Cerita tentang Sosa dan Sampat, Alat Tangkap Tradisional Warga Manggarai Raya...

Kompas.com - 23/11/2018, 11:20 WIB
Seorang warga di Nangarawa, Desa Bamo, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT, Minggu (28/10/2018) sedang memikul Sosa, alat tangkap tradisional yang terbuat dari bambu halus (helung). KOMPAS.com/MARKUS MAKURSeorang warga di Nangarawa, Desa Bamo, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT, Minggu (28/10/2018) sedang memikul Sosa, alat tangkap tradisional yang terbuat dari bambu halus (helung).


BORONG, KOMPAS.com - Masyarakat di Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat, di Flores Barat, Nusa Tenggara Timur, memiliki warisan leluhur yang tidak tergerus oleh perkembangan teknologi di bidang perikanan dan kelautan.

Masyarakat itu bermukim di kawasan pegunungan dan lembah yang diapit oleh berbagai sungai besar dan kecil.

Di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) besar dan kecil, hidup berbagai jenis biota khas air tawar. Biota khas air tawar itu seperti ikan, udang, katak, ipung, kepiting, belut, dan lain sebagainya yang bisa dimakan.

Tanpa dilatih secara khusus, para leluhur orang Manggarai Raya memiliki keterampilan alamiah. Manggarai Raya merupakan sebutan untuk tiga wilayah Manggarai tersebut.

Kearifan-kearifan lokal yang dilakukan oleh para leluhur orang Manggarai Raya selalu bersentuhan dengan alam semesta.

Baca juga: Puting Beliung Terjang Manggarai Barat, 4 Warga Terluka

Untuk menangkap biota air tawar untuk dihidangkan bagi anggota keluarga, para leluhur memiliki keterampilan atau talenta alamiah.

Selain ditangkap dengan tangan, serta dengan tradisi bunde atau menangkap biota secara massal dengan memakai lipa atau kain tetoron, juga secara individu dapat menangkap biota tersebut.

Alat tangkap tradisional di masing-masing suku di kawasan Manggarai Raya memiliki nama berbeda-beda sesuai dengan bahasa ibu di masing-masing suku tersebut.

Semua alat tradisional itu berbahan bambu yang tumbuh liar di alam. Pohon bambu yang digunakan untuk alat tangkap ramah lingkungan.

Orang di kawasan Rongga di Manggarai Timur, menyebut alat tangkap tradisional berbahan bambu sebagai sosa, sedangkan orang di kawasan Kolang di Manggarai Barat, menyebutnya sampat.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X