5 Fakta Penyerangan Pos Polisi Lamongan, Densus 88 Turun Tangan hingga Pelaku Mantan Polisi

Kompas.com - 22/11/2018, 16:09 WIB
Penanganan medis Bripka Andreas di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, Selasa (20/11/2018) Dokumentasi Polda JatimPenanganan medis Bripka Andreas di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, Selasa (20/11/2018)

KOMPAS.com - Penyerangan terhadap anggota kepolisian kembali terjadi. Kali ini pos polisi di Kecamatan Paciran, Lamongan, diserang dua pria pada hari Selasa (20/11/2018) dini hari.

Seorang anggota polisi, Bripka AA, terluka setelah mencoba meringkus kedua pelaku penyerangan. Korban mengalami luka di bagian mata kanan setelah terkena tembakan kelereng dari salah satu pelaku.

Polisi sudah mengamankan dua pelaku penyerangan tersebut. Salah satunya berinisial ER yang merupakan pecatan polisi. Densus 88 Anti Teror Mabes Polri segera diturunkan untuk mengungkap kasus tersebut apakah terkait gerakan teroris.

Berikut sejumlah fakta terkait penyerangan di Pos Polisi di Lamongan.

1. Pelaku ER adalah mantan polisi dan residivis kasus pembunuhan

Ilustrasi penangkapan terduga teroris.KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Ilustrasi penangkapan terduga teroris.

Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan mengatakan, dua pelaku berboncengan di motor dan tiba-tiba melempar batu ke pos lalu lintas Wisata Bahari, Lamongan, sekitar pukul 01.00.

Kaca pos lalu lintas pecah akibat lemparan batu itu. Saat itu, Bripka AA yang sedang berjaga di pos, segera mengejar pelaku.

Seorang pelaku lalu menyerang polisi dengan menembakkan kelereng ke arah mata kanan Bripka AA.

"Mata kanan anggota kami terluka, kornea matanya sobek," ujar Luki, Selasa. Meski terluka, Bripka AA tetap mengejar dan menabrakkan motornya kepada pelaku.

"Salah satu pelaku adalah pecatan polisi atau residivis kasus pembunuhan di Sidoarjo beberapa tahun lalu. Pelaku satunya warga sipil, tetapi juga residivis kasus kriminal," ujarnya.

Polisi masih mendalami motif penyerangan di pos polisi Kecamatan Paciran

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Bakal Calon Bupati di Maluku Mendaftar lewat Jalur Independen

Tiga Bakal Calon Bupati di Maluku Mendaftar lewat Jalur Independen

Regional
Tempe Mendoan Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Tempe Mendoan Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Regional
Viral Video Salam Dua Periode untuk Petahana, Bawaslu Periksa Camat di Jember

Viral Video Salam Dua Periode untuk Petahana, Bawaslu Periksa Camat di Jember

Regional
Korea 'Red Alert' Virus Corona, Bagaimana Pengawasan Turisnya di Bali?

Korea "Red Alert" Virus Corona, Bagaimana Pengawasan Turisnya di Bali?

Regional
Gubernur NTT: Saya Datang Bukan untuk Orang Suka Saya, tapi untuk Mengubah NTT

Gubernur NTT: Saya Datang Bukan untuk Orang Suka Saya, tapi untuk Mengubah NTT

Regional
Remaja Asal Banyuwangi Bawa Kabur Mobil Travel Berisi 3 Penumpang

Remaja Asal Banyuwangi Bawa Kabur Mobil Travel Berisi 3 Penumpang

Regional
Mari Bantu Agustinus, Bayi dengan Kepala Membesar akibat Hidrosefalus

Mari Bantu Agustinus, Bayi dengan Kepala Membesar akibat Hidrosefalus

Regional
Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar yang Dibangun 2019 Ambrol, Ini Penjelasan DPU-PR Boyolali

Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar yang Dibangun 2019 Ambrol, Ini Penjelasan DPU-PR Boyolali

Regional
Pesawat Trigana Air Tergelincir di Bandara Sentani Jayapura, Papua

Pesawat Trigana Air Tergelincir di Bandara Sentani Jayapura, Papua

Regional
Warga Rusia Hilang di Perairan Nusa Penida Bali Saat Spearfishing

Warga Rusia Hilang di Perairan Nusa Penida Bali Saat Spearfishing

Regional
Bobok Bumbung, Cara Warga Desa di Cilacap Menabung untuk Bayar PBB

Bobok Bumbung, Cara Warga Desa di Cilacap Menabung untuk Bayar PBB

Regional
Demam Berdarah di NTT Sebabkan 21 Orang Meninggal

Demam Berdarah di NTT Sebabkan 21 Orang Meninggal

Regional
Terendam Banjir, PLN UID Jabar Putus Sementara Aliran Listrik di 712 Gardu

Terendam Banjir, PLN UID Jabar Putus Sementara Aliran Listrik di 712 Gardu

Regional
Penderita DBD di Sikka Bertambah Jadi 868 Orang, 7 Meninggal Dunia

Penderita DBD di Sikka Bertambah Jadi 868 Orang, 7 Meninggal Dunia

Regional
Fakta Baru Tragedi Susur Sungai Sempor di Sleman, 3 Tersangka Ditahan hingga Tanggapan Sri Sultan

Fakta Baru Tragedi Susur Sungai Sempor di Sleman, 3 Tersangka Ditahan hingga Tanggapan Sri Sultan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X