5 Fakta Penyerangan Pos Polisi Lamongan, Densus 88 Turun Tangan hingga Pelaku Mantan Polisi

Kompas.com - 22/11/2018, 16:09 WIB
Ilustrasi Terorisme ShutterstockIlustrasi Terorisme

Eko Ristanto (ER), salah seorang penyerang pos lalu lintas (Pos Lantas) di Lamongan, Jawa Timur, Selasa (20/11/2018) kemarin, mantan anggota Polres Sidoarjo. Pangkat terakhir ER adalah Brigadir Polisi Satu (Briptu).

Berdasar catatan Polda Jawa Timur, Eko Ristanto dipecat karena divonis telah menembak mati Riyadus Sholihin, seorang guru ngaji warga Sidoarjo pada 2011 lalu dan dipenjara.

Eko yang saat itu menjadi anggota Reskrim Polres Sidoarjo juga mendapatkan sanksi tegas berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari korps polisi.

Kasus yang melibatkan Eko sempat menggemparkan warga Sidoarjo kala itu.

Baca Juga: Eko, Pecatan Polisi yang Serang Pos Lantas Pernah Tembak Mati Guru Ngaji

3. Dua pelaku penyerangan diduga terlibat jaringan teroris

Setelah menjalani pemeriksaan dan penyidikan di Mapolres Lamongan, dua tersangka pelemparan pos lalu lintas (lantas) di kawasan Wisata Bahari Lamongan (WBL) di Kecamatan Paciran, Lamongan, akhirnya dibawa ke Mapolda Jawa Timur ( Jatim), Rabu (21/11/2018).

ER dan MSAH diduga terlibat dengan kelompok teroris dan akan diperiksa lebih lanjut oleh Tim Densus 88 dari Mabes Polri.

"Jadi untuk perkembangan terkini, terkait penangkapan dari dua orang pelaku, yang diduga melempari pos lantas di Paciran. Sesuai dengan koordinasi kami dan pendalaman dari pemeriksaan, yang bersangkutan ini diduga terlibat dalam suatu kelompok jaringan teroris," ujar Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung, Rabu (21/11/2018).

Baca Juga: Pelaku Pelemparan Pos Lantas di Lamongan Diduga Terlibat Jaringan Teroris

4. Polisi temukan barang bukti terkait jaringan teroris

Ilustrasi Densus 88: Densus 88 mengepung teroris di sebuah rumah di Kampung Batu Rengat, Desa Cigondewah Hilir Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jabar, Rabu (8/5/2013).AFP PHOTO / USEP USMAN NASRULLAH / PIKIRAN RAKYAT Ilustrasi Densus 88: Densus 88 mengepung teroris di sebuah rumah di Kampung Batu Rengat, Desa Cigondewah Hilir Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jabar, Rabu (8/5/2013).

Saat menggeledah rumah ER dan MSAH, polisi mengamankan sejumlah barang yang memiliki keterkaitan dengan kelompok radikal, salah satunya adalah sebuah buku tulisan Aman Abdurahman.

Aman adalah pentolan teroris Indonesia yang divonis hukuman mati pada Juni lalu oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Ada banyak buku yang disita, salah satunya karangan Aman Abdurahman, juga ada topi Afghanistan warna hitam," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera," Rabu (21/11/2018).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X