Fakta-fakta di Balik Kasus Pembunuhan Remaja Y di Indramayu

Kompas.com - 24/11/2018, 18:54 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Pernikahan Y (15) dan D (16) harus berakhir tragis. Sejumlah kerabat dekat dan para aktivis perempuan menduga D adalah pelaku utama.

Namun, dalam penyelidikan polisi tidak menemukan bukti-bukti kuat untuk menahan D. Kasus tersebut mengundang banyak perhatian dan menyayangkan masih banyak kasus pernikahan dini yang berujung tragis.

Berikut penelusuran fakta Kompas.com terkait kasus Y dan pernikahan dini yang rentan akan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).


1. Tubuh Y penuh dengan bekas luka

IlustrasiThinkstockphotos.com Ilustrasi

Korban, sebut saja Y berusia 15 tahun, meninggal di Rumah Sakit Umum Indramayu akibat mengalami luka di beberapa bagian kepala dan sekujur tubuhnya. Diduga kuat, Y meninggal karena perlakuan kasar suaminya, D.

Namun, hingga saat ini polisi masih menunggu hasil pemeriksaan post-mortem atas penganiayaan.

Sementara itu, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Indramayu menyatakan akan terus memantau kasus tersebut.

"Kami akan terus memantau perkembangan kasus tersebut yang sedang ditangani kepolisian," kata Sekretaris KPI Indramayu Yuyun Khoerunisa, dikutip dari Thejakartapost.com, Kamis (22/11/2018).

Yuyun mengatakan, D sempat ditahan oleh kepolisian selama 24 jam, namun dibebaskan kembali karena polisi kekurangan bukti.

Baca Juga: Pernikahan Dini Berujung Maut, Seorang Istri Tewas Dianiaya Suami

2. Masa kecil kurang bahagia, membuat Y terjebak dalam pernikahan dini

Ilustrasi pernikahangeengraphy Ilustrasi pernikahan

Dua tahun lalu, Pengadilan Agama Indramayu memberikan dispensasi kepada Y dan D untuk melangsungkan pernikahan, meskipun keduanya masih di bawah umur.

Alasan hakim saat itu adalah Y dianggap kurang mendapat perhatian dari orangtua. Ayah kandung Y meninggal saat Y baru berusia 7 bulan dan sang ibu bekerja sebagai TKW. Y sejak kecil diasuh oleh neneknya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Pengakuan Koki yang Ditangkap Setelah Pesan Ganja dari Inggris untuk Bumbu Masak

Ini Pengakuan Koki yang Ditangkap Setelah Pesan Ganja dari Inggris untuk Bumbu Masak

Regional
Polisi Buru 11 Remaja Anggota Geng 'All Star Timuran' yang Bacok Warga Semarang Tanpa Alasan

Polisi Buru 11 Remaja Anggota Geng "All Star Timuran" yang Bacok Warga Semarang Tanpa Alasan

Regional
Tahun ke-4 Masa Jabatan, Wali Kota Semarang Fokus Benahi Layanan PDAM

Tahun ke-4 Masa Jabatan, Wali Kota Semarang Fokus Benahi Layanan PDAM

Regional
Dinilai Berjasa di Bidang Ekonomi Syariah, UNS Akan Beri Ma'ruf Amin Penghargaan

Dinilai Berjasa di Bidang Ekonomi Syariah, UNS Akan Beri Ma'ruf Amin Penghargaan

Regional
Kronologi Pemburu Burung Tewas Tersetrum Terkena Jebakan Babi

Kronologi Pemburu Burung Tewas Tersetrum Terkena Jebakan Babi

Regional
133 Kasus Diungkap Bea dan Cukai Kuala Namu Selama Januari, 'Sex Toys' Paling Dominan

133 Kasus Diungkap Bea dan Cukai Kuala Namu Selama Januari, "Sex Toys" Paling Dominan

Regional
Penipuan CPNS di Kebumen Terbongkar, Korban Rugi Rp 150 Juta hingga Jadi KPK Gadungan

Penipuan CPNS di Kebumen Terbongkar, Korban Rugi Rp 150 Juta hingga Jadi KPK Gadungan

Regional
Kamis, Pemkab Ciamis Kumpulkan Sejarawan, Budayawan hingga Ulama Bahas Polemik Galuh

Kamis, Pemkab Ciamis Kumpulkan Sejarawan, Budayawan hingga Ulama Bahas Polemik Galuh

Regional
Golkar Umumkan Hasil Survei Internal Pilkada di Jabar, Berikut Daftar Calon Potensial

Golkar Umumkan Hasil Survei Internal Pilkada di Jabar, Berikut Daftar Calon Potensial

Regional
Kebutuhan Masker Tinggi Dampak Virus Corona, Wanita Ini Menjual Masker Fiktif, Tipu Korban Rp 11,4 Juta

Kebutuhan Masker Tinggi Dampak Virus Corona, Wanita Ini Menjual Masker Fiktif, Tipu Korban Rp 11,4 Juta

Regional
[POPULER NUSANTARA] Puluhan Pengantin Korban WO Abal-abal | Pasien Suspect Virus Corona di Babel

[POPULER NUSANTARA] Puluhan Pengantin Korban WO Abal-abal | Pasien Suspect Virus Corona di Babel

Regional
Kasus Penipuan 'Wedding Organizer' di Cianjur, Polisi Bentuk Timsus

Kasus Penipuan "Wedding Organizer" di Cianjur, Polisi Bentuk Timsus

Regional
Pemkab Gresik Berharap Normalisasi Kali Lamong Dapat Segera Dilakukan

Pemkab Gresik Berharap Normalisasi Kali Lamong Dapat Segera Dilakukan

Regional
Cerita Para Pengantin Ditipu Wedding Organizer, Pernikahan Impian pun Akhinya Batal

Cerita Para Pengantin Ditipu Wedding Organizer, Pernikahan Impian pun Akhinya Batal

Regional
Dipenjara 2 Minggu, Tersangka Penghina Risma Keluar Tahanan dan Cium Pipi Anaknya

Dipenjara 2 Minggu, Tersangka Penghina Risma Keluar Tahanan dan Cium Pipi Anaknya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X