan: Bingung Bantuan Apa Ini?

Saat Dosen Unpad Masuk Data Penerima Dana Bansos Rp 600 Ribu Per Bulan: Bingung Bantuan Apa Ini?

Regional
Polisi Pukul Pakai Rotan Warga Tak Bermasker, Tetap Diproses Hukum Meski Ada Masyarakat yang Mendukung

Polisi Pukul Pakai Rotan Warga Tak Bermasker, Tetap Diproses Hukum Meski Ada Masyarakat yang Mendukung

Regional
Detik-detik Satpam Tewas Dibunuh Maling, Berawal Saat Pergoki Pencurian Kelapa Sawit

Detik-detik Satpam Tewas Dibunuh Maling, Berawal Saat Pergoki Pencurian Kelapa Sawit

Regional
Jejak Kasus Pecatan TNI Ruslan Buton, Tuntut Jokowi Mundur hingga Terlibat Kasus Pembunuhan La Gode

Jejak Kasus Pecatan TNI Ruslan Buton, Tuntut Jokowi Mundur hingga Terlibat Kasus Pembunuhan La Gode

Regional
Kabur dari Rutan Polsek Malili, Satu Tahanan Titipan Kejari Luwu Timur Ditembak

Kabur dari Rutan Polsek Malili, Satu Tahanan Titipan Kejari Luwu Timur Ditembak

Regional
Tentang New Normal di DIY, Sri Sultan: Jangan tergesa-gesa

Tentang New Normal di DIY, Sri Sultan: Jangan tergesa-gesa

Regional
Kota Bandung Kini Terapkan PSBB Proporsional

Kota Bandung Kini Terapkan PSBB Proporsional

Regional
7 Pohon Tumbang Diterjang Angin Puting Beliung di Sukabumi, 1 Mobil dan Puluhan Rumah Rusak

7 Pohon Tumbang Diterjang Angin Puting Beliung di Sukabumi, 1 Mobil dan Puluhan Rumah Rusak

Regional
Pekan Depan, Keluar Masuk NTB Wajib Bawa Surat Bebas Corona

Pekan Depan, Keluar Masuk NTB Wajib Bawa Surat Bebas Corona

Regional
Sabtu, 2 Unit Mobil PCR Dijadwalkan Siaga di Surabaya, Ini Lokasinya

Sabtu, 2 Unit Mobil PCR Dijadwalkan Siaga di Surabaya, Ini Lokasinya

Regional
Diduga Rem Blong Saat Turunan Tajam, Truk Sayur Terguling dan Terjun ke Jurang 10 Meter

Diduga Rem Blong Saat Turunan Tajam, Truk Sayur Terguling dan Terjun ke Jurang 10 Meter

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X