Bongkar Muatan di Tengah Laut, Kapal Asing Berbendera Singapura Diamankan

Kompas.com - 26/11/2018, 17:04 WIB
Ilustrasi kapal. THINKSTOCKIlustrasi kapal.

BATAM, KOMPAS.com - Tim Gabungan Guskamla Koarmada I mengamankan dua kapal asing berbendera Singapura di kawasan perairan Indonesia, Rabu (21/11/2018) kemarin.

Kedua kapal yang masing-masing bernama MV An Kang dan MT Pu Tuo San diamankan pada posisi 0115.103 N - 10403.436 E yang sedang melaksanakan kegiatan ship to ship (STS) teritorial Indonesia dari kapal MV An Kang ke kapal MT Pu Tuo San.

Komandan Guskamla Koarmada I Laksamana Pertama Dafit Santoso ditemui usai ekspose di Lanal Batam mengatakan terungkapnya kasus ini berkat adanya informasi dari nelayan yang kerap melihat aksi bongkar muat yang terjadi di perairan Indonesia.

"Berdasarkan informasi dan laporan tersebut, Puskodal Guskamla Koarmada I langsung melakukan pemantauan," kata Dafit Santoso, Senin (26/11/2018).

Baca juga: Ditentang di Indonesia, Menteri Susi Dipuji Dunia karena Melawan Illegal Fishing

Dan hasil pantauan Puskodal Guskamla Koarmada I melalui AIS dan Long Range Camera pada posisi 01 15.103 N - 104 03.436 E, diketahui kapal MV An Kang sedang melaksanakan transhipment ke kapal MT Pu Tuo San di perairan TSS pada posisi 01 15 503 LU - 104 05 171 BT.

"Seharusnya bongkar muat itu dilakukan di pelabuhan, bukan di tengah laut seperti yang dilakukan kedua kapal berbendera Singapura ini," ungkap Dafit.

Meski sudah dilakukan penangkapan dan diperintahkan merapat ke Lanal Batam yang dilakukan KAL Mapor.

Namun kedua kapal berusaha kabur dengan melaju ke arah Timur, sehingga dilaksanakan pengejaran kembali oleh KAL Mapor.

Baca juga: Kebijakan Kapal Asing, Alat Tangkap Cantrang dan Transhipment Sudah Tidak Bisa Ditawar Lagi

"Dari hasil pemeriksaan di kapal MV An Kang, ditemukan adanya 11 penumpang gelap yang terdiri 10 WNA dan 1 WNI yang tidak termasuk dalam crewlist," jelas Dafit.

Selain itu Kapal MV An Kang membawa muatan berupa provision (bahan basah) dan store (alat-alat kebutuhan kapal atau sparepart) yang diperuntukkan bagi kapal MT Pu Tuo San, MT Ocean Porpoise dan kapal MT Ocean Gobi namun tidak dilengkapi dokumen.

"Untuk 10 WNA ini sudah kami koordinasikan dengan Imigrasi Batam dan diduga melakukan tindak pidana keimigrasian," ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Dokter yang Tangani Lina Mantan Istri Sule Dimintai Keterangan Polisi

4 Dokter yang Tangani Lina Mantan Istri Sule Dimintai Keterangan Polisi

Regional
Jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat Ditahan Imigrasi Palangkaraya

Jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat Ditahan Imigrasi Palangkaraya

Regional
Divonis 2 Bulan, Kakek Samirin yang Pungut Getah Karet Seharga RP 17.000 Akhirnya Bebas

Divonis 2 Bulan, Kakek Samirin yang Pungut Getah Karet Seharga RP 17.000 Akhirnya Bebas

Regional
Gibran Tanggapi Pidato Megawati soal Minta Rekomendasi: Saya Tak Lewat Pintu Belakang

Gibran Tanggapi Pidato Megawati soal Minta Rekomendasi: Saya Tak Lewat Pintu Belakang

Regional
Dua Kali Kabur, Terpidana Mati yang 5 Tahun Jadi Buron Ini Ditembak Polisi

Dua Kali Kabur, Terpidana Mati yang 5 Tahun Jadi Buron Ini Ditembak Polisi

Regional
Beli Motor NMAX Pakai Uang Koin Rp 24 Juta, Pria di Banyuwangi Menabung di Kaleng Biskuit

Beli Motor NMAX Pakai Uang Koin Rp 24 Juta, Pria di Banyuwangi Menabung di Kaleng Biskuit

Regional
Melihat Batik Siswa SLB di Kendal yang Disukai Turis Asing

Melihat Batik Siswa SLB di Kendal yang Disukai Turis Asing

Regional
Risma: Saya Enggak Mau Ditanya Malaikat Kenapa Ada Warga Kelaparan

Risma: Saya Enggak Mau Ditanya Malaikat Kenapa Ada Warga Kelaparan

Regional
Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-hati

Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-hati

Regional
Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dilarung ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dilarung ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Regional
Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Regional
Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Regional
Seorang Kakek di Temanggung Tewas Disengat Ratusan Lebah

Seorang Kakek di Temanggung Tewas Disengat Ratusan Lebah

Regional
Fakta Kapal Wartawan Istana Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Sebut Layar Belum Sempat Diturunkan

Fakta Kapal Wartawan Istana Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Sebut Layar Belum Sempat Diturunkan

Regional
[POPULER NUSANTARA] ABK Meninggal Dibuang ke Laut | Raja Agung Sejagat Minta Maaf

[POPULER NUSANTARA] ABK Meninggal Dibuang ke Laut | Raja Agung Sejagat Minta Maaf

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X