Tabrak Truk dari Belakang, Seorang Santri Meninggal Dunia

Kompas.com - 23/11/2018, 18:51 WIB
Ilustrasi kecelakaan. AutoevolutonIlustrasi kecelakaan.

INDRALAYA, KOMPAS.com-Akibat menabrak sebuah truk pengangkut pupuk dari belakang, Riski Apriansyah (13 tahun), santri di sebuah pondok pesantren di Ogan Ilir, tewas mengenaskan dengan luka di beberapa bagian tubuhnya.

Kasus laka lantas itu terjadi di jalan lintas timur Palembang-Indralaya kilometer 35 Ogan Ilir Sumatera Selatan. Kasus ini ditangani aparat Satlantas Polres Ogan Ilir.

Rumah Riski di Jalan Sarjana nomor C41 Kelurahan Timbangan Ogan Ilir masih ramai oleh sanak keluarga yang melayat.


Riski sendiri sebelumnya sudah dimakamkan usai shalat Jumat di pemakaman umum Kelurahan Timbangan.

Dari keterangan Kasat Lantas Polres Ogan Ilir AKP Dessy Jumat (23/11/2018), Riski Apriansyah meninggal usai menabrak kendaraan truk penuh muatan pupuk Kamis malam sekitar pukul 23 00 WIB.

Baca juga: Penumpang Ini Selfie Sebelum dan Sesudah Busnya Kecelakaan

Kronologisnya, jelas Dessy, saat itu Riski yang melaju dari arah Indralaya menuju arah Tanjung Raja menggunakan sepeda motor, tiba-tiba menabrak truk yang melaju dari arah yang sama dari belakang.

Diduga Riski tidak mampu menguasai sepeda motornya karena saat itu jalan licin sebab sebelumnya hujan sempat turun di lokasi tersebut.

Akibat tabrakan yang cukup kencang itu motor yang dikendarai Riski rusak berat sementara Riski meninggal dunia

“Sopir truk sudah kami amankan dan kami minta keterangan, sedangkan jenazah Riski sudah kami serahkan ke keluarganya,” katanya

Sementara Awing, paman Riski, mengaku terkejut mendengar kabar bahwa keponakannya Risky yang merupakan anak tertua dari kakaknya itu meninggal dalam kecelakaan.

Awing membenarkan Riski saat ini masih belajar di sebuah pondok pesantren di daerah Indralaya Ogan Ilir.

“Tadi sudah dimakamkan usai shalat Jumat di pemakaman umum tak jauh dari sini,” katanya

Kasus itu sendiri sedang dalam penanganan aparat Satlantas Polres Ogan Ilir. 

Kompas TV Benarkah penyebab jatuhnya Lion Air PK-LQP di Karawang adalah karena adanya fitur baru di pesawat tersebut yang tidak diketahui pilot? Baru-baru ini media Amerika Serikat, Wall Street Journal menyatakan adanya fitur kontrol penerbangan baru dalam pesawat jenis Boeing 737 max 8 yang tidak dirilis oleh Boeing sebelum kecelakaan Lion Air PK-LQP terjadi.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pencemaran Air Bengawan Solo Mulai Berimbas ke Lamongan

Pencemaran Air Bengawan Solo Mulai Berimbas ke Lamongan

Regional
Lamborghini Keluar Asap Tebal di Surabaya, Cek Legalitas hingga Diduga Komponen Mobil Terbakar

Lamborghini Keluar Asap Tebal di Surabaya, Cek Legalitas hingga Diduga Komponen Mobil Terbakar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Jasad Balita Ditemukan Tanpa Kepala | Mahasiswi Tewas Terkubur di Belakang Kos

[POPULER NUSANTARA] Jasad Balita Ditemukan Tanpa Kepala | Mahasiswi Tewas Terkubur di Belakang Kos

Regional
11 Dokter Disiapkan Tangani Bayi yang Derita Hydrocephalus di Surabaya

11 Dokter Disiapkan Tangani Bayi yang Derita Hydrocephalus di Surabaya

Regional
Alasan Bayi yang Derita Hydrocephalus dan Ibunya Dievakuasi ke Rusun

Alasan Bayi yang Derita Hydrocephalus dan Ibunya Dievakuasi ke Rusun

Regional
2 Induk Harimau Sumatera Dibunuh, 4 Janinnya Disimpan dalam Toples

2 Induk Harimau Sumatera Dibunuh, 4 Janinnya Disimpan dalam Toples

Regional
Dugaan Gratifikasi, Eks Kepala BPN Denpasar Ditetapkan Tersangka

Dugaan Gratifikasi, Eks Kepala BPN Denpasar Ditetapkan Tersangka

Regional
5 Fakta Mahasiswi Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Indekos, Hilang 3 Hari hingga Penjaga Kos Mendadak Pergi

5 Fakta Mahasiswi Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Indekos, Hilang 3 Hari hingga Penjaga Kos Mendadak Pergi

Regional
Bayi yang Derita Hydrocephalus Akan Jalan Rekonstruksi Wajah secara Bertahap di RSUD dr Soetomo

Bayi yang Derita Hydrocephalus Akan Jalan Rekonstruksi Wajah secara Bertahap di RSUD dr Soetomo

Regional
Fakta Tukang Tambal Ban Bakar Hidup-hidup Juru Parkir, Berawal dari Pergoki Istri Berduaan di Halaman Hotel

Fakta Tukang Tambal Ban Bakar Hidup-hidup Juru Parkir, Berawal dari Pergoki Istri Berduaan di Halaman Hotel

Regional
Cerita Miris Bocah 9 Tahun Dipaksa Mengemis oleh Ibu Kandung, Mnimal Rp 50.000 hingga Hanya Diberi Makan 2 Kali

Cerita Miris Bocah 9 Tahun Dipaksa Mengemis oleh Ibu Kandung, Mnimal Rp 50.000 hingga Hanya Diberi Makan 2 Kali

Regional
Curi Motor, Tak Sadar Jual ke Pemiliknya Sendiri

Curi Motor, Tak Sadar Jual ke Pemiliknya Sendiri

Regional
Jalan Desa Ambles Dua Meter di Perbatasan KBB dan Kabupaten Cianjur

Jalan Desa Ambles Dua Meter di Perbatasan KBB dan Kabupaten Cianjur

Regional
Dirawat 3 Bulan, Orangutan Tapanuli Kembali Dilepasliarkan

Dirawat 3 Bulan, Orangutan Tapanuli Kembali Dilepasliarkan

Regional
Banjir Lumpur di Bandung Barat, Akses Jalan 2 Kampung Tertutup

Banjir Lumpur di Bandung Barat, Akses Jalan 2 Kampung Tertutup

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X