Banjir Bandang di Aceh Utara, 30 Warga Tak Bisa Pulang hingga 9 Tanggul Jebol

Kompas.com - 26/11/2018, 14:56 WIB
Salah satu rumah warga yang hancur dihantam banjir di Desa Kumbang, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (17/11/2018). KOMPAS.com/Masriadi Salah satu rumah warga yang hancur dihantam banjir di Desa Kumbang, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (17/11/2018).

KOMPAS.com - Belum semua korban banjir bandang di Aceh Utara kembali ke rumah mereka. Setidaknya, 30 warga masih bertahan di tenda pengungsian karena rumah mereka telah hancur diterjang banjir.

Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas PUPR Aceh Utara, 9 tanggul di 9 desa di Aceh Utara jebol saat banjir bandang melanda pekan lalu.

Petugas pun berencana segera menganggarkan biaya untuk melakukan perbaikan tanggul-tanggul tersebut.

Inilah fakta baru terkait bencana banjir bandang di Aceh Utara.

1. 30 warga korban banjir di Aceh Utara bertahan di tenda

Polisi mengevakuasi korban banjir di Desa Mancang, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara, MInggu (18/11/2018)KOMPAS.com/Masriadi Polisi mengevakuasi korban banjir di Desa Mancang, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara, MInggu (18/11/2018)
 

Sebanyak 9 kepala keluarga atau 30 jiwa masih mengungsi akibat banjir yang melanda Kecamatan Samudera dan Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara sejak pekan lalu. Mereka terpaksa mengungsi karena rumahnya mengalami rusak berat dan rusak ringan.

Berdasarkan data yang dikumpulkan, Kepala Desa Kumbang Kecamatan Syamtalira Aron, Zulkarnaini mencatat, enam rumah rusak di desa tersebut.

“Tiga rumah itu rusak total, tiga lainnya itu rusak ringan. Masyarakat masih bertahan di tenda pengungsian, karena memang tak ada rumah keluarganya. Kalau yang ada rumah keluarga, mereka menumpang sementara waktu di rumah keluarga,” kata Zulkarnaini, Sabtu (24/11/2018).

Dia menyebutkan, hingga saat ini bantuan dari berbagai kelompok masyarakat masih mengalir untuk korban yang mengungsi.

Baca Juga: 30 Warga Korban Banjir di Aceh Utara Masih Mengungsi

2. Bantuan tenda barak untuk pengungsi

Polisi membantu warga melewati banjir di Desa Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur terendam banjir, Senin (19/11/2018).KOMPAS.com/ DOK POLRES ACEH TIMUR Polisi membantu warga melewati banjir di Desa Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur terendam banjir, Senin (19/11/2018).

Hingga saat ini, bantuan dari berbagai kelompok masyarakat masih mengalir untuk korban yang mengungsi.

“Semalam ada bantuan dari Polres Aceh Tengah untuk sayur dan bahan makanan. Kami apresiasi seluruh bantuan dari berbagai pihak untuk korban banjir,” terangnya.

Untuk bantuan rumah, Zulkarnaini mengaku sudah mengirimkan proposal melalui camat agar diteruskan ke Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Pembunuhan 'Debt Collector' yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Kronologi Pembunuhan "Debt Collector" yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Regional
183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

Regional
Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Pintar Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Pintar Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Regional
Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Regional
Kasus Pembunuhan 'Debt Collector': Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Kasus Pembunuhan "Debt Collector": Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Regional
4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

Regional
Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Regional
Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Regional
Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Regional
Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Regional
Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Regional
Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Regional
Cuaca Buruk, 'Water Bombing' Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Cuaca Buruk, "Water Bombing" Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Regional
Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X