5 Fakta di Balik Kasus Ayah Cabuli Anak Tirinya, Rumah Diancam Dibakar hingga Terbongkar Setelah 8 Tahun

Kompas.com - 26/11/2018, 13:46 WIB

KOMPAS.com — S (48) diduga telah mencabuli anak tirinya sejak koban masih duduk di bangku SMP hingga kuliah.

Dari hasil pemeriksaan polisi, S mengancam akan melukai ibu dan dua adik korban apabila korban melaporkan atau tidak menuruti kemauan bejat S.

S saat ini telah mendekam di penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sementara itu, korban masih mendapat pendampingan dari ahli untuk memulihkan trauma.

Inilah fakta di balik aksi tak bermoral S di Gunungkidul, DIY.

1. Mendapat dukungan keluarga, korban berani melapor 

IlustrasiKOMPAS/DIDIE SW Ilustrasi

Perbuatan tidak terpuji S (48), warga Kecamatan Purwosari, Gunungkidul, DIY, akhirnya terkuak setelah korban melaporkan ke polisi.

Korban melaporkan perbuatan S, ayah tirinya. Perbuatan S tersebut dilakukan sejak korban masih duduk di kelas IX SMP hingga berstatus mahasiswi.

Keberanian muncul setelah korban bercerita dan merasa mendapat dukungan dari sanak saudaranya.

Sementara itu, Polsek Purwosari segera melakukan penangkapan terhadap S. Dia dijerat dengan Pasal 81 Ayat 1 atau Pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Sub Pasal 285 KUHP atau Pasal 289 KUHP atau Pasal 294 Ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Baca Juga: Pria Ini Cabuli Anak Tirinya Selama 8 Tahun

2. Selama 8 tahun, S mengancam korban hingga tak berani melapor

Ilustrasi kekerasandeeepblue Ilustrasi kekerasan

Kebejatan S akhirnya terungkap saat diperiksa polisi. S mengakui telah memaksa korban melayani nafsu syahwatnya saat korban masih berusia 15 tahun.

Saat itu, korban memberontak, namun S tetap nekat memaksa korban. Setelah itu, pelaku mengancam akan melukai ibu dan dua adiknya apabila melaporkan ke polisi.

Bukannya bertobat, pelaku justru memanfaatkan ketakutan korban untuk terus memaksa korban melayani dirinya.

Perbuatan tersebut dipendam korban sendirian hingga dirinya mulai menapaki jenjang kuliah.

"Ancaman dan intimidasi selalu diberikan S, bahkan S mengancam melukai ibu dan saudara korban apabila tidak menuruti keinginannya," kata Kapolsek Purwosari AKP Budi Kustanto.

"Karena latar belakang ancaman, korban tidak berani melapor," tambah dia.

Baca Juga: Keselamatan Ibu dan Adiknya, Alasan Korban Pencabulan Tak Melapor Selama 8 Tahun

3. Kronologi terbongkarnya perbuatan S

Ilustrasi olah TKPKOMPAS.com Ilustrasi olah TKP

Budi Kustanto menjelaskan, S tega melakukan apa saja untuk memaksa korban melayani dirinya.

Hal itu membuat korban trauma dan ketakutan. Namun, korban mengkhawatirkan ancaman S terhadap ibu dan adik-adiknya. Lalu, pada hari Jumat (23/11/2018), korban memilih untuk tidak pulang ke rumah.

Saat itu, korban pulang ke rumah salah satu kerabatnya di Bantul dan dengan rasa trauma mendalam, dirinya menceritakan perbuatan S terhadap dirinya selama 8 tahun.

Akhirnya, ibu dan para kerabat korban melaporkan S ke polisi.

"Kami masih melakukan pendampingan terhadap korban," kata Budi Kustanto.

Baca Juga: Guru SMP Pelaku Pencabulan 26 Siswi Terancam Hukuman Tambahan

4. Pelaku hanya mengakui memaksa korban 6 kali

IlustrasiShutterstock Ilustrasi

S menikahi ibu korban tahun 2002. Saat itu, tak ada yang salah. Namun entah kenapa, S tiba-tiba berkeinginan mencabuli anak tirinya yang masih duduk di bangku SMP.

Namun, berdasar pemeriksaan polisi, pelaku mengaku baru enam kali mencabuli anak tirinya.

"Dilihat dari rentang delapan tahun dan pengakuan pelaku, polisi memilih akan lebih mendalami kasus tersebut," kata Budi Kusnanto.

Sementara itu, S memaksa korban saat rumah mereka sepi.

Baca Juga: WC Kering, Kasus Pencabulan Siswi SMP Terbongkar

5. Pelaku sempat mengancam akan membakar rumah korban

IlustrasiKOMPAS/TOTO SIHONO Ilustrasi

Sementara itu, korban mengaku pernah mendapatkan ancaman berupa aksi pembakaran rumah orangtuanya.

Berdasar laporan korban tersebut, polisi segera menangkap pelaku dan memeriksanya secara intensif.

"Setelah menerima laporan itu, anggota kami lantas melakukan penangkapan dan pemeriksaan kepada pelaku. Dan dari keterangannya, pelaku mengakui perbuatannya," katanya kepada wartawan, Sabtu (24/11/2018).

Dari pengakuan korban, perbuatan tersangka sudah dilakukan sejak delapan tahun terakhir atau korban saat masih duduk di bangku SMP.

"Saat ini pelaku sudah diamankan di mapolsek, dan masih diperiksa anggota," kata Kapolsek.

Baca Juga: Diiming-Imingi Uang Rp 5 Ribu, 2 Bocah Jadi Korban Pencabulan

Sumber: KOMPAS.com (Markus Yuwono)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Regional
Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Regional
3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.