Kompas.com - 26/11/2018, 13:58 WIB
Sebuah SPBU di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, lebih mengutamakan isi jeriken ketimbang melayani kendaraan yang antre panjang, Sabtu (24/11/2018). KOMPAS.com/AMRAN AMIR Sebuah SPBU di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, lebih mengutamakan isi jeriken ketimbang melayani kendaraan yang antre panjang, Sabtu (24/11/2018).

KOMPAS.com - Banyaknya laporan terkait antrian panjang kendaraan di SPBU wilayah Luwu Timur, membuat Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, gerah.

Irwan pun bertambah berang setelah mengetahui antrian tersebut disebabkan para petugas SPBU di wilayahnya lebih mendahulukan antrian jeriken.

Irwan pun segera meminta dinas terkait untuk menindak tegas SPBU yang mengijinkan warga mengantri jeriken.

Berikut ini fakta di balik antrian jeriken di Luwu Timur.

1. Banyak laporan terkait antrian jeriken

Kendaraan mengular dari dalam hingga depan SPBU Sampoddo, kecamatan wara selatan, kota palopo dan menyebabkan kemacetan. Kamis (22/11/2018)KOMPAS.com/AMRAN AMIR Kendaraan mengular dari dalam hingga depan SPBU Sampoddo, kecamatan wara selatan, kota palopo dan menyebabkan kemacetan. Kamis (22/11/2018)

Setelah menerima lapoaran adanya antrian jeriken di sejumlah SPBU di Luwu Timur, Wakil Bupati Irwan Bachri Syam segera turun tangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada hari Sabtu (24/11/2018), Irwan bersama jajarannya menuju SPBU di Sorowako untuk memastikan laporan yang diterimanya.

Sesampainya di SPBU tersebut, Irwan pun melihat dengan mata kepalanya sendir, antrian kendaraan mengular.

”Sudah banyak laporan yang saya terima dari masyarakat. Saya mendapati langsung di mana antrean kendaraan yang panjang, justru petugasnya asyik juga mengisi jeriken. Saya beri mereka peringatan untuk tidak mengisi jeriken lagi, eh malah terkesan melawan. Aduh, saya sangat prihatin di belakang warga mengantre,” katanya.

Baca Juga: Petugas SPBU Utamakan Isi Jeriken saat Antrean Kendaraan Mengular, Wakil Bupati Luwu Timur Berang

2. Antrian panjang karena petugas SPBU mengisi jeriken

Puluhan warga berkerumun sambil membawa jeriken untuk mengisi bahan bakar minyak di SPBU Desa Lombe, Kecamatan Gu, Sulawesi Tenggara, Jumat (9/11/2018). KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKE Puluhan warga berkerumun sambil membawa jeriken untuk mengisi bahan bakar minyak di SPBU Desa Lombe, Kecamatan Gu, Sulawesi Tenggara, Jumat (9/11/2018).

Saat sidak, Wakil Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam berang saat melihat petugas SPBU dengan santainya mengisi jejeran jeriken 20 liter, sementara antrean kendaraan terlihat panjang.

Wakil Bupati pun segera meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk mengevaluasi SPBU tersebut terkait masalah perizinan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dagkop-UKM) Luwu Timur Rosmiaty Alwi, membenarkan hal tersebut dan akan meninjau langsung SPBU Sorowako tersebut.

Baca Juga: Di Balik Kemarahan Sopir Truk di Buton Tengah, Jeriken Warga Menumpuk hingga Kedatangan Wartawan

3. SPBU di Palopo terkena sanksi karena mengisi jeriken

Ilustrasi BBM. (ABC/Nic MacBean) Ilustrasi BBM. (ABC/Nic MacBean)

Peristiwa serupa juga terjadi di wilayah Palopo, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu.

Akibatnya, dua SPBU di wilayah Palopo terkena sanksi dinas terkait. Dua SPBU tersebut adalah SPBU Padang Alipan di Kecamatan Telluwanua dan SPBU Binturu di Kecamatan Wara.

Keduanya mendapat sanksi tidak lagi mendapat pasokan BBM jenis premium selama satu bulan.

“Sanksi yang kami berikan adalah menghentikan penyuplaian BBM jenis subsidi selama sebulan, sanksi ini sebagai teguran awal. Jika masih melakukan pelanggaran ke depan, maka tidak menutup kemungkinan izin usahanya kami cabut dan sudah tidak bisa lagi kami suplaikan BBM," kata Kepala Terminal BBM Palopo, Novi Prasetyo, Kamis (22/11/2018).

Baca Juga: Distribusi BBM Lambat, Kendaraan Mengular di SPBU Kota Palopo

4. Pengawasan ketat diberlakukan terhadap SPBU

Ilustrasi SPBUWARTA KOTA / ANGGA BHAGYA NUGRAHA Ilustrasi SPBU

Novi Prasetyo mengatakan, sanksi keras tersebut diambil setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat dalam bentuk foto dan video.

"Dalam undang-undang dan peraturan presiden memang ditegaskan bahwa penjualan BBM subsidi hanya boleh dilakukan lewat SPBU. Itu pun hanya untuk kendaraan bermotor, bukan dalam bentuk lain, seperti jeriken. Jika ada yang melayani dalam bentuk jeriken, maka itu ilegal," ujar dia.

Untuk itu, Novi mengharapkan kepada segenap pihak termasuk masyarakat agar ikut melakukan pengawasan aktif dalam penyaluran BBM subsidi.

Baca Juga: Layani Pengisian BBM Menggunakan Jeriken, 2 SPBU di Palopo Kena Sanksi

Sumber: KOMPAS.com (Amran Amir)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.